Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaNewsMetropolitanPemprov DKI Tambah Alat Ukur Curah Hujan

Pemprov DKI Tambah Alat Ukur Curah Hujan

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta menambah alat ukur curah hujan dari semula hanya tersedia di 10 kelurahan menjadi 267 kelurahan di Ibu Kota untuk mengantisipasi datangnya musim hujan.

BACA JUGA : Anies: Antisipasi Tiga Ancaman Saat Puncak Musim Hujan

“Di setiap kelurahan ada alat ukur curah hujan sehingga kami bisa tahu persis kondisi hujan seperti apa. Ini dalam rangka antisipasi karena pola hujan tidak lagi sama,” kata Anies Baswedan saat memimpin apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di Monas, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, perubahan iklim membuat pola hujan saat ini tidak bisa diprediksi. Bahkan turun dalam waktu singkat namun menghasilkan volume curah hujan yang tinggi dan mendorong terjadinya banjir.

Untuk itu, alat ukur curah hujan tersebut diharapkan menjadi acuan untuk antisipasi banjir saat hujan ekstrem.

BACA JUGA : Awas! Depok Diprediksi Hujan Badai Hari Ini dan Besok

Anies menambahkan kapasitas daya tampung air hujan di drainase yang ada di jalan perkampungan di Jakarta. Mencapai maksimal 50 milimeter per hari dan maksimal 100 milimeter per hari di jalan utama.

“Kapasitasnya 100 milimeter per hari. Kalau hujan merata sepanjang 24 jam maka sistem kami masih sanggup menampung,” ucapnya.

Kapasitas Drainase

Pengalaman pada Januari 2019, curah hujan saat itu mencapai 377 milimeter per hari atau 3,7 kali lipat lebih tinggi dari kapasitas drainase sehingga menimbulkan banjir.

BACA JUGA : Jadwal Pemberian Medali Panjat Tebing Tertunda Karena Hujan

Begitu juga pada Februari 2021, juga terjadi hujan ekstrem dengan curah hujan mencapai 250 milimeter per hari.

DKI Jakarta, lanjut dia, harus menghadapi tiga potensi saat musim puncak hujan. Yakni di wilayah pesisir dengan ancaman rob dan pada saat bersamaan terjadi hujan lebat.

Kemudian, limpahan air akibat tingginya curah hujan yang dibawa dari aliran 13 sungai melalui Ibu Kota dan hujan lebat di dalam kota.

BACA JUGA : BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Beberapa Wilayah Indonesia

Di pesisir utara Jakarta, lanjut dia, disiagakan tambahan pompa yang dapat digunakan apabila terjadi rob.

Selain itu, Pemprov DKI juga menggencarkan kegiatan mengatasi dampak musim hujan di antaranya gerebek lumpur di kali dan waduk sejak 24 Maret 2021 untuk wilayah Jakarta Timur. Dilanjutkan di empat wilayah kota lainnya secara bertahap mulai September 2021 hingga Desember 2021.

Gerebek lumpur diadakan untuk mengangkat lumpur dan sampah di dalam sungai sehingga menambah kapasitas aliran air hujan.(ros)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Kronologi Insiden Penembakan Hutchins di “Rust”

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Hati Alec Baldwin hancur berkeping-keping usai insiden penembakan di "Rust". Alec Baldwin mencurahkan kesedihannya usai insiden penembakan di lokasi syuting film...