Rabu, September 28, 2022
BerandaNewsMetropolitanKenapa Gundukan Melintang di Jalan Disebut 'Polisi Tidur'? Ternyata Begini Awalnya

Kenapa Gundukan Melintang di Jalan Disebut ‘Polisi Tidur’? Ternyata Begini Awalnya

Istilah ‘polisi tidur’ pun diakui dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga pada tahun 2001. Dalam KBBI, ‘polisi tidur’ artinya adalah permukaan bagian jalan yang ditinggikan melintang untuk memperlambat laju kendaraan. Biasanya ini banyak terpasang di jalan pemukiman, area private, parkiran, dan sekitar jalan tol.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Meski istilah ‘sleeping policeman’ atau ‘polisi tidur’ populer di Inggris, awalnya ‘polisi tidur’ dibuat oleh pekerja bangunan pada 1906 di New Jersey, Amerika Serikat.

Kala itu ‘polisi tidur’ dibuat dengan ketinggian mencapai 13 centimeter atau sekitar 5 inci. Namun ukuran tersebut dinilai kurang efisien dan sulit untuk dilewati kendaraan. Akhirnya desainnya terus diperbarui.

Hingga akhirnya, pada tahun 1950, rancangan ideal untuk speed bump ditemukan. Adalah pemenang nobel bidang elektromagnetik bernama Arthur Holly yang menemukan desain ‘polisi tidur’ terbaik dan masih digunakan di seluruh dunia saat ini.

Desain ‘polisi tidur’ milik Holly dipasang di jalanan Universitas Washington. Setelah tiga tahun berjalan, jalan-jalan umum di seluruh belahan dunia mulai mengaplikasikan ‘polisi tidur’ tersebut.

Bikin ‘polisi tidur’ Ada Aturannya

Nah membuat ‘polisi tidur’ di Indonesia sebetulnya tidak main-main. Ada aturan dan sederet ketentuan yang harus dipenuhi soal pembuatan ‘polisi tidur’.

Ketentuan pemasangan tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. PM 14 tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 82 tahun 2018 tentang Alat Pengendali dan Pengamanan Pengguna Jalan. Pemasangan alat pembatas kecepatan, dalam hal ini speed bump dibahas dalam pasal 40A mengenai ketentuan pemasangan alat pembatas kecepatan.

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Cerita Roy Citayam Fashion Week, Dulu Dapat Rp 5 Juta Sehari Kini Sepi Tawaran

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Citayam Fashion Week yang sempat menjadi fenomena kini tidak lagi eksis. Kawasan Dukuh Atas yang menjadi lokasi fashion show di...