Kamis, September 29, 2022
BerandaNewsMetropolitanLPIPB Apresiasi Capaian Kinerja BUMN

LPIPB Apresiasi Capaian Kinerja BUMN

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Ilmu Politik Bangsa (LPIPB) Monisyah mengapresiasi lonjakan laba bersih yang diraih BUMN sebesar Rp26,35 triliun atau 356 persen (yoy) pada semester I 2021.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Tentu kita bangga dengan kinerja BUMN saat ini. Terlebih di tengah kondisi perekonomian yang kurang baik lantaran diterpa pandemi COVID-19,” kata Monisyah dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

BACA JUGA : Wamen BUMN II Berharap Holding UMi Percepat Literasi Keuangan Pedesaan

Menurut Monisyah, hampir semua negara di dunia mengalami penurunan kerja ekonomi dan tercatat minus. Namun melihat kenaikan drastis laba bersih BUMN di semester I 2021, memberikan harapan dan optimisme. Bahwa Indonesia akan sanggup keluar dari krisis serta ekonomi bisa kembali normal.

Faktor pendorong naiknya laba bersih, lanjutnya, juga karena penempatan personil yang tepat, baik di jajaran komisaris maupun direksi. Selain juga suasana kerja harmonis yang terus dibangun. Disamping itu koordinasi dan pengontrolan yang dibangun Kementerian BUMN turut andil di dalamnya.

BACA JUGA : Ketika Jokowi Jengkel ke BUMN Sektor Gula, Begini Kata Erick Tohir

“Semua pihak memang harus sama-sama memberi sumbangsih bagi peningkatan kinerja BUMN,” kata Caretaker DPN Seknas Jokowi ini.

Guna mendukung kinerja BUMN akan lebih cemerlang, kata dia, masyarakat juga harus memberi kontribusi dengan selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan ikut vaksinasi.

BACA JUGA : Dompet Digital BUMN Link Aja Dorong Inklusi Digital UMKM

“Dengan selalu menerapkan prokes dan ikut vaksinasi, rakyat juga andil dalam mendukung kinerja BUMN,” imbuhnya.

Sebelumnya Erick Thohir Menteri BUMN menyebutkan secara rinci BUMN di sektor energi menyumbang pendapatan sebesar Rp60 triliun atau naik 13 persen pada semester I 2021 (yoy). Pendapatan dari BUMN jasa keuangan sebesar Rp13,7 triliun atau naik 7 persen (yoy).

BACA JUGA : RNI: Presiden Joko Widodo Tandatangani Penggabungan BUMN Pangan

Sektor pertambangan membukukan pendapatan sebesar Rp9,94 triliun atau meningkat 34 persen (yoy). Lalu, sektor kesehatan meraih pendapatan Rp9,48 triliun atau naik 163 persen (yoy), sektor manufaktur Rp7,97 triliun atau naik 55 persen (yoy), sektor perkebunan dan kehutanan Rp6,28 triliun atau naik 37 persen (yoy).

Pendapatan BUMN di sektor asuransi sebesar Rp2,84 triliun atau naik 13 persen (yoy), sektor telekomunikasi Rp 2,62 triliun atau naik 4 persen (yoy), pupuk Rp1,02 triliun atau naik 2 persen (yoy). Kemudian, sektor logistik Rp643 miliar atau naik 2 persen (yoy) dan namco Rp507 miliar atau naik 12 persen (yoy).(lal)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Kalau Pandemi Sudah Tidak Ada, Biaya Pasien COVID Ditanggung Siapa?

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Dunia diyakini tengah menghitung waktu menuju akhir pandemi COVID-19. Kementerian Kesehatan RI menyebut, kelak pandemi COVID-19 telah dinyatakan selesai dan...