Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanHimki: Industri Mebel dan Kerajinan RI Berpotensi Pimpin Pasar ASEAN

Himki: Industri Mebel dan Kerajinan RI Berpotensi Pimpin Pasar ASEAN

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY. COM – JAKARTA – Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) Abdul Sobur mengatakan bahwa industri mebel dan kerajinan Indonesia berpotensi memimpin di kawasan ASEAN jika dikelola secara baik.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Dengan ketersediaan bahan baku hasil hutan yang melimpah, sumber daya manusia yang terampil dalam jumlah besar, industri ini bisa menjadi industri yang tangguh,” kata Sobur lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

BACA JUGA: ASEAN Tolak Partispasi Junta Myanmar Dalam KTT Dengan China

Sobur menyampaikan industri mebel dan kerajinan sangat penting sebagai bantalan ekonomi yang kuat pada saat kondisi ekonomi tengah terhimpit. Salah satunya karena dampak pandemi COVID-19.

BACA JUGA: Pemerintah Tunggu Kepastian NPC Soal Tuan Rumah ASEAN Para Games

Industri mebel dan kerajinan, lanjut Sobur, bisa menjadi jalan keluar negara dalam penyerapan tenaga kerja.

BACA JUGA: PM China Usulkan Pendirian Lembaga Litbang Kesehatan Bersama ASEAN

“Sebab sampai saat ini industri mebel dan kerajinan tetap eksis. Dan menghasilkan devisa bagi negara di saat industri lain terkena imbas krisis. Industri ini kuat karena didukung oleh kandungan lokal yang cukup besar,” ujar Sobur.

BACA JUGA: Gansu Pererat Hubungan China-ASEAN

Diketahui, ekspor mebel dan kerajinan Indonesia mencatat kinerja positif di tengah pandemi global. Dengan lonjakan ekspor sebesar 35,41 persen pada semester I tahun ini, terutama ke pasar Amerika Serikat (AS).

BACA JUGA: Via Vallen Kenakan Pakaian Adat Bangka Belitung, Apakah Kode Pernikahan?

Pada semester I-2021 ekspor mebel dan kerajinan mencapai 1,687 miliar dolar AS, naik 35,41 persen dibandingkan periode yang sama 2020 sebesar 1,246 miliar dolar AS. Dengan kenaikan ekspor terbesar pada produk mebel sebesar 39,98 persen dan produk kerajinan naik 24,87 persen.

Naiknya permintaan dari AS itu merupakan pengaruh positif dari kebijakan stimulus fiskal di negara tersebut, yang mendongkrak pendapatan rumah tangga dan mendukung pengeluaran yang berkelanjutan untuk semua barang.(eky)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR