Selasa, Juli 5, 2022
BerandaNewsMetropolitanNasDem Minta Pemerintah Kaji Opsi Lockdown Cegah Corona

NasDem Minta Pemerintah Kaji Opsi Lockdown Cegah Corona

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pemerintah sebaiknya menyiapkan langkah konkrit untuk mencegah penyebaran Covid-19 termasuk kemungkinan menerapkan kebijakan lockdown.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Beberapa negara cepat tanggap menjalankan opsi kebijakan hingga Lockdown. Sebaiknya pemerintah melakukan kajiannya dari sekarang soal opsi lockdown itu,” ujar Fadholi, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi NasDem di sela-sela reses di Jawa Tengah, ketika dihubungi dari Jakarta, Jumat 13 Maret 2020.

Meskipun pemerintah belum berencana untuk mengambil opsi Lockdown, kata Fadholi, justru kajian terkait protokol lockdown harus dilakukan dari sekarang, untuk memastikan aparat dan masyarakat siap dengan protokol tersebut sehingga Lockdown berjalan dengan efektif dan tidak malah mengeskalasi penyebaran Covid-19.

“Jangan sampai malah timbul kekacauan pada saat protokol Lockdown dijalankan,” kata Legislator NasDem itu.

Sebagaimana diketahui di beberapa negara yang terdampak Covid-19 telah menerapkan protokol Lockdown untuk mencegah penyebaran lebih parah. Selain Cina, Pemerintah Italia, Filipina, Irlandia dan Denmark sudah menerapkan protokol Lockdown meskipun dengan cakupan yang berbeda. Amerika Serikat sendiri saat ini, walaupun belum menjalankan Lockdown, sudah ada kebijakan untuk membatasi ruang gerak publik dengan menghentikan sementara Liga Basket NBA, dan menghentikan seluruh penerbangan dari Eropa.

“Pembatasan ruang publik ini menjadi langkah awal sebelum menerapkan protokol Lockdown, dimana pergerakan manusia mulai dibatasi dari anak sekolah, hingga pegawai kantor yang disarankan bekerja dari rumah, sehingga akan meminimalkan potensi penyebaran Covid-19 ini,” katanya.

Walaupun begitu, Fadholi mengapresiasi pemerintah yang tanggap dalam menginformasikan perkembangan Covid-19.

“Namun perlu diingat, informasi perkembangan itu sendiri juga dapat membuat masyarakat panik, lebih baik segera dikaji protokol Lockdown sebelum terlambat agar implementasinya menjadi matang,” ungkapnya. (dan)

BERITA KHUSUS

Muhibah Budaya Jalur Rempah Ditutup dengan Meriah

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Wakil Gubernur (Wabup) Emil Elistianto Dardak resmi menutup rangkai kegiatan Muhibah Jalur Rempah di halaman di Rumah Rakyat (Rumah Dinas...

BERITA TERBARU

Bolehkah Niat Puasa Dzulhijjah Digabung dengan Qadha Ramadan?

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Niat puasa Dzulhijjah dapat dilafalkan pada pagi atau siang hari setelah waktu fajar selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa....

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Pemerintah sebaiknya menyiapkan langkah konkrit untuk mencegah penyebaran Covid-19 termasuk kemungkinan menerapkan kebijakan lockdown.

"Beberapa negara cepat tanggap menjalankan opsi kebijakan hingga Lockdown. Sebaiknya pemerintah melakukan kajiannya dari sekarang soal opsi lockdown itu," ujar Fadholi, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi NasDem di sela-sela reses di Jawa Tengah, ketika dihubungi dari Jakarta, Jumat 13 Maret 2020.

Meskipun pemerintah belum berencana untuk mengambil opsi Lockdown, kata Fadholi, justru kajian terkait protokol lockdown harus dilakukan dari sekarang, untuk memastikan aparat dan masyarakat siap dengan protokol tersebut sehingga Lockdown berjalan dengan efektif dan tidak malah mengeskalasi penyebaran Covid-19.

"Jangan sampai malah timbul kekacauan pada saat protokol Lockdown dijalankan," kata Legislator NasDem itu.

Sebagaimana diketahui di beberapa negara yang terdampak Covid-19 telah menerapkan protokol Lockdown untuk mencegah penyebaran lebih parah. Selain Cina, Pemerintah Italia, Filipina, Irlandia dan Denmark sudah menerapkan protokol Lockdown meskipun dengan cakupan yang berbeda. Amerika Serikat sendiri saat ini, walaupun belum menjalankan Lockdown, sudah ada kebijakan untuk membatasi ruang gerak publik dengan menghentikan sementara Liga Basket NBA, dan menghentikan seluruh penerbangan dari Eropa.

"Pembatasan ruang publik ini menjadi langkah awal sebelum menerapkan protokol Lockdown, dimana pergerakan manusia mulai dibatasi dari anak sekolah, hingga pegawai kantor yang disarankan bekerja dari rumah, sehingga akan meminimalkan potensi penyebaran Covid-19 ini," katanya.

Walaupun begitu, Fadholi mengapresiasi pemerintah yang tanggap dalam menginformasikan perkembangan Covid-19.

"Namun perlu diingat, informasi perkembangan itu sendiri juga dapat membuat masyarakat panik, lebih baik segera dikaji protokol Lockdown sebelum terlambat agar implementasinya menjadi matang," ungkapnya. (dan)