Minggu, Juli 3, 2022
BerandaNewsMetropolitanPemkot Depok Minta Hewan Kurban Wajib Punya SKKH Usai Temuan PMK

Pemkot Depok Minta Hewan Kurban Wajib Punya SKKH Usai Temuan PMK

NUSADAILY.COM – DEPOK – Dinas Kesehatan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok kembali menemukan 31 hewan ternak terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Pemkot Depok pun meminta hewan kurban untuk disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : DPRD Magetan Dorong Pemkab Lebih Serius Tangani PMK: Ternak Penopang Ekonomi Rakyat

Kepala DKP3 Kota Depok, Widyawati Riyandani mengatakan per Senin (20/6/2022) terjadi penambahan hewan ternak terduga PMK sebanyak 20 ekor. Sementara 51 lainnya dalam proses pengobatan.

BACA JUGA : Gercep Cegah PMK, Polres Mojokero Gelar Operasi Pembatasan Truk Muat Sapi

“Positif hasil lab 31 ekor, kasus hewan terduga PMK bertambah menjadi 20 ekor ternak dan dalam proses penyembuhan 51 ekor peternak,” papar Widyawati dalam keterangannya, Selasa (21/6/2022).

BACA JUGA : DPRD Magetan Dorong Pemkab Lebih Serius Tangani PMK: Ternak Penopang Ekonomi Rakyat

Adapun temuan tersebut tersebar di 3 kelurahan, yakni Kelurahan Cisalak, Kelurahan Pasir Gunung Selatan dan Kelurahan Cipayung. Merespon hal tersebut, DKP3 Depok kemudian membuat posko pengendalian dan penanggulangan PMK.

BACA JUGA : Bikin Ngakak! Adam Suseno Jual Gorengan, Ini Kata Inul

“Bagi para pemilik ternak agar mengecek kesehatan hewannya secara intensif minimal 2 kali dalam sehari. Jika ditemukan gejala PMK agar melapor ke PMK Kota Depok,” ungkap Widyawati.

Dilansir dari detik.com, panitia kurban di Depok juga diminta untuk mengajukan tempat pemotongan hewan kurban supaya bisa dipertanggungjawabkan kebersihannya. Pun hewan kurban yang diterima harus sehat dibuktikan dengan dokumen sah.

“Hewan kurban yang diterima harus sehat yang dibuktikan dengan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) atau Sertifikat Veteriner dari daerah asal. Hanya boleh memotong hewan yang sehat dan memenuhi persyaratan,” tandasnya. (ros)

BERITA KHUSUS

Berkunjung ke Kota Batu, Sandiaga Uno Buka Workshop Minuman Kekinian Pelaku UMKM

NUSADAILY.COM-KOTA BATU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno berkunjung ke Balai Kota Among Tani, Kota Batu (Rabu, 29/6). Sandiaga membuka acara...

BERITA TERBARU

Tak Hanya Mobil, Motor Mewah pun Diusulkan Dilarang Pakai Pertalite

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Mobil di atas 2.000 cc bukan satu-satunya kendaraan yang diusulkan agar tidak lagi bisa mengkonsumsi BBM subsidi jenis Pertalite. Badan...

NUSADAILY.COM - DEPOK - Dinas Kesehatan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok kembali menemukan 31 hewan ternak terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Pemkot Depok pun meminta hewan kurban untuk disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

BACA JUGA : DPRD Magetan Dorong Pemkab Lebih Serius Tangani PMK: Ternak Penopang Ekonomi Rakyat

Kepala DKP3 Kota Depok, Widyawati Riyandani mengatakan per Senin (20/6/2022) terjadi penambahan hewan ternak terduga PMK sebanyak 20 ekor. Sementara 51 lainnya dalam proses pengobatan.

BACA JUGA : Gercep Cegah PMK, Polres Mojokero Gelar Operasi Pembatasan Truk Muat Sapi

"Positif hasil lab 31 ekor, kasus hewan terduga PMK bertambah menjadi 20 ekor ternak dan dalam proses penyembuhan 51 ekor peternak," papar Widyawati dalam keterangannya, Selasa (21/6/2022).

BACA JUGA : DPRD Magetan Dorong Pemkab Lebih Serius Tangani PMK: Ternak Penopang Ekonomi Rakyat

Adapun temuan tersebut tersebar di 3 kelurahan, yakni Kelurahan Cisalak, Kelurahan Pasir Gunung Selatan dan Kelurahan Cipayung. Merespon hal tersebut, DKP3 Depok kemudian membuat posko pengendalian dan penanggulangan PMK.

BACA JUGA : Bikin Ngakak! Adam Suseno Jual Gorengan, Ini Kata Inul

"Bagi para pemilik ternak agar mengecek kesehatan hewannya secara intensif minimal 2 kali dalam sehari. Jika ditemukan gejala PMK agar melapor ke PMK Kota Depok," ungkap Widyawati.

Dilansir dari detik.com, panitia kurban di Depok juga diminta untuk mengajukan tempat pemotongan hewan kurban supaya bisa dipertanggungjawabkan kebersihannya. Pun hewan kurban yang diterima harus sehat dibuktikan dengan dokumen sah.

"Hewan kurban yang diterima harus sehat yang dibuktikan dengan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) atau Sertifikat Veteriner dari daerah asal. Hanya boleh memotong hewan yang sehat dan memenuhi persyaratan," tandasnya. (ros)