Minggu, Juli 3, 2022
BerandaNewsMetropolitanPelajaran Penting dari Fortuner Nyebur ke Kali di Tebet: Haram Main...

Pelajaran Penting dari Fortuner Nyebur ke Kali di Tebet: Haram Main HP Saat Mengemudi

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kecelakaan nahas terjadi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Sebuah mobil Toyota Fortuner bernopol B-1611-TJE nyemplung ke kali. Ini pelajaran penting yang bisa diambil jangan sampai peristiwa ini terulang.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam, penyebab kecelakaan karena pengemudi hendak mengambil HP yang terletak di jok penumpang sebelah kiri. Saat itu, menurutnya, pria berinisial OLP (21) yang mengendarai Fortuner itu mendapat panggilan masuk di ponselnya.

BACA JUGA: Duh! Pemotor Tenggelam di Kalimalang Usai Ditabrak Fortuner

“Kondisi jalan agak menurun dan menikung, pada saat yang bersamaan hilang kendali/konsentrasi, kendaraan oleng dan menabrak pembatas jalan sehingga terjungkal masuk ke sungai,” jelas Jamal.

Penting untuk menjadi pelajaran, bahwa mengemudi kendaraan bermotor adalah aktivitas yang membutuhkan konsentrasi penuh. Menurut praktisi keselamatan berkendara sekaligus Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, hal yang dilakukan pengemudi Fortuner dengan mengambil HP di jok kiri adalah aktivitas yang memecah konsentrasi.

“Mengemudi posisi duduk siap, arah wajah ke depan dan dengan posisi tangan menggenggam setir (arah jam) 9-3, itu tujuan salah satunya supaya bisa menstabilkan kendaraan. Ketika salah satu posisi-posisi tersebut berubah maka pengemudi akan mengalami disorientasi. Artinya kendaraan sudah tidak terkontrol,” ujar Sony dilansir dari detikcom, Kamis (23/6/2022).

Sebab, dia bilang, perubahan kondisi lalu lintas sangat dinamis. Kadang tidak cukup jaga jarak, kecepatan yang tidak selaras hingga arah yang berbeda sehingga membuat pengemudi harus fokus setiap saat.

BACA JUGA: Duh! Mobil Fortuner Nyemplung di Kali Tebet, Sopir dan Penumpang Terluka

Sementara soal penggunaan HP, haram mengemudi sambil mengoperasikan ponsel. Sony menyarankan, saat nyetir agar tidak terganggu dengan nada dering telepon atau notifikasi, sebaiknya HP dalam kondisi silent.

BERITA KHUSUS

Berkunjung ke Kota Batu, Sandiaga Uno Buka Workshop Minuman Kekinian Pelaku UMKM

NUSADAILY.COM-KOTA BATU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno berkunjung ke Balai Kota Among Tani, Kota Batu (Rabu, 29/6). Sandiaga membuka acara...

BERITA TERBARU

Tak Hanya Mobil, Motor Mewah pun Diusulkan Dilarang Pakai Pertalite

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Mobil di atas 2.000 cc bukan satu-satunya kendaraan yang diusulkan agar tidak lagi bisa mengkonsumsi BBM subsidi jenis Pertalite. Badan...

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Kecelakaan nahas terjadi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Sebuah mobil Toyota Fortuner bernopol B-1611-TJE nyemplung ke kali. Ini pelajaran penting yang bisa diambil jangan sampai peristiwa ini terulang.

Menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam, penyebab kecelakaan karena pengemudi hendak mengambil HP yang terletak di jok penumpang sebelah kiri. Saat itu, menurutnya, pria berinisial OLP (21) yang mengendarai Fortuner itu mendapat panggilan masuk di ponselnya.

BACA JUGA: Duh! Pemotor Tenggelam di Kalimalang Usai Ditabrak Fortuner

"Kondisi jalan agak menurun dan menikung, pada saat yang bersamaan hilang kendali/konsentrasi, kendaraan oleng dan menabrak pembatas jalan sehingga terjungkal masuk ke sungai," jelas Jamal.

Penting untuk menjadi pelajaran, bahwa mengemudi kendaraan bermotor adalah aktivitas yang membutuhkan konsentrasi penuh. Menurut praktisi keselamatan berkendara sekaligus Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, hal yang dilakukan pengemudi Fortuner dengan mengambil HP di jok kiri adalah aktivitas yang memecah konsentrasi.

"Mengemudi posisi duduk siap, arah wajah ke depan dan dengan posisi tangan menggenggam setir (arah jam) 9-3, itu tujuan salah satunya supaya bisa menstabilkan kendaraan. Ketika salah satu posisi-posisi tersebut berubah maka pengemudi akan mengalami disorientasi. Artinya kendaraan sudah tidak terkontrol," ujar Sony dilansir dari detikcom, Kamis (23/6/2022).

Sebab, dia bilang, perubahan kondisi lalu lintas sangat dinamis. Kadang tidak cukup jaga jarak, kecepatan yang tidak selaras hingga arah yang berbeda sehingga membuat pengemudi harus fokus setiap saat.

BACA JUGA: Duh! Mobil Fortuner Nyemplung di Kali Tebet, Sopir dan Penumpang Terluka

Sementara soal penggunaan HP, haram mengemudi sambil mengoperasikan ponsel. Sony menyarankan, saat nyetir agar tidak terganggu dengan nada dering telepon atau notifikasi, sebaiknya HP dalam kondisi silent.

"Tidak dibenarkan mengemudi menerima telepon. Selain nggak aman, juga melanggar hukum. Pun kalau mau mengangkat telepon, posisi kendaraan harus berhenti," ujarnya.(eky)