Kamis, September 29, 2022
BerandaNewsMetropolitanIndra Kenz, Crazy Rich Medan Bakal Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Investasi Binomo

Indra Kenz, Crazy Rich Medan Bakal Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Investasi Binomo

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Crazy rich asal Medan, Indra Kenz, menjadi terlapor di Bareskrim Polri terkait kasus investasi bodong aplikasi Binomo yang ternyata masuk golongan judi online. Bareskrim akan segera memanggil Indra Kenz untuk diperiksa.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Duh! Ada 13 Perusahaan Keuangan Ilegal Palsukan Izin OJK

“Pasti kami akan periksa,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim, Brigjen Whisnu Hermawan saat dimintai konfirmasi, Jumat (11/2/2022).

Whisnu mengatakan kemungkinan pihaknya akan memeriksa Indra Kenz pekan depan. Sebab, polisi akan memeriksa sejumlah saksi ahli terlebih dahulu.

BACA JUGA : Bupati Sukamara Ingatkan Masyarakat Godaan Investasi Bodong

“Mungkin minggu depan. Tapi kami akan periksa saksi ahli dulu,” ucapnya.

Selain itu, Whisnu menyebut kasus investasi bodong aplikasi Binomo ini masih di tahap penyelidikan. Bareskrim juga akan meningkatkan kasus tersebut ke penyidikan minggu depan.

“Masih penyelidikan. Minggu depan kita tingkatkan ke penyidikan,” katanya.

BACA JUGA : Investasi Bodong Terbongkar, Wanita Muda di Banyuwangi Lebaran di Tahanan

Korban Ingin Indra Kenz Segera Diperiksa

Terpisah, kuasa hukum korban Binomo, Finsensius Mendrofa, meminta terlapor dalam kasus ini, yakni Indra Kenz dan kawan-kawan, segera diperiksa. Dia berharap polisi menyita alat-alat bukti dalam kasus trading ilegal di aplikasi Binomo.

“Kami tinggal menunggu terlapor segera diperiksa supaya tidak menghilangkan barang bukti oleh terlapor kasus Binomo ini. Harapan kami bisa segera disita semua barang bukti yang terkait dalam trading ilegal Binomo ini,” ucap Finsensius.

BACA JUGA : Terjebak Investasi Bodong, Perangkat Desa Bulukerto Kota Batu Tersandung Korupsi ADD

Finsensius menjelaskan korban Binomo sudah menyerahkan barang bukti ke pihak Bareskrim dalam pemeriksaan kemarin. Dia turut mengapresiasi gerak cepat Bareskrim.

“Kami apresiasi gerak cepat Bareskrim karena semua 8 orang korban yang hadir di Bareskrim langsung diperiksa,” imbuhnya.

Sebelumnya, aplikasi Binomo yang dipromosikan crazy rich asal Medan Indra Kenz dilaporkan ke Bareskrim Polri. Polisi mengklasifikasikan Binomo masuk golongan judi online

BACA JUGA : Pesan Erick Thohir di Video Klip Satru 2 Denny Caknan

“Telah terjadi dugaan tindak pidana judi online dan/atau penyebaran berita bohong (hoax) melalui media elektronik dan/atau penipuan/perbuatan curang dan/atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh yang diduga dilakukan terlapor IK (Indra Kenz) dan kawan-kawan,” ujar Direktur Tindak Pidana Khusus, Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dimintai konfirmasi, Kamis (10/2), dilansir dari detik.com

Aplikasi Binomo

Whisnu menyampaikan Indra Kenz dan sejumlah orang yang juga dilaporkan ke Bareskrim Polri mempromosikan aplikasi Binomo sejak 2020. Indra Kenz disebut menjanjikan keuntungan sebesar 85% kepada setiap trader.

“Pada sekitar April 2020 dari aplikasi atau website Binomo telah menjanjikan keuntungan sebesar 80-85% dari nilai atau dana buka perdagangan yang ditentukan setiap trader atau korban,” tuturnya.(ros)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Tarif 4 Jalan Tol Ini Bakal Naik, Ada Tangerang-Merak hingga Pandaan-Malang

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Sebanyak empat jalan tol kelolaan PT Astra Infrastruktur bakal naik tarifnya dalam waktu dekat. Sebanyak empat ruas jalan tol tersebut...

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Crazy rich asal Medan, Indra Kenz, menjadi terlapor di Bareskrim Polri terkait kasus investasi bodong aplikasi Binomo yang ternyata masuk golongan judi online. Bareskrim akan segera memanggil Indra Kenz untuk diperiksa.

BACA JUGA : Duh! Ada 13 Perusahaan Keuangan Ilegal Palsukan Izin OJK

"Pasti kami akan periksa," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim, Brigjen Whisnu Hermawan saat dimintai konfirmasi, Jumat (11/2/2022).

Whisnu mengatakan kemungkinan pihaknya akan memeriksa Indra Kenz pekan depan. Sebab, polisi akan memeriksa sejumlah saksi ahli terlebih dahulu.

BACA JUGA : Bupati Sukamara Ingatkan Masyarakat Godaan Investasi Bodong

"Mungkin minggu depan. Tapi kami akan periksa saksi ahli dulu," ucapnya.

Selain itu, Whisnu menyebut kasus investasi bodong aplikasi Binomo ini masih di tahap penyelidikan. Bareskrim juga akan meningkatkan kasus tersebut ke penyidikan minggu depan.

"Masih penyelidikan. Minggu depan kita tingkatkan ke penyidikan," katanya.

BACA JUGA : Investasi Bodong Terbongkar, Wanita Muda di Banyuwangi Lebaran di Tahanan

Korban Ingin Indra Kenz Segera Diperiksa

Terpisah, kuasa hukum korban Binomo, Finsensius Mendrofa, meminta terlapor dalam kasus ini, yakni Indra Kenz dan kawan-kawan, segera diperiksa. Dia berharap polisi menyita alat-alat bukti dalam kasus trading ilegal di aplikasi Binomo.

"Kami tinggal menunggu terlapor segera diperiksa supaya tidak menghilangkan barang bukti oleh terlapor kasus Binomo ini. Harapan kami bisa segera disita semua barang bukti yang terkait dalam trading ilegal Binomo ini," ucap Finsensius.

BACA JUGA : Terjebak Investasi Bodong, Perangkat Desa Bulukerto Kota Batu Tersandung Korupsi ADD

Finsensius menjelaskan korban Binomo sudah menyerahkan barang bukti ke pihak Bareskrim dalam pemeriksaan kemarin. Dia turut mengapresiasi gerak cepat Bareskrim.

"Kami apresiasi gerak cepat Bareskrim karena semua 8 orang korban yang hadir di Bareskrim langsung diperiksa," imbuhnya.

Sebelumnya, aplikasi Binomo yang dipromosikan crazy rich asal Medan Indra Kenz dilaporkan ke Bareskrim Polri. Polisi mengklasifikasikan Binomo masuk golongan judi online

BACA JUGA : Pesan Erick Thohir di Video Klip Satru 2 Denny Caknan

"Telah terjadi dugaan tindak pidana judi online dan/atau penyebaran berita bohong (hoax) melalui media elektronik dan/atau penipuan/perbuatan curang dan/atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh yang diduga dilakukan terlapor IK (Indra Kenz) dan kawan-kawan," ujar Direktur Tindak Pidana Khusus, Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dimintai konfirmasi, Kamis (10/2), dilansir dari detik.com

Aplikasi Binomo

Whisnu menyampaikan Indra Kenz dan sejumlah orang yang juga dilaporkan ke Bareskrim Polri mempromosikan aplikasi Binomo sejak 2020. Indra Kenz disebut menjanjikan keuntungan sebesar 85% kepada setiap trader.

"Pada sekitar April 2020 dari aplikasi atau website Binomo telah menjanjikan keuntungan sebesar 80-85% dari nilai atau dana buka perdagangan yang ditentukan setiap trader atau korban," tuturnya.(ros)