Kamis, Mei 26, 2022
BerandaNewsMetropolitanKerangkeng Manusia Milik Bupati Langkat Diduga Hanya Kedok Belaka

Kerangkeng Manusia Milik Bupati Langkat Diduga Hanya Kedok Belaka

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Lembaga swadaya pemerhati buruh migran, Migrant Care menduga pernyataan yang menyebut bahwa kerangkeng di rumah Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin sebagai tempat rehabilitasi narkoba hanya kedok untuk menghindari hukuman.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Pengakuan Penghuni Kerangkeng Rumah Bupati Langkat, Ada Dugaan Perbudakan?

Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah menyebut sejauh ini pihak BNN belum membenarkan bahwa kerangkeng tersebut digunakan untuk keperluan rehabilitasi. Maka dari itu ia menilai kerangkeng tersebut memang digunakan untuk praktik perbudakan modern.

“BNN masih melakukan asesmen untuk pemulangan korban, artinya rehab narkoba itu kedok saja,” kata Anis saat dihubungi CNNIndonesia.com, dikutip Rabu (26/1).

BACA JUGA : Polisi Mukomuko Cegah Perseteruan Manusia dan Harimau

Anis mengatakan ada hukuman berat yang bakal menimpa pelaku praktik perbudakan modern. Menurut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), pelaku praktik perbudakan modern bisa dipenjara maksimal 15 tahun penjara dan denda minimal Rp120 juta maksimal Rp600 juta.

“Jadi kerangkeng itu tetap bentuk perbudakan modern, meski katanya buat rehabilitasi narkoba,” tutur Anis.

BACA JUGA : 2 Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Berisi 27 Orang

Sebelumnya Migrant Care menemukan kerangkeng manusia di rumah Terbit Rencana Perangin Angin. Kerangkeng yang ditemukan di halaman rumah bupati yang terjerat kasus korupsi tersebut diduga sebagai bentuk perbudakan modern.

Namun menurut Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, kerangkeng digunakan oleh Terbit untuk tempat rehabilitasi para pecandu narkoba yang sudah berlangsung selama 10 tahun. Meski demikian tempat tersebut tidak mengantongi izin.

BACA JUGA : Harimau Singkawang yang Lepas: Satu Ditembak Mati, Satu Dibius

Sementara Badan Narkotika Nasional (BNN) mengaku sedang melakukan asesmen guna mengambil keputusan pemindahan warga yang tinggal di kerangkeng tersebut. BNN bakal memutuskan apakah warga tersebut perlu direhabilitasi terkait narkoba atau dipulangkan kepada keluarga.(lal)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Nikahi Adik Presiden, Ketua MK Beri Mahar Jam Tangan hingga Alat Salat

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Ada yang menarik di pernikahan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman dengan adik Presiden Joko Widodo (Jokowi), Idayati. Ada mahar...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily