Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsEkonomiGus Ami: Pemerintah Mesti Lakukan Pendampingan Terhadap UMKM

Gus Ami: Pemerintah Mesti Lakukan Pendampingan Terhadap UMKM

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Gus Ami mengatakan, pentingnya mengaparesiasi kebijakan pemerintah membentuk Tim Pemulihan Ekonomi Nasional.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Sinergitas dengan semua komponen harus dilakukan. Tidak terkecuali UMKM. Anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional bagi koperasi dan UMKM mencapai Rp123 triliun. Dana itu dialokasikan untuk relaksasi, subsidi bunga kredit usaha rakyat serta program-program pemulihan ekonomi lainnya,” ujar Gus Ami dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Senin 27 Juli 2020.

Dijelaskannya, upaya mengangkat perekonomian melalui koperasi dan UMKM membutuhkan kerja sama pemerintah, pemerintah daerah dan swasta serta dilakukan melalui banyak pendekatan. Tidaklah cukup dengan bantuan pembiayaan saja. Dibutuhkan langkah yang komprehensif dan kebijakan yang tepat untuk dapat memanfaatkan dana yang cukup besar sehingga berdampak terhadap peningkatan ekonomi.

BACA JUGA: Pemprov DKI dan Jabar Ajukan Pinjaman Rp 16,5 Triliun untuk Pulihkan Ekonomi

“Pemerintah diharapkan membuat skema yang matang untuk membuka pemasaran dan pendampingan terhadap pelaku UMKM. Hal ini yang paling utama. Karena dapat mengatasi lesunya permintaan. Pemerintah daerah diharapkan bisa membuat kebijakan terobosan yang bisa mengatur pemasaran dan sirkulasi atau distribusi barang dari pelaku-pelaku UMKM. Pasar-pasar dapat difungsikan kembali dengan protokol Covid-19 yang ketat. Sehingga aktifitas ekonomi tidak menimbulkan penambahan jumlah orang yang terpapar. Hal ini mendesak diselesaikan untuk menggerakkan perekonomian,” ulas Gus Ami.

Selain itu, lanjutnya, dibutuhkan konsolidasi data UMKM kita. Sehingga memiliki data komplit UMKM Indonesia, mulai dari jenis usaha, status, dan data-data demografis lainnya. Dengan pendataan yang benar, makan jenis bantuan dan sasaran bantuan menjadi tepat sehingga menimbulkan efek terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Hal lainnya yang tidak kalah penting adalah memanfaatkan peluang, dan potensi ekonomi digital dan pendampingan terhadap UMKM. Pendampingan terhadap UMKM sehingga punya kemampuan bankable. Sekaligus memanfaatkan sistem online. Saat ini baru 8 juta, atau 12.5 persen, dari total 64 juta UMKM yang masuk ke market place.

Wakil Ketua DPR bidang Kokesra ini menerangkan pendampingan terhadap UMKM, meliputi aspek legalitas badan usaha, peningkatan kualitas produk, kualitas kemasan, sertifikaKasi produk, penyediaan jasa logistik (gudang dan pengiriman), serta akses terhadap pendanaan atau modal kerja.

Mengenai pendampingan, tambahnya juga bisa dilakukan dengan melakukan sinergitas program-program pemerintah lainnya, seperti bantuan langsung tunai (BLT) dan BLT Dana Desa, sehingga konsumsi rumah tangga bisa naik. Tanpa upaya merangsang konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah UMKM akan jalan ditempat.

“Pemerintah dan masyarakat dapat memberikan dukungan terhadap UMKM dengan memprioritaskan belanja barang-barang buatan dalam negeri. Kita mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia atau membeli produk-produk dalam negeri. Melalui gerakan ini akan menimbulkan multiple effect. UMKM bisa produksi, rakyat belanja dengan harga terjangkau dan pada akhirnya akan menggerakkan sektor ekonomi mikro,” pungkas Ketua Umum DPP PKB ini.(dan/lna)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Ditanya soal Raffi Ahmad Jika Beneran Selingkuh, Ini Jawaban Nagita Slavina

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Raffi Ahmad kembali menjadi pembicaraan hangat karena isu perselingkuhan dengan salah seorang karyawan RANS Entertainment, Mimi Bayuh. Keduanya tertangkap kamera...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily