Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanErick Thohir: Garuda Indonesia Akan Fokus pada Penerbangan Domestik

Erick Thohir: Garuda Indonesia Akan Fokus pada Penerbangan Domestik

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Garuda Indonesia akan fokus pada bisnis penerbangan domestik dengan melayani perjalanan masyarakat antarpulau di Tanah Air.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Indonesia ini negara kepulauan, jadi tidak mungkin orang Indonesia menuju pulau lain pakai kereta, pilihannya ada dua yaitu kapal laut atau penerbangan. Garuda dan Citilink akan fokus kepada pasar domestik, bukan pasar internasional,” kata Menteri Erick Thohir di Jakarta, Rabu.

BACA JUGA : Ekonomi Bali Masih Rawan, Fadel Muhammad Harap Penerbangan Internasional Dibuka dengan Prokes Ketat – Nusadaily.com

Erick Thohir merujuk database Garuda Indonesia yang didominasi penumpang tujuan daerah sebanyak 78 persen dengan pendapatan mencapai Rp1.400 triliun. Sementara jumlah penumpang tujuan luar negeri tercatat hanya 22 persen dengan perolehan Rp300 triliun.

Menurutnya, pembicaraan terkait perubahan bisnis Garuda Indonesia ke pasar domestik telah dilakukan pada November 2019 hingga Januari 2020, sebelum adanya pandemi COVID-19.

BACA JUGA : Citilink Melayani 36 Penerbangan Kargo – Imperiumdaily.com

“Sebelum COVID-19 sebanyak 78 persen turis adalah turis lokal sebanyak Rp1.400 triliun, turis asing hanya 22 persen Rp300 triliun,” kata Erick Thohir.

Aksi yang dilakukan pemerintah tersebut merupakan upaya untuk menyelamatkan Garuda Indonesia dari masalah finansial akibat kerugian yang dialami perseroan.

BACA JUGA : Larangan Mudik, Penerbangan ke NTT Distop Sementara – Noktahmerah.com

Garuda Indonesia tercatat memiliki utang sebesar 4,9 miliar dolar AS atau setara Rp70 triliun. Meningkat sekitar Rp1 triliun setiap bulan karena terus menunda pembayaran kepada pemasok.

Perusahaan juga tercatat memiliki arus kas negatif dan utang minus Rp41 triliun. Tumpukan utang tersebut disebabkan pendapatan perusahaan yang tidak bisa menutupi pengeluaran operasional.

Berdasarkan pendapatan Mei 2021, Garuda Indonesia hanya memperoleh sekitar 56 juta dolar AS dan dalam saat bersamaan harus membayar sewa pesawat 56 juta dolar AS, perawatan pesawat 20 juta dolar AS, bahan bakar avtur 20 juta dolar AS, dan gaji pegawai 20 juta dolar AS.(lal)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR