Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsMetropolitanKetua Umum MUI: Umat Menunggu Kiprah MUI

Ketua Umum MUI: Umat Menunggu Kiprah MUI

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Ketua Umum MUI periode 2020-2025, KH Miftachul Akhyar, mengatakan umat dan masyarakat menunggu kiprah MUI kepengurusan baru untuk menghadapi berbagai tantangan keumatan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Lebih Dekat dengan Kiai Miftachul Akhyar, Ulama NU Pendorong Transparansi Pandemi, Kini Ketua MUI

“Umat sedang menunggu apa langkah kita,” kata Miftach di Jakarta, Jumat, sebelum menerima secara simbolis estafet kepemimpinan dari Ketua Umum MUI 2015-2020 KH Ma’ruf Amin.

Ia mengatakan menjadi ketua umum bukan berarti lebih baik dari figur lainnya. Pimpinan tertinggi MUI juga merupakan amanah yang besar sekaligus memikul beban yang berat.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu mengatakan salah satu tantangan umat yang harus diatasi adalah di era teknologi saat ini terjadi banyak ketidakpastian.

Ketidakpastian, kata dia, memicu umat berada di tengah kegamangan tujuan hidup sebagaimana diramalkan Rasulullah Muhammad SAW. Rasulullah menyebut ketidakpastian juga menjadi penanda datangnya kiamat.

“Rasulullah pernah menyatakan, hari itu sudah diramalkan Rasulullah, kiamat belum diselenggarakan sebagai penutup kehidupan dunia. Sampai suatu massa seseorang tidak tahu motivasi apa kehidupannya, apa penggeraknya, apa penyebabnya,” kata dia.

“Dia hanya ikut dan terpengaruh situasi dan kondisi. Seseorang membunuh tapi dia tidak tahu motivasinya, yang terbunuh juga tidak tahu sebabnya dia dibunuh,” katanya.

BACA JUGA: Ceramah Habib Rizieq soal Ancaman Penggal Kepala Penghina Ulama, Viral!

Miftach mengatakan Rasulullah menyebut zaman ketidakpastian itu terjadi gonjang-ganjing dengan menipisnya batas kebenaran dan kebatilan, tidak ada upaya masyarakat mengklarifikasi isu, hoaks bertebaran, fitnah dianggap sunah dan lainnya.

“Maka sangat berat tugas ulama. Sungguh mulia tugas yang mewarisi (Nabi Muhammad) dan diwarisi (ulama),” kata dia merujuk kehadiran nabi dan ulama untuk menjaga umat. (ian)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Fokus Permata-Kupang Gelar Paskah dan Pekan Penerimaan Anggota Baru 2022

NUSADAILY.COM - KUPANG - Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Mahasiswa Asal Tabundung (Fokus Permata)-Kupang melaksanakan Paskah dan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB), di selenggarakan selama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Ketua Umum MUI periode 2020-2025, KH Miftachul Akhyar, mengatakan umat dan masyarakat menunggu kiprah MUI kepengurusan baru untuk menghadapi berbagai tantangan keumatan.

BACA JUGA: Lebih Dekat dengan Kiai Miftachul Akhyar, Ulama NU Pendorong Transparansi Pandemi, Kini Ketua MUI

"Umat sedang menunggu apa langkah kita," kata Miftach di Jakarta, Jumat, sebelum menerima secara simbolis estafet kepemimpinan dari Ketua Umum MUI 2015-2020 KH Ma'ruf Amin.

Ia mengatakan menjadi ketua umum bukan berarti lebih baik dari figur lainnya. Pimpinan tertinggi MUI juga merupakan amanah yang besar sekaligus memikul beban yang berat.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu mengatakan salah satu tantangan umat yang harus diatasi adalah di era teknologi saat ini terjadi banyak ketidakpastian.

Ketidakpastian, kata dia, memicu umat berada di tengah kegamangan tujuan hidup sebagaimana diramalkan Rasulullah Muhammad SAW. Rasulullah menyebut ketidakpastian juga menjadi penanda datangnya kiamat.

"Rasulullah pernah menyatakan, hari itu sudah diramalkan Rasulullah, kiamat belum diselenggarakan sebagai penutup kehidupan dunia. Sampai suatu massa seseorang tidak tahu motivasi apa kehidupannya, apa penggeraknya, apa penyebabnya," kata dia.

"Dia hanya ikut dan terpengaruh situasi dan kondisi. Seseorang membunuh tapi dia tidak tahu motivasinya, yang terbunuh juga tidak tahu sebabnya dia dibunuh," katanya.

BACA JUGA: Ceramah Habib Rizieq soal Ancaman Penggal Kepala Penghina Ulama, Viral!

Miftach mengatakan Rasulullah menyebut zaman ketidakpastian itu terjadi gonjang-ganjing dengan menipisnya batas kebenaran dan kebatilan, tidak ada upaya masyarakat mengklarifikasi isu, hoaks bertebaran, fitnah dianggap sunah dan lainnya.

"Maka sangat berat tugas ulama. Sungguh mulia tugas yang mewarisi (Nabi Muhammad) dan diwarisi (ulama)," kata dia merujuk kehadiran nabi dan ulama untuk menjaga umat. (ian)