Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsMetropolitanOperasi TN Bukit Tiga Puluh, KLHK Bersihkan Puluhan Jerat

Operasi TN Bukit Tiga Puluh, KLHK Bersihkan Puluhan Jerat

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Operasi Gabungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Penegakkan Hukum (Gakkum) KLHK dan Balai Taman Nasional (TN) Bukit Tiga Puluh, 27 Agustus-7 September berhasil mengamankan 24 jerat pemburu untuk menangkap satwa dilindungi.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Sustyo Iriyono, pada keterangan tertulisnya, Sabtu  (12/9) menyampaikan, operasi pembersihan jerat adalah upaya mengamankan kawasan konservasi dan melindungi satwa dilindungi dari perburuan ilegal. Beberapa waktu lalu terdapat harimau dan gajah mati akibat jerat dan perburuan. 

“Ditjen Gakkum beberapa kali mengungkap kasus perdagangan ilegal satwa dan bagian tubuh satwa liar dilindungi. Operasi pembersihan jerat ini adalah upaya penyelamatan satwa,” tuturnya.

Sustyo menjelaskan, tim operasi gabungan terbagi enam kelompok. Sesuai dengan data dan informasi dari intelijen, mereka  menyisir lokasi target enam resort wilayah pengelolaan TN Bukit Tiga Puluh, selama 12 hari.

“Tim berhasil menemukan 22 jerat aktif dan 2 jerat nonaktif. Jerat-jerat berbeda-beda tergantung satwa sasaran, seperti jerat harimau, kijang, kancil, babi hutan, landak dan burung,” ungkap Sustyo.

Jerat-jerat itu diamankan di Kantor Balai TN Bukit Tiga Puluh. Tim Cyber Patrol akan menyelidiki jerat-jerat melalui analisis forensik untuk mengungkap pemilik jerat-jerat itu.

“Kami berkomitmen terus memerangai perburuan satwa dilindungi. Kami akan menindaklanjuti dengan memetakan dan menegakkan hukum, menjerat jaringan perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar,” tegas Sustyo. 

Kejahatan terhadap tumbuhan dan satwa liar dilindungi melanggar Pasal 21 jo Pasal 40 Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Pelaku bisa dijerat dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimum 5 tahun dan denda maksimum Rp 100 juta.

Sementara itu Kepala Balai TN Bukit Tiga Puluh, Fifin Arfiana Jogasara menyampaikan, sesuai dengan arahan Dirjen KSDAE, Balai TN Bukit Tiga Puluh akan menjalankan upaya preventif,  persuasif untuk mengatasi aktifitas ilegal di dalam kawasan, dengan tetap merangkul masyarakat sekitar kawasan.

“Terkait upaya penegakan hukum, kami akan terus bekerja sama dengan Ditjen Gakkum dan aparat penegak hukum lain, Polisi dan TNI,” kata Fifin Arfiana Jogasara. 

Terpisah Dirjen Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani menjelaskan bahwa Operasi penindakan terhadap kejahatan kehutanan ini sangat intensif dilakukan oleh KLHK, dalam lima tahun terakhir KLHK telah melakukan lebih dari 1.400 operasi penindakan kejahatan kehutanan.

Penindakan terhadap kejahatan satwa dan tumbuhan ini merupakan prioritas KLHK. Kejahatan terhadap tumbuhan dan satwa ini menimbulkan banyak kerugian baik ekonomi maupun ekologi serta perhatian dunia terhadap kejahatan ini sangat tinggi.

“Untuk penguatan penindakan terhadap kejahatan ini, KLHK juga telah membentuk Tim Intelijen dan Cyber Patrol guna memetakan jaringan perdaganan ilegal tumbuhan dan satwa liar, dan  Kami juga berkoordinasi  dengan banyak pihak didalam maupun diluar negeri untuk menindak perdagangan tumbuhan dan satwa liar ini,”  pungkas  Rasio Sani. (sir/wan).

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

PHK Besar-besaran Guncang Startup, Ini Penyebabnya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Dua perusahaan rintisan atau startup tanah air, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja dan Zenius Education belum lama ini...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily