Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsMetropolitanJadi Dubes di Korsel, Petinggi Sinar Mas Mau UMKM Indonesia Mendunia

Jadi Dubes di Korsel, Petinggi Sinar Mas Mau UMKM Indonesia Mendunia

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Managing Director Sinar Mas Gandi Sulistyanto, yang baru dilantik sebagai Duta Besar RI untuk Korea Selatan, mengaku ingin mendorong agar UMKM Indonesia bisa masuk rantai pasok global.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Sulis, sebagaimana ia kerap disapa, berkeinginan agar UMKM Indonesia terintegrasi menjadi rantai pasok yang andal dan mumpuni pada ekosistem perusahaan-perusahaan besar yang masuk dan berinvestasi di Indonesia.

“Memasukan UMKM lokal dalam rantai pasok telah dilakukan negara asal perusahaan besar itu sendiri. Ambil contoh apa yang dilakukan di Korea Selatan dimana perusahaan besar mengkoordinir supplier-supplier UMKM lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok dari produk EV (kendaraan listrik) misalnya,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

BACA JUGA: Berbagi saat Pandemi, AKRAB Salurkan Bansos untuk Pelaku UMKM Banyuwangi

Demi mewujudkan hal itu, Sulis mengaku telah berbicara dengan beberapa pemangku kepentingan termasuk Hyundai. Menurut dia, Hyundai telah siap menerapkan program rantai pasok seperti itu untuk UMKM Indonesia.

Pelaksanaan programnya akan disampaikan pada industri sembari melakukan pendampingan dan supervisi pada UMKM.

Hal itu agar produk UMKM yang dihasilkan terjamin baik sebagai bagian kualitas produk secara utuh.

“Bila sudah terlaksana nanti pastinya akan mengangkat kualitas jasa dan produksi dari UMKM Indonesia. Saat itu Pemerintah Indonesia bisa tinggal memonitor saja,” katanya.

BACA JUGA: Sebanyak 100 UMKM di Aceh Barat Dilatih Pengelolaan Kurangan Digital

Lebih lanjut, Sulis menyebut salah satu kunci keberhasilan yang tak terpisahkan untuk menjadikan UMKM sebagai rantai pasok industri adalah pendidikan vokasi.

Hal ini karena produk yang dihasilkan untuk mendukung rantai pasok adalah teknologi baru sehingga perlu SDM yang mumpuni.

Misalkan, kata Sulis, pada produk kendaraan listrik yang sarat akan teknologi baru serba komputerisasi. Termasuk sistem energi dari energi terbarukan sehingga membutuhkan SDM dengan keahlian baru.

Sebagai Dubes, Sulis akan menjadikan program vokasi sebagai salah satu program kerja utama dari sisi investasi. Sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi.

BACA JUGA: Pemrov DKI Apresiasi Kehadiran Kampus UMKM di Jakarta

Ia juga mengusulkan kepada Chairman Hyundai agar pihaknya membentuk politeknik vokasi dan lembaga setara SMK di Indonesia yang disambut baik oleh produsen mobil Korea tersebut.

Sesuai dengan pesan Presiden, Sulis akan bekerja keras agar kerja sama Indonesia-Korea bisa diperkuat dengan membawa investor sebanyak-banyaknya.

Melalui Indonesia Investment Authority (INA), investasi bisa masuk ke infrastruktur, begitu juga dengan investor lain di alat kesehatan dan obat-obat agar Indonesia tidak tergantung dengan impor.

Sulis berharap neraca perdagangan Indonesia nantinya setidaknya bisa lebih seimbang. Agar tidak hanya produk impor dari Korea saja yang masuk, sementara ekspor Indonesia ke sana masih terbatas.

BACA JUGA: Demy Yoker, Pedangdut Osing, Konsisten Nyanyi dengan Bahasa Daerahnya

“Salah satu tugas Dubes memang membuat trade balance itu positif buat Indonesia,” katanya.

Setibabya di Korsel nanti, Sulis memprioritaskan untuk bertemu dengan tokoh-tokoh Indonesia dan diaspora yang ada di sana. Peningkatan hubungan dagang dan investasi antara kedua negara menurutnya sangat besar, apalagi Indonesia juga sudah dikenal baik oleh Korsel.

“Indonesia seharusnya sudah dikenal disana, pasar drama terbesar kedua di dunia bagi mereka ya Indonesia. Begitu juga dengan K-Pop, Indonesia sudah terkenal menjadi pasar di sana, jadi nanti juga sebaliknya. Kita akan menjadikan mereka sebagai pasar untuk produk Indonesia,” tutup Sulis.(eky)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Managing Director Sinar Mas Gandi Sulistyanto, yang baru dilantik sebagai Duta Besar RI untuk Korea Selatan, mengaku ingin mendorong agar UMKM Indonesia bisa masuk rantai pasok global.

Sulis, sebagaimana ia kerap disapa, berkeinginan agar UMKM Indonesia terintegrasi menjadi rantai pasok yang andal dan mumpuni pada ekosistem perusahaan-perusahaan besar yang masuk dan berinvestasi di Indonesia.

"Memasukan UMKM lokal dalam rantai pasok telah dilakukan negara asal perusahaan besar itu sendiri. Ambil contoh apa yang dilakukan di Korea Selatan dimana perusahaan besar mengkoordinir supplier-supplier UMKM lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok dari produk EV (kendaraan listrik) misalnya," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

BACA JUGA: Berbagi saat Pandemi, AKRAB Salurkan Bansos untuk Pelaku UMKM Banyuwangi

Demi mewujudkan hal itu, Sulis mengaku telah berbicara dengan beberapa pemangku kepentingan termasuk Hyundai. Menurut dia, Hyundai telah siap menerapkan program rantai pasok seperti itu untuk UMKM Indonesia.

Pelaksanaan programnya akan disampaikan pada industri sembari melakukan pendampingan dan supervisi pada UMKM.

Hal itu agar produk UMKM yang dihasilkan terjamin baik sebagai bagian kualitas produk secara utuh.

"Bila sudah terlaksana nanti pastinya akan mengangkat kualitas jasa dan produksi dari UMKM Indonesia. Saat itu Pemerintah Indonesia bisa tinggal memonitor saja," katanya.

BACA JUGA: Sebanyak 100 UMKM di Aceh Barat Dilatih Pengelolaan Kurangan Digital

Lebih lanjut, Sulis menyebut salah satu kunci keberhasilan yang tak terpisahkan untuk menjadikan UMKM sebagai rantai pasok industri adalah pendidikan vokasi.

Hal ini karena produk yang dihasilkan untuk mendukung rantai pasok adalah teknologi baru sehingga perlu SDM yang mumpuni.

Misalkan, kata Sulis, pada produk kendaraan listrik yang sarat akan teknologi baru serba komputerisasi. Termasuk sistem energi dari energi terbarukan sehingga membutuhkan SDM dengan keahlian baru.

Sebagai Dubes, Sulis akan menjadikan program vokasi sebagai salah satu program kerja utama dari sisi investasi. Sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi.

BACA JUGA: Pemrov DKI Apresiasi Kehadiran Kampus UMKM di Jakarta

Ia juga mengusulkan kepada Chairman Hyundai agar pihaknya membentuk politeknik vokasi dan lembaga setara SMK di Indonesia yang disambut baik oleh produsen mobil Korea tersebut.

Sesuai dengan pesan Presiden, Sulis akan bekerja keras agar kerja sama Indonesia-Korea bisa diperkuat dengan membawa investor sebanyak-banyaknya.

Melalui Indonesia Investment Authority (INA), investasi bisa masuk ke infrastruktur, begitu juga dengan investor lain di alat kesehatan dan obat-obat agar Indonesia tidak tergantung dengan impor.

Sulis berharap neraca perdagangan Indonesia nantinya setidaknya bisa lebih seimbang. Agar tidak hanya produk impor dari Korea saja yang masuk, sementara ekspor Indonesia ke sana masih terbatas.

BACA JUGA: Demy Yoker, Pedangdut Osing, Konsisten Nyanyi dengan Bahasa Daerahnya

"Salah satu tugas Dubes memang membuat trade balance itu positif buat Indonesia," katanya.

Setibabya di Korsel nanti, Sulis memprioritaskan untuk bertemu dengan tokoh-tokoh Indonesia dan diaspora yang ada di sana. Peningkatan hubungan dagang dan investasi antara kedua negara menurutnya sangat besar, apalagi Indonesia juga sudah dikenal baik oleh Korsel.

"Indonesia seharusnya sudah dikenal disana, pasar drama terbesar kedua di dunia bagi mereka ya Indonesia. Begitu juga dengan K-Pop, Indonesia sudah terkenal menjadi pasar di sana, jadi nanti juga sebaliknya. Kita akan menjadikan mereka sebagai pasar untuk produk Indonesia," tutup Sulis.(eky)