Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsMetropolitanKetika Paru-paru Dunia Mulai Terkikis, Begini Kata Kaka Slank

Ketika Paru-paru Dunia Mulai Terkikis, Begini Kata Kaka Slank

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Akhadi Wira Satriaji atau yang akrab disapa Kaka vokalis Slank, meminta penebangan hutan di Papua disetop.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kaka mengatakan hutan Papua yang disebut sebagai paru-paru dunia kini mulai terkikis.

“Banyak yang bilang paru-paru dunia itu ada di Amerika Selatan dan di Indonesia, salah satunya di Papua. Dan dua-duanya terkikis,” kata Kaka usai melihat hutan Papua yang terbentang dari Merauke hingga Jayapura dari udara, di Sentani, Jayapura, Rabu (22/9).

Kaka mengatakan yang bisa menjaga hutan Papua adalah masyarakat Indonesia sendiri. Menurutnya, aktivitas pembukaan lahan dan hutan di Bumi Cendrawasih harus segera dihentikan.

“Maksudnya disetop, dicukupkan sekarang juga,” ujarnya.

BACA JUGA: Slankers Day Dirayakan dengan Doa Bersama Lintas Iman Secara Daring



Kaka mengaku ini kali pertama melihat tutupan hutan di Papua dari dekat lewat udara. Selama hampir empat jam, ia melihat secara langsung kondisi hutan yang membentang dari Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Keerom, hingga Jayapura.

Sementara itu, CEO Yayasan EcoNusa, Bustar Maitar mengatakan kegiatan melihat tutupan hutan menjadi hal rutin yang mereka lakukan untuk mengetahui kondisi aktual di lapangan.

Dalam penerbangan berjam-jam itu, terlihat sebagian besar hutan masih lebat. Namun, kata Bustar, kondisi ini bisa berubah lantaran akan ada proyek food estate dan perluasan perkebunan kelapa sawit yang dialokasikan sampai dua juta hektare di Merauke.

“Kebayang kalau itu semua dibuka, emisi yang akan keluar dari hutan-hutan itu akan besar sekali,” kata Bustar.

Bustar menyebut hutan tersebut menjadi rumah masyarakat-masyarakat adat. Mereka menjadikan hutan sebagai sumber penting penghidupannya.

BACA JUGA: Mantan Kepala Bekraf dan Kawan Musisi Kompak Dukung Abdee “Slank” Jadi Komisaris Telkom



Dikhawatirkan, katanya, jika pembukaan terjadi akan memicu kerusakan hutan besar-besaran. Masyarakat di Merauke hingga Boven Digoel belum tentu akan menerima manfaat secara langsung.

BACA JUGA: Slank Gelar Konser Virtual Jumat Ini



Kaka Slank merupakan salah satu musisi yang aktif dalam mengampanyekan masalah lingkungan hidup. Beberapa waktu lalu, Kaka mengaku menyebut sedang bertahap untuk membiasakan diri mengurangi pemakaian alias ‘diet’ plastik.

BACA JUGA: Mantan Kepala Bekraf dan Kawan Musisi Kompak Dukung Abdee “Slank” Jadi Komisaris Telkom



“Saya saat ini juga bukan orang benar-benar yang berhenti gunakan plastik. Tapi bertahap sudah saya biasakan tidak lagi segala sesuatu menggunakan plastik,” kata Kaka.(han)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Akhadi Wira Satriaji atau yang akrab disapa Kaka vokalis Slank, meminta penebangan hutan di Papua disetop.

Kaka mengatakan hutan Papua yang disebut sebagai paru-paru dunia kini mulai terkikis.

"Banyak yang bilang paru-paru dunia itu ada di Amerika Selatan dan di Indonesia, salah satunya di Papua. Dan dua-duanya terkikis," kata Kaka usai melihat hutan Papua yang terbentang dari Merauke hingga Jayapura dari udara, di Sentani, Jayapura, Rabu (22/9).

Kaka mengatakan yang bisa menjaga hutan Papua adalah masyarakat Indonesia sendiri. Menurutnya, aktivitas pembukaan lahan dan hutan di Bumi Cendrawasih harus segera dihentikan.

"Maksudnya disetop, dicukupkan sekarang juga," ujarnya.

BACA JUGA: Slankers Day Dirayakan dengan Doa Bersama Lintas Iman Secara Daring



Kaka mengaku ini kali pertama melihat tutupan hutan di Papua dari dekat lewat udara. Selama hampir empat jam, ia melihat secara langsung kondisi hutan yang membentang dari Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Keerom, hingga Jayapura.

Sementara itu, CEO Yayasan EcoNusa, Bustar Maitar mengatakan kegiatan melihat tutupan hutan menjadi hal rutin yang mereka lakukan untuk mengetahui kondisi aktual di lapangan.

Dalam penerbangan berjam-jam itu, terlihat sebagian besar hutan masih lebat. Namun, kata Bustar, kondisi ini bisa berubah lantaran akan ada proyek food estate dan perluasan perkebunan kelapa sawit yang dialokasikan sampai dua juta hektare di Merauke.

"Kebayang kalau itu semua dibuka, emisi yang akan keluar dari hutan-hutan itu akan besar sekali," kata Bustar.

Bustar menyebut hutan tersebut menjadi rumah masyarakat-masyarakat adat. Mereka menjadikan hutan sebagai sumber penting penghidupannya.

BACA JUGA: Mantan Kepala Bekraf dan Kawan Musisi Kompak Dukung Abdee “Slank” Jadi Komisaris Telkom



Dikhawatirkan, katanya, jika pembukaan terjadi akan memicu kerusakan hutan besar-besaran. Masyarakat di Merauke hingga Boven Digoel belum tentu akan menerima manfaat secara langsung.

BACA JUGA: Slank Gelar Konser Virtual Jumat Ini



Kaka Slank merupakan salah satu musisi yang aktif dalam mengampanyekan masalah lingkungan hidup. Beberapa waktu lalu, Kaka mengaku menyebut sedang bertahap untuk membiasakan diri mengurangi pemakaian alias 'diet' plastik.

BACA JUGA: Mantan Kepala Bekraf dan Kawan Musisi Kompak Dukung Abdee “Slank” Jadi Komisaris Telkom



"Saya saat ini juga bukan orang benar-benar yang berhenti gunakan plastik. Tapi bertahap sudah saya biasakan tidak lagi segala sesuatu menggunakan plastik," kata Kaka.(han)