Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaNewsMetropolitanKunjungi BRSDM,, Menteri Kelautan Perancis Apresiasi Kerjasama Riset Kelautan RI

Kunjungi BRSDM,, Menteri Kelautan Perancis Apresiasi Kerjasama Riset Kelautan RI


- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY. COM – JAKARTA
Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendapat kunjungan Menteri Kelautan Prancis, Annick Girrardin Kamis (10/6/2021) kemarin.

Dalam kunjungan tersebut Menteri Kelautan Prancis dan rombongan diterima langsung oleh Kepala BRSDM Sjarief Widjaja dan jajarannya di Kantor
BRSDM, Ancol, Jakarta Utara.

Di kesempatan tersebut menteri Annick menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama yang telah dilakukan BRSDM dengan mitra Prancis.

Disamping itu juga dirinya mengaku , sangat senang melihat kerja sama riset yang dipamerkan pada saat acara berlangsung.

“Saya merasa senang sekali bisa hadir di lembaga ini. Prancis adalah merupakan negara dengan ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif) terbesar di dunia dan Indonesia negara kepulauan terbesar di dunia dengan ZEE yang luas. (Kerja sama) ini merupakan kepentingan untuk Indonesia dan Prancis yang mengupayakan perlindungan kelestarian laut. Oleh karenanya, ini menjadi tantangan terbesar untuk menangani polusi laut, termasuk sampah plastik yang menjadi permasalahan terbesar,” ujarnya.

Tidak hanya itu Dia, Menteri Annick mengapresiasi upaya Indonesia untuk mengurangi sampah plastik sekitar 70% sampai tahun 2025. Pihaknya siap membantu Indonesia untuk mencapai target tersebut melalui kegiatan Marine Debris Project.

“Sampah plastik harus dilawan dengan tidak memproduksi plastik. Hal ini tentu memerlukan berbagai pendekatan untuk melawan dan mengurangi plastik ini. Sampah plastik menjadi tantangan terbesar juga untuk Prancis. Dukungan Prancis untuk Indonesia tentu saja lebih luas dari kegiatan yang akan dilakukan (siang hari ini), termasuk perikanan dan pengelolaan sumber daya laut. Saya senang sekali bisa melihat apa yang sudah ada di Indonesia,” tutur Menteri Annick.

Ditempat yang sama, kepala BRSDM Sjarief Widjaja mengatakan jika dirinya merasa bahagia bahwa Atlas of Marine Debris hasil kerja sama ini dapat diluncurkan.

” Saya berharap untuk fase berikutnya kita dapat menekankan pada kebersamaan peneliti Indonesia dan Prancis dalam setiap tahapan project penelitian,” ujar Sjarief Widjaja.

Dikatakan pula, bahwa kerja sama BRSDM dengan IRD dan AFD telah terjalin sejak pertengahan tahun 2000 dimana sejumlah penelitian bersama di bidang pakan ikan dan produksi perikanan telah menghasilkan beberapa inovasi yang telah disaksikan oleh Menteri Annick dan Delegasi Prancis pada pameran di acara tersebut.

” Adapun kerja sama terbaru dan yang aktif dilakukan antara IRD dan BRSDM adalah riset dan peningkatan kapasitas terkait dampak penggunaan rumpon atau Fish Aggregating Device terhadap perikanan tuna dan pemantauan serta pemodelan sampah laut yang terinspirasi dari kepentingan bersama kedua negara dalam menemukan solusi praktis penanganan sampah laut,” tambahnya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Duta Besar Republik Prancis untuk Indonesia, Olivier Chambard; Kepala Kantor Kementerian Kelautan Prancis, Xavier Ducept; Kanselir Diplomatik Menteri Kelautan, Alexandra Bonnet; Economic Counsellor, Dominique Lebastard; Director AFD Indonesia, Emmanuel Baudran; Director IRD Indonesia Edmond Dounias; Director CLS Indonesia, J.B. Voisin, serta para Pejabat eselon II lingkup KKP.
(sir/aka)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Ojo Dibandingke Lagunya Dinyanyikan di Istana Merdeka, Abah Lala: Bangga, Alhamdulillah

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Lagu dangdut berjudul Ojo Dibandingke dinyanyikan di Istana Merdeka dalam peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia. Lagu tersebut dibawakan oleh...