Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsMetropolitanPakar Sebut Varian Omicron Bukan Tanda Akhir Pandemi

Pakar Sebut Varian Omicron Bukan Tanda Akhir Pandemi

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Puncak Omicron di beberapa negara mulai mereda, meski beberapa negara lain sedang berjuang melawan kenaikan kasus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, hanya karena varian Omicron mereda di beberapa negara bukan berarti pandemi akan berakhir.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Tak hanya itu, WHO juga bahkan memprediksi tingkat infeksi varian Omicron yang tinggi di seluruh dunia kemungkinan menyebabkan timbulnya varian baru.

BACA JUGA: Varian Omicron di RI Melonjak, Luhut: Kalau Masih Pengen Hidup Ikuti Aturan!

“Kami mendapat kabar bahwa varian Omicron adalah varian terakhir, setelah ini akan berakhir (pandemi). Dan itu tidak terjadi karena virus ini berkembang pada tingkat yang sangat interns di seluruh dunia,” kata Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis COVID-19 WHO, pada Selasa lalu di Jenewa, dikutip dari CNBC International, Rabu (19/1/2022).

BACA JUGA: Jelang Olimpiade Musim Dingin, Omicron Serbu Beijing

Menurut laporan WHO yang dibeberkan Van Kerkhove, infeksi varian Omicron sudah meningkat 20 persen secara global selama seminggu terakhir dengan hampir 19 juta total kasus yang dilaporkan. Tetapi menurut Van Kerkhove, infeksi baru yang tidak dilaporkan akan menimbulkan jumlah kasus yang lebih tinggi.

BACA JUGA: Pakar: Bisa Kurangi Risiko Gejala Omicron, BPOM Izinkan 5 Jenis Vaksin Booster

Van Kerkhove meminta pemerintah di seluruh dunia untuk memperkuat kebijakan guna mengendalikan virus dan mencegah gelombang infeksi di masa depan ketika varian baru muncul. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk melonggarkan kebijakan terkait kesehatan masyarakat.

“Ini (varian Omicron) tidak akan menjadi varian terakhir yang menjadi perhatian,” Van Kerkhove mengingatkan.

BACA JUGA: Dorce Gamalama Dapat Bantuan dari Megawati

Varian Omicron Bukan Varian Terakhir

Selaras dengan ucapan Van Kerkhove, ahli epidemiologi penyakit menular di Universitas Boston Leonardo Martinez mengatakan, terdapat kemungkinan varian baru bisa menjadi lebih berat dan dikhawatirkan tidak ada vaksin yang efektif untuk melawannya.

“Semakin cepat Omicron menyebar. Semakin banyak peluang untuk mutasi yang menyebabkan lebih banyak varian,” ujar Leonardo Martinez dikutip dari detikcom, Rabu (19/1/2022).

Oleh karena itu, sangat mungkin varian Omicron bukanlah akhir dari pandemi COVID-19.(eky)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Asyik Main Air Banjir, Bocah di Gresik Digigit Ular

NUSADAILY.COM – GRESIK  -  Ini peringatan bagi para orang tua agar menjaga anaknya saat bermain air. Karena ada kejadian saat sedang asyik bermain air...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily