Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanHendra Subrata Tetangkap Setelah 10 Tahun Buron

Hendra Subrata Tetangkap Setelah 10 Tahun Buron

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Hendra Subrata, yang memiliki nama panggilan Anyi, terpidana kasus percobaan pembunuhan tiba di Indonesia setelah 10 tahun menjadi buronan sejak 2011 dan tinggal di Singapura.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Jejak kasus Hendra bermula sejak Maret 2008, atas upaya percobaan pembunuhan yang ia lakukan terhadap Herwanto Wibowo, seorang pengusaha properti. Atas tindakan Hendra, korban mengalami cacat permanen.

BACA JUGA : Bareskrim Polri: Ada Dua Tindak Pidana Adelin Lis Selama Buron – Nusadaily.com

Kapuspenkum Kejagung, Leonard Ebenezer Simanjuntak, mengatakan, pada 28 Januari 2009, Hendra dituntut 7 tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun, empat bulan bulan kemudian atau Mei 2009, Majelis Hakim hanya menjatuhkan vonis empat tahun bui.

“Dan putusan Pengadilan Negeri (Jakbar) Mei 2009, terpidana dinyatakan bersalah melakukan percobaan pembunuhan, dan dijatuhkan pidana penjara selama 4 tahun,” kata Leonard dalam pers konpers yang disiarkan langsung YouTube Kejagung RI, Sabtu (26/5) malam.

BACA JUGA : Penembakan di Texas Sebabkan 14 Orang Terluka, Satu Tersangka Buron – Imperiumdaily.com

Pada 25 Maret 2010, Hendra sempat mengajukan banding, namun ditolak oleh Pengadilan Tinggi Jakarta. Delapan bulan kemudian, atau pada 8 Oktober 2010, ia mengajukan kasasi namun kembali ditolak.

Ditolak di tingkat kasasi, Hendra kata Leonard, diketahui sempat dua kali mengajukan peninjauan kembali (PK), masing-masing pada 2011 dan 2015, namun keduanya ditolak. Sehingga dengan penolakan itu, perkara Hendra telah berkekuatan hukum tetap.

BACA JUGA : Kejati Sulsel Tangkap Buronan Korupsi Pengadaan Kapal Ikan Bulukumba – Noktahmerah.com

“Sehingga dengan penolakan PK tersebut perkara terpidana dinyatakan dengan berkekuatan hukum tetap,” kata Leonard.

Eksekusi Pengadilan Negeri

Namun ketika eksekusi hendak dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Hendra sudah tidak ada di kediaman atau di Indonesia sejak 2011. Ia diketahui pergi ke Singapura bersama istri.

Keberadaan Leonard di Singapura belakangan terendus pada 18 Februari 2021 saat ia melakukan perpanjangan paspor di KBRI.

KBRI mengkonfirmasi, Hendra telah mengganti nama di paspornya menjadi Endang Rifai. Atas dasar itu, petugas atase imigrasi KBRI Singapura mencurigai dan meneliti berkas yang diajukan buronan tersebut.

Jaksa Agung ST Burhanuddin disebut telah berkomunikasi dengan Duta Besar Singapura sejak 19 Februari lalu, untuk dapat membantu proses pemulangan Hendra. Semula, pemulangan akan dilakukan bersamaan dengan terpidana Adelin Lis usai tertangkap di Singapura lantaran kedapatan menggunakan paspor palsu.

“Terpidana ditemukan di Singapura saat akan memperpanjang paspor di KBRI Singapura, dan ditemukan terpidana menggunakan identitas atas nama Endang Rifai oleh atase keimigrasian KBRI Singapura,” katanya.

Setelah tiba di Indonesia, Hendra kini terancam akan menjalani masa 4 tahun bui merujuk hasil vonis terhadap dirinya di tingkat kasasi. Ia dinyatakan bersalah melanggar Pasal 338 KUHP juncto Pasal 53 ayat (1) KUHP.(han)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily