Sabtu, November 27, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanPembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Pacu Ekspansi Bisnis

Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Pacu Ekspansi Bisnis

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian, dinilai dapat menjadi infrastruktur. Yang memacu ekspansi bisnis di wilayah ini dan berdampak pada perekonomian nasional.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Ekspansi bisnis oleh kalangan pelaku usaha dari kawasan ibu kota ke kota penyangga bakal lebih masif menyusul adanya kemudahan akses transportasi kereta cepat Jakarta-Bandung.

BACA JUGA : Pengamat: Kereta Cepat Akan Tingkatkan Daya Saing

“Dengan hanya menempuh waktu perjalanan sekitar 30 menit ketersediaan moda transportasi ini bisa meningkatkan efisiensi dan membuka peluang bagi kalangan pengusaha di Jakarta untuk melebarkan sayap bisnisnya di kawasan penyangga lainnya,” kata Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Ina Primiana ketika dihubungi di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan peluang ekspansi bisnis tidak hanya terbuka untuk Kota Bandung dan Jakarta saja, tetapi juga kawasan di sekitar stasiun pemberhentian, terutama di Karawang. Terlebih, Karawang selama ini menjadi salah satu pusat manufaktur di Tanah Air.

BACA JUGA : Anggota DPR Soroti KAI Pimpin Konsorsium Kereta Cepat Jakarta-Bandung

“Pemodal tentu akan investasi di Jawa Barat karena ada fasilitas kawasan industri. Makanya, sebelum kereta cepat ini jadi, Jawa Barat mesti berbenah untuk membangun sejumlah kawasan industri daerah sekitar. Sehingga wilayah-wilayah yang dilewati ikut berkembang,” ujarnya.

Kereta cepat Jakarta-Bandung melintasi empat stasiun, yakni Stasiun Halim di Jakarta, Stasiun Karawang, Stasiun Hub di Padalarang, dan Stasiun Tegalluar, Bandung.

BACA JUGA : Presiden Tinjau Vaksinasi dan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Dalam jangka panjang, hal ini akan mendorong adanya pemerataan pusat bisnis dari yang selama ini terpusat di Jakarta menjadi menyebar ke daerah-daerah penyangga seperti Karawang dan Bandung.

Selain itu, menurut dia, dengan adanya kereta cepat Jawa Barat juga akan menopang perekonomian nasional. Faktanya, Provinsi Jawa Barat selalu menempati peringkat pertama nasional berturut-turut sejak kuartal IV 2020 hingga kuartal II 2021. Sebagai wilayah yang perkembangannya sangat cepat.

BACA JUGA : China Padukan Unsur Modern-Klasik pada Kereta Cepat Otomatis

“Dengan dibangunnya infrastruktur kereta cepat ini akan menambah konektivitas regional, yang dampak ekonominya jangka panjang,” katanya.

Sebelumnya, Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Mirza Soraya mengatakan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta- Bandung (KCJB) sudah mencapai 79 persen dan KCIC pun terus melakukan berbagai upaya. Sehingga target operasional KCJB di akhir 2022 bisa terwujud.

BACA JUGA : Inul Daratista Sentil Artis Dangdut Milenial: Endorse, Honor Selangit

Ia menuturkan saat ini KCIC bersama konsorsium kontraktor sedang berfokus untuk melakukan percepatan pembangunan di 237 titik konstruksi secara komprehensif.

Pihaknya mengakui pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak 2020 cukup menghambat proses pembangunan KCJB.

“Pandemi cukup memberikan dampak pada proses pembangunan KCJB. Untuk itu sekarang fokus kami adalah melakukan percepatan pembangunan,” ujarnya.(lal)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR