Minggu, September 25, 2022
BerandaNewsMetropolitanNasDem: Perumusan RUU Kekhususan Jakarta Harus Belajar dari Negara Lain

NasDem: Perumusan RUU Kekhususan Jakarta Harus Belajar dari Negara Lain

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Partai NasDem menyebut jika perumusan RUU Kekhususan Jakarta harus mencermati pemindahan ibu kota serta pembagian kota pemerintahan dan kota bisnis negara lain. Sehingga, legislator bisa membuat aturan yang baik agar Jakarta tetap menjadi pusat ekonomi pascapemindahan ibu kota.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Nasdem Dukung Indonesia Kirim Bantuan ke Ukraina, Sejalan Dengan Pernyataan Jokowi

“Beberapa negara men-split, Washington dan New York, ekonomi di mana pemerintahan di mana. Jadi, Berlin dan Frankfurt, itu juga tidak suatu hal asing di mana ada pusat pemerintahan, di mana ada ekonomi,” kata politikus NasDem, Willy Aditya, saat dihubungi, Sabtu (4/9/2022).

“Misal Mesir kan ingin pindah ke tengah gurun, tapi Kairo ya tetap jadi barometer ekonmi,” katanya.

BACA JUGA : ‘Poco-poco’ Tanah Abang, NasDem Bela Anies

Bagi Willy, Jakarta sebagai pusat ekonomi tidak boleh luntur. Selain itu, Jakarta memiliki beberapa aspek-asepek yang sayang jika tidak diurus.

Dilansir dari detik.com, Jakarta selama ini menjadi barometer ekonomi Indonesia. Jakarta juga menjadi lokasi sejarah proklamasi kemerdekaan negara ini.

BACA JUGA : Ahmad Ali NasDem Setuju Ratifikasi Ekstradisi, Keberatan soal Pertahanan

“Jadi dari aspek ekonomi, sosio historis itu penting,” katanya.

Willy menyebut pembangunan di DKI Jakarta tiak akan berkurang. Ini karena Jakarta merupakan kota terbesar se-Indonesia.

BACA JUGA : Ricky Miraza, Kekasih Kalina Tantang Vicky Prasetyo Adu Tinju

“Ini pusat ekonomi, pusat pertukaran uang, pusat bisnis itu tidak terelakkan, walau ibu kota dalam skema dipindah, Jakarta proses pembangunannya tidak terhenti. Jadi tiga aspek penting, ekonomi, sosio-historis dan aspek budaya,” katanya.

Naskah Akademik RUU

Diketahui, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya masih menyusun naskah akademik Rancangan Undang-Undang (RUU) Kekhususan Jakarta. Pemprov DKI menargetkan revisi rampung pada Mei 2022 mendatang.

“Itu kan ditargetkan dalam bulan Mei. Mudah-mudahan bisa selesai. Secepatnya kita upayakan,” kata Ahmad Riza Patria kepada wartawan, Selasa (5/4/2022).

Nantinya, dokumen tersebut akan memuat konsep Jakarta setelah tak lagi berstatus sebagai ibu kota negara (IKN).

Asisten Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, mengatakan Pemprov DKI Jakarta telah membentuk tim perumus internal untuk mematangkan usulan RUU Kekhususan Jakarta. Ada delapan sektor yang dibahas, yakni mobilitas dan logistik ekonomi, investasi dan tata ruang, kesejahteraan masyarakat, fiskal lingkungan, politik dan pemerintahan, ekonomi digital dan readiness, serta tim penunjang.

“Kami sudah lakukan sejumlah workshop di lingkungan Pemprov untuk membahas substansi usulan RUU Kekhususan Jakarta. Baru-baru ini juga workshop diadakan, tepatnya pada 29-30 Maret 2022 di Ancol dan kami terus berproses dalam mematangkan usulan ini. Kami menyiapkan Jakarta sebagai kota global dan pusat perekonomian meski bukan lagi sebagai pusat pemerintahan,” kata Sigit kepada wartawan, Senin (4/4).(ros)

BERITA KHUSUS

Unipma Lakukan Pengabdian Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi Pasar Desa Klumutan Saradan Madiun

NUSADAILY.COM – MADIUN - Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sebagian besar masyarakat kita, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan....

BERITA TERBARU

KemenPPPA Ajak Masyarakat Berani Bicara Kekerasan Seksual

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menggelar jalan sehat di kawasan Bundaran HI, Jakarta, pagi ini. Menteri PPPA Bintang...