Minggu, Juli 3, 2022
BerandaNewsMetropolitanKemenkes Larang Sinovac Jadi Dosis Satu di Luar Usia Anak

Kemenkes Larang Sinovac Jadi Dosis Satu di Luar Usia Anak

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan agar pemerintah daerah tidak lagi menggunakan vaksin virus corona (Covid-19) Sinovac sebagai merek vaksin yang dipakai untuk pemberian vaksinasi primer dosis satu.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Forkopimda Monitoring Pelaksanaan Vaksinasi Booster di Kabupaten Malang

Ketentuan itu termaktub dalam Surat Edaran Nomor SR.02.06/II/266/2021 yang diteken oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu pada 13 Januari lalu.

“Kami sampaikan bahwa vaksin Covid-19 jenis Sinovac hanya diperuntukkan bagi pelaksanaan vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun, dan untuk melengkapi vaksinasi dosis ke-2 usia 12 tahun ke atas. Sehingga pemberian dosis pertama vaksinasi primer di luar usia anak tidak diperbolehkan menggunakan vaksin Sinovac,” kata Maxi dikutip CNNIndonesia.com, Senin (17/1).

BACA JUGA : Pakar: Bisa Kurangi Risiko Gejala Omicron, BPOM Izinkan 5 Jenis Vaksin Booster

Maxi melanjutkan, upaya itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan stok vaksin Sinovac yang sementara ini menjadi satu-satunya pilihan vaksin Covid-19 untuk anak-anak berusia 6-11 tahun.

Ia juga menegaskan bahwa vaksinasi Covid-19 pada anak usia 6-11 tahun telah dimulai sejak 14 Desember 2021 lalu itu, untuk saat ini bisa dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia.

BACA JUGA : Satgas: Vaksinasi COVID-19 di Simeulue Capai 70 Persen

Sebelumya, vaksinasi anak dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, vaksinasi akan dilaksanakan di provinsi dan kabupaten/kota dengan kriteria cakupan vaksinasi dosis 1 di atas 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia di atas 60 persen. Saat itu, ada sekitar 8,9 juta jiwa dari 115 kabupaten/kota di 19 provinsi yang telah memenuhi kriteria tersebut.

“Kami sampaikan bahwa vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun telah dapat dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota,” ujar Maxi.(lal)

BERITA KHUSUS

Berkunjung ke Kota Batu, Sandiaga Uno Buka Workshop Minuman Kekinian Pelaku UMKM

NUSADAILY.COM-KOTA BATU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno berkunjung ke Balai Kota Among Tani, Kota Batu (Rabu, 29/6). Sandiaga membuka acara...

BERITA TERBARU

Polisi Imbau Pemotor Tak Pakai Sandal Jepit Saat Berkendara, Kalau Pengemudi Mobil Gimana?

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Beberapa waktu lalu muncul imbauan dari polisi kepada pengendara sepeda motor agar tidak menggunakan sandal jepit saat berkendara. Alasan dilarang...

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan agar pemerintah daerah tidak lagi menggunakan vaksin virus corona (Covid-19) Sinovac sebagai merek vaksin yang dipakai untuk pemberian vaksinasi primer dosis satu.

BACA JUGA : Forkopimda Monitoring Pelaksanaan Vaksinasi Booster di Kabupaten Malang

Ketentuan itu termaktub dalam Surat Edaran Nomor SR.02.06/II/266/2021 yang diteken oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu pada 13 Januari lalu.

"Kami sampaikan bahwa vaksin Covid-19 jenis Sinovac hanya diperuntukkan bagi pelaksanaan vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun, dan untuk melengkapi vaksinasi dosis ke-2 usia 12 tahun ke atas. Sehingga pemberian dosis pertama vaksinasi primer di luar usia anak tidak diperbolehkan menggunakan vaksin Sinovac," kata Maxi dikutip CNNIndonesia.com, Senin (17/1).

BACA JUGA : Pakar: Bisa Kurangi Risiko Gejala Omicron, BPOM Izinkan 5 Jenis Vaksin Booster

Maxi melanjutkan, upaya itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan stok vaksin Sinovac yang sementara ini menjadi satu-satunya pilihan vaksin Covid-19 untuk anak-anak berusia 6-11 tahun.

Ia juga menegaskan bahwa vaksinasi Covid-19 pada anak usia 6-11 tahun telah dimulai sejak 14 Desember 2021 lalu itu, untuk saat ini bisa dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia.

BACA JUGA : Satgas: Vaksinasi COVID-19 di Simeulue Capai 70 Persen

Sebelumya, vaksinasi anak dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, vaksinasi akan dilaksanakan di provinsi dan kabupaten/kota dengan kriteria cakupan vaksinasi dosis 1 di atas 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia di atas 60 persen. Saat itu, ada sekitar 8,9 juta jiwa dari 115 kabupaten/kota di 19 provinsi yang telah memenuhi kriteria tersebut.

"Kami sampaikan bahwa vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun telah dapat dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota," ujar Maxi.(lal)