Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsMetropolitanDuh! PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 24 Januari

Duh! PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 24 Januari

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pemerintah kembali memperpanjang PPKM Jawa-Bali. PPKM diperpanjang selama satu pekan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Tok! Mendagri Resmi Terbitkan Instruksi PPKM Jawa-Bali

“Sampai tanggal 24,” kata Jodi Mahardi selaku juru bicara Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat dimintai konfirmasi, Senin (17/1/2022).

Namun Jodi belum membeberkan mengenai perubahan level PPKM setiap daerah. Informasi detail terkait PPKM bakal segera disampaikan.

BACA JUGA : Doddy Sudrajat Kunjungi Rumah Faisal, Ada Apa?

Seperti diketahui, pemerintah kembali menerapkan asesmen PPKM mingguan menyusul melonjaknya kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia. Asesmen PPKM level yang digelar setiap dua pekan sekali dihapus.

“Selain itu, pemerintah juga akan kembali melakukan asesmen PPKM yang dievaluasi setiap minggunya dan menghapus asesmen 2 minggu semata-mata untuk mengikuti perkembangan Omicron yang diprediksi meningkat sangat cepat ini,” kata Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam jumpa pers, Minggu (16/1).

BACA JUGA : PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Tiga Minggu Hingga 3 Januari 2022

Luhut menegaskan PPKM level masih menjadi pilihan kebijakan pemerintah dalam menangani kasus COVID-19 di Indonesia.

“Pemerintah hari ini akan terus melakukan pemantauan secara ketat terhadap perkembangan dan lonjakan kasus yang disebabkan oleh Omicron, dilansir dari detik.com

BACA JUGA : PPKM Jawa-Bali Kembali Diberlakukan Selama Dua Pekan

Hari ini saya menegaskan bahwa pemerintah tetap menggunakan PPKM level berbasis pengetatan sosial bagi masyarakat,” ujar Luhut.

Luhut juga menegaskan sistem kesehatan Indonesia sudah siap dalam menghadapi kenaikan kasus COVID-19. Kendati demikian, Luhut mengimbau masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan.

BACA JUGA : 3 Pedangdut Ini Masih Menyandang Status Janda Cantik, Siapa Saja?

“Perlu saya tegaskan sekali lagi bahwa pemerintah memastikan sistem kesehatan kita hari ini sudah cukup siap untuk menghadapi Omicron.

Namun langkah-langkah preventif yang berasal dari kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan merupakan kunci utama penekanan laju penyebaran kasus ini. Pemerintah siap, kalau masyarakat tidak siap, itu juga jadi masalah,” ujar Luhut.(ros)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Pemerintah kembali memperpanjang PPKM Jawa-Bali. PPKM diperpanjang selama satu pekan.

BACA JUGA : Tok! Mendagri Resmi Terbitkan Instruksi PPKM Jawa-Bali

"Sampai tanggal 24," kata Jodi Mahardi selaku juru bicara Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat dimintai konfirmasi, Senin (17/1/2022).

Namun Jodi belum membeberkan mengenai perubahan level PPKM setiap daerah. Informasi detail terkait PPKM bakal segera disampaikan.

BACA JUGA : Doddy Sudrajat Kunjungi Rumah Faisal, Ada Apa?

Seperti diketahui, pemerintah kembali menerapkan asesmen PPKM mingguan menyusul melonjaknya kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia. Asesmen PPKM level yang digelar setiap dua pekan sekali dihapus.

"Selain itu, pemerintah juga akan kembali melakukan asesmen PPKM yang dievaluasi setiap minggunya dan menghapus asesmen 2 minggu semata-mata untuk mengikuti perkembangan Omicron yang diprediksi meningkat sangat cepat ini," kata Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam jumpa pers, Minggu (16/1).

BACA JUGA : PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Tiga Minggu Hingga 3 Januari 2022

Luhut menegaskan PPKM level masih menjadi pilihan kebijakan pemerintah dalam menangani kasus COVID-19 di Indonesia.

"Pemerintah hari ini akan terus melakukan pemantauan secara ketat terhadap perkembangan dan lonjakan kasus yang disebabkan oleh Omicron, dilansir dari detik.com

BACA JUGA : PPKM Jawa-Bali Kembali Diberlakukan Selama Dua Pekan

Hari ini saya menegaskan bahwa pemerintah tetap menggunakan PPKM level berbasis pengetatan sosial bagi masyarakat," ujar Luhut.

Luhut juga menegaskan sistem kesehatan Indonesia sudah siap dalam menghadapi kenaikan kasus COVID-19. Kendati demikian, Luhut mengimbau masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan.

BACA JUGA : 3 Pedangdut Ini Masih Menyandang Status Janda Cantik, Siapa Saja?

"Perlu saya tegaskan sekali lagi bahwa pemerintah memastikan sistem kesehatan kita hari ini sudah cukup siap untuk menghadapi Omicron.

Namun langkah-langkah preventif yang berasal dari kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan merupakan kunci utama penekanan laju penyebaran kasus ini. Pemerintah siap, kalau masyarakat tidak siap, itu juga jadi masalah," ujar Luhut.(ros)