Jumat, Januari 21, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanPandemi COVID-19 Meningkatkan Kekhawatiran Soal Dampak Limbah Medis

Pandemi COVID-19 Meningkatkan Kekhawatiran Soal Dampak Limbah Medis

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Sejak temuan pertama kasus infeksi virus corona tipe baru pada awal Maret 2020. Pasien COVID-19 di Indonesia terus bertambah dan pada Sabtu, 18 April 2020 jumlahnya total mencapai 6.248 orang.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Seiring dengan bertambahnya jumlah kasus, pasien COVID-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit (RS) juga bertambah, kegiatan pemeriksaan pasien juga semakin banyak, limbah medis pun otomatis bertambah banyak.

Kekhawatiran pun muncul berkenaan dengan pengelolaan limbah medis. Kalau tidak dikelola dengan baik, limbah medis dari penanganan pasien dengan penyakit menular dikhawatirkan menjadi sumber penularan penyakit bagi pasien, petugas, dan masyarakat sekitar.

Apalagi virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 menular melalui droplet atau percikan cairan dari saluran pernafasan. 

Menurut penelitian ahli virus  dari National Institutes of Health Amerika Serikat dan Rocky Mountain Laboratorius Montana virus corona tipe baru tersebut dapat bertahan dalam droplet hingga tiga jam setelah terlepas ke udara.

Hasil penelitian yang diterbitkan di New England Journal of Medicine itu juga menunjukkan bahwa virus corona tersebut bisa bertahan di permukaan kardus selama 24 jam dan bertahan dua sampai tiga hari di permukaan plastik dan stainless steel.

Sekretaris Jenderal Perkumpulan Ahli Lingkungan Indonesia (Indonesia Environmental Scientis Association/IESA) Dr Lina Tri Mugi Astuti memperingatkan risiko terkait penambahan limbah infeksius seperti limbah medis dari penanganan pasien COVID-19.

Meningkatnya Limbah Medis

Studi kasus di China, negara pertama yang mengalami wabah COVID-19, memperlihatkan bahwa wabah akibat virus corona menyebabkan penambahan limbah medis dari 4.902,8 ton menjadi 6.066 ton per hari.

Lina mengatakan bahwa hal yang sama bisa terjadi di Indonesia. Berdasarkan perhitungan jumlah pasien terinfeksi dan limbah medis di China. Menurut dia, setiap pasien bisa menyumbang 14,3 kg limbah per hari saat wabah.

Meski bukan sepenuhnya berasal dari pasien, tapi juga dari tenaga medis yang menangani pasien. Angka itu bisa menjadi gambaran kasar potensi limbah medis selama wabah.

“Kita bisa bayangkan bagaimana di Indonesia,” kata Lina.

Menurut pemodelan kasus COVID-19 di Indonesia yang dibuat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Sekitar 600.000 orang akan membutuhkan perawatan intensif karena terserang penyakit yang menyerang sistem pernapasan itu. Jika langkah intervensi seperti karantina wilayah dan pemeriksaan massal dilakukan untuk mengendalikan penularan.

Dengan asumsi setiap pasien rata-rata menyumbang 14,3 kg per hari. Kalau ada 600.000 orang yang menjalani perawatan akibat infeksi virus corona. Maka akan ada penambahan hingga 8.580 ton per hari limbah medis, yang termasuk golongan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Peningkatan Libah Medis di RSPI Sulianti Suroso

Peningkatan volume limbah medis sudah terjadi di RSPI Sulianti Suroso Jakarta, RS rujukan nasional untuk penanganan COVID-19.

Pada awal 2020 RS itu mengolah 2.750 kg limbah medis dan alat pelindung diri (APD) menggunakan insinerator dan pada Maret 2020. RS mulai menangani pasien COVID-19, limbah medis yang masuk ke insinerator meningkat tajam menjadi sekitar 4.500 kg.

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) selain mengkhawatirkan potensi infeksi dari limbah medis yang tidak dikelola dengan baik. Juga mengkhawatirkan kemungkinan adanya pihak tidak bertanggung jawab yang ingin mencari keuntungan dari peningkatan volume limbah medis.

Anggota Kompartemen Manajemen Penunjang PERSI Muhammad Nasir mengemukakan kekhawatiran berkenaan dengan pemanfaatan kembali berupa APD.

“Jenis limbah APD yang dihasilkan dari pasien COVID-19 ini potensi selain infeksi, juga ada potensi dimanfaatkan kembali secara ilegal oleh oknum tak bertanggung jawab,” kata Nasir.

Nasir juga memperingatkan tentang potensi limbah medis dari penanganan pasien COVID-19 menjadi sumber penyebaran virus di lingkungan RS atau daerah tujuan pengangkutan dari fasilitas pelayanan kesehatan.

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily