Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaNewsMetropolitanKPK Panggil Delapan Saksi Kasus Suap Bansos

KPK Panggil Delapan Saksi Kasus Suap Bansos

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin, memanggil delapan saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.

BACA JUGA : KPK Panggil Saksi Pihak Swasta Terkait Kasus Suap Pengadaan Bansos – Nusadaily.com

“Delapan orang dipanggil sebagai saksi untuk tersangka MJS (Matheus Joko Santoso/Pejabat Pembuat Komitmen di Kementerian Sosial),” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, di Jakarta, Senin.

Mereka yang dipanggil, yaitu Bakti Pane dari pihak swasta/PT Dwi Inti Putra, Sahat Simanungkalit berprofesi notaris, Prospelany dari pihak swasta, Robert dari pihak swasta/PT Subur Jaya Gemilang, F Natalia Clara dari pihak swasta/PT Lestari Jayantha Nirmala, Surya dari pihak swasta/PT Kirana Catur Arjuna, Diyan Anggraini dari pihak swasta/Dirut PT Konsorsium Ekonomi Kerakyatan), dan Meri dari pihak swasta/PT Laras Makmur Sentosa.

Selain Matheus, KPK saat ini masih melakukan penyidikan untuk dua tersangka penerima suap lainnya. Yaitu mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara (JPB) dan Pejabat Pembuat Komitmen di Kementerian Sosial lainnya Adi Wahyono (AW).

BACA JUGA : IPW Pertanyakan Lambannya Proses Pemanggilan Dua Pejabat Terduga Korupsi Bansos Kemensos – Noktahmerah.com

Sedangkan pemberi suap adalah Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja yang saat ini sudah berstatus terdakwa.

Harry Van Sidabukke yang berprofesi sebagai konsultan hukum didakwa menyuap Juliari, Adi, dan Matheus sebesar Rp1,28 miliar. Karena membantu penunjukan PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude (MHS) sebagai penyedia bansos sembako COVID-19 sebanyak 1.519.256 paket.

Ardian Iskandar Maddanatja Didakwa Menyuap Juliari

Sedangkan Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja didakwa menyuap Juliari, Adi, dan Matheus senilai Rp1,95 miliar. Karena menunjuk Ardian melalui PT Tigapilar Agro Utama sebagai penyedia bansos sembako tahap 9, 10, tahap komunitas dan tahap 12 sebanyak 115.000 paket.

BACA JUGA : Staf Ahli Juliari Perintahkan PPK Hilangkan Barbuk Bansos – Beritaloka.com

Atas perbuatannya, Harry dan Ardian dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999. Sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (ros)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

PCR

Aturan Terbaru Perjalanan Udara Jawa-Bali, Wajib Tes PCR!

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Satuan Tugas COVID-19  menyampaikan pelaku perjalanan udara dari dan ke Pulau Jawa-Bali serta daerah PPKM level 3 dan 4 wajib menyertakan...