Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsMetropolitanIbu Kota Harus Banget Pindah, Jakarta Mau Tenggelam?

Ibu Kota Harus Banget Pindah, Jakarta Mau Tenggelam?

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Proses pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) sudah selangkah lebih maju. Undang-Undang tentang Ibu Kota Negara (IKN) telah resmi dibuat.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, apa urgensinya dari pemindahan IKN ini?

BACA JUGA: Soroti Pemindahan Ibu Kota, HNW: UU IKN Tidak Mengakomodasi Aspirasi dari Rakyat

Buku Saku Pemindahan IKN yang dikeluarkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menjelaskan mengenai pentingnya pemindahan IKN. Salah satunya Jakarta yang sudah terancam tenggelam.

Melansir Buku Saku tersebut, Kamis (20/1/2022), wilayah Jakarta saat ini terancam bahaya banjir, gempa bumi dan tanah turun. Tercatat tanah turun di Jakarta mencapai 35-50 cm selama kurun waktu 2007-2017, dengan rata-rata penurunan muka air tanah 7,5-10 cm per tahun.

Dijelaskan juga sekitar 50% wilayah Jakarta memiliki tingkat keamanan banjir di bawah 10 tahunan, sementara ideal kota besar minimum 50 tahunan.

BACA JUGA: Hari Ini, DPR Akan Sahkan RUU Ibu Kota Negara Lewat Rapat Paripurna

Selain itu dari sisi kualitas air, 57% air waduk tercemar berat dan 61% air sungai juga tercemar berat. Dari sisi ketangguhan, terjadi kenaikkan muka air laut sebesar 25-50 cm pada tahun 2050.

BACA JUGA: Duh! Diramal Ada Ancaman Serius di Ibu Kota Baru RI

Wilayah Jakarta juga terancam oleh aktivitas gunung api, seperti gunung Krakatau dan gunung Gede. Ada juga potensi gempa bumi-tsunami megathrust Selatan di sekitar Jakarta, Jawa Barat dan Selat Sunda, serta gempa darat dari sesar baribis, sesar lembang, dan sesar cimandiri.

Alasan urgensi lainnya adalah sekitar 57% penduduk Indonesia terkonsentrasi di pulau Jawa dengan jumlah 150,18 juta jiwa. Hal itu juga mempengaruhi kontribusi ekonomi dari pulau Jawa terus menerus menjadi yang paling besar yakni 59% pada 2020.

BACA JUGA: Dorce Gamalama Dapat Bantuan dari Megawati

Pertumbuhan urbanisasi yang sangat tinggi juga berdampak pada kemacetan tinggi dan kualitas udara yang tidak sehat.

Menurut data UN 2013, Jakarta menempati peringkat ke-10 sebagai kota terpadat di dunia. Selain itu WEF pada 2017 mencatat Jakarta menduduki peringkat ke-9 sebagai kota terpadat di dunia dilansir dari detikcom.(eky)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Asyik Main Air Banjir, Bocah di Gresik Digigit Ular

NUSADAILY.COM – GRESIK  -  Ini peringatan bagi para orang tua agar menjaga anaknya saat bermain air. Karena ada kejadian saat sedang asyik bermain air...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily