Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsMetropolitanDuet Prabowo-Jokowi Didorong di 2024, Senior PDIP: Aturan Memperbolehkan

Duet Prabowo-Jokowi Didorong di 2024, Senior PDIP: Aturan Memperbolehkan

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Sekretariat Bersama Prabowo-Jokowi mendeklarasikan dukungan untuk pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Joko Widodo (Jokowi) maju pada Pemilu 2024.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Politikus PDIP Hendrawan Supratikno menilai deklarasi tersebut boleh-boleh saja dilakukan.

BACA JUGA: Hasto Kristiyanto Enggan Tangapi soal Dukungan Duet Prabowo-Jokowi di Pilpres 2024

“Boleh, boleh saja. Deklarasi di alam demokrasi tak ada masalah,” kata Hendrawan saat dihubungi, Sabtu (15/1/2022).

Aturannya bagaimana? Hendrawan berpendapat Jokowi bisa mengajukan diri sebagai cawapres pada 2024.

Menurutnya, aturan yang ada di Pasal 7 UUD 1945 tentang dua periode hanya mengatur terkait jabatan yang sama, sedangkan Jokowi saat ini menjabat sebagai presiden.

BACA JUGA: Bagaimana Kedigdayaan Koalisi Golkar-PD-PKS dalam Pilpres 2024?

“Sejauh yang saya cermati, boleh, karena batasan dua periode di Pasal 7 UUD 1945 adalah ‘dalam jabatan yang sama’,” ujarnya.

Meski tidak jadi masalah, Hendrawan mengaku pesimistis wacana tersebut akan terlaksana.

BACA JUGA: Ini Alasan Pemilih Jokowi Jatuh Hati ke Prabowo di Pilpres 2024

Dia menyebut masyarakat saat ini cenderung berpolitik progresif, bukan regresif.

“Soal apakah pasar politik tertarik, itu hal lain. Saya cermati pasar politik cenderung progresif daripada regresif,” ucapnya.

BACA JUGA: Pasangan Prabowo-Puan di Pilpres 2024 Dinilai Sulit Menang

Meski begitu, dia menolak berandai-andai terkait wacana tersebut. “Kita tunggu saja tanpa berandai-andai,” imbuhnya.

BACA JUGA: Fantastis! Juragan 99 Menang Lelang Rolex Taqy Malik dengan Harga Rp 1,15 M

Sebelumnya, kelompok yang menamakan dirinya sebagai Sekber Prabowo-Jokowi mendorong dua tokoh nasional itu maju sebagai pasangan capres-cawapres Pemilu 2024. Mereka ingin Prabowo-Jokowi melanjutkan pembangunan Indonesia.

“Mendorong Prabowo Subianto, calon presiden, dan Joko Widodo, calon wakil presiden, sebagai bagian dari Kabinet Indonesia Maju Jilid II untuk maju dalam Pemilu 2024,” demikian bunyi deklarasi Sekber Prabowo-Jokowi yang disampaikan oleh Sekber lewat keterangan tertulis.(jib)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Sekretariat Bersama Prabowo-Jokowi mendeklarasikan dukungan untuk pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Joko Widodo (Jokowi) maju pada Pemilu 2024.

Politikus PDIP Hendrawan Supratikno menilai deklarasi tersebut boleh-boleh saja dilakukan.

BACA JUGA: Hasto Kristiyanto Enggan Tangapi soal Dukungan Duet Prabowo-Jokowi di Pilpres 2024

"Boleh, boleh saja. Deklarasi di alam demokrasi tak ada masalah," kata Hendrawan saat dihubungi, Sabtu (15/1/2022).

Aturannya bagaimana? Hendrawan berpendapat Jokowi bisa mengajukan diri sebagai cawapres pada 2024.

Menurutnya, aturan yang ada di Pasal 7 UUD 1945 tentang dua periode hanya mengatur terkait jabatan yang sama, sedangkan Jokowi saat ini menjabat sebagai presiden.

BACA JUGA: Bagaimana Kedigdayaan Koalisi Golkar-PD-PKS dalam Pilpres 2024?

"Sejauh yang saya cermati, boleh, karena batasan dua periode di Pasal 7 UUD 1945 adalah 'dalam jabatan yang sama'," ujarnya.

Meski tidak jadi masalah, Hendrawan mengaku pesimistis wacana tersebut akan terlaksana.

BACA JUGA: Ini Alasan Pemilih Jokowi Jatuh Hati ke Prabowo di Pilpres 2024

Dia menyebut masyarakat saat ini cenderung berpolitik progresif, bukan regresif.

"Soal apakah pasar politik tertarik, itu hal lain. Saya cermati pasar politik cenderung progresif daripada regresif," ucapnya.

BACA JUGA: Pasangan Prabowo-Puan di Pilpres 2024 Dinilai Sulit Menang

Meski begitu, dia menolak berandai-andai terkait wacana tersebut. "Kita tunggu saja tanpa berandai-andai," imbuhnya.

BACA JUGA: Fantastis! Juragan 99 Menang Lelang Rolex Taqy Malik dengan Harga Rp 1,15 M

Sebelumnya, kelompok yang menamakan dirinya sebagai Sekber Prabowo-Jokowi mendorong dua tokoh nasional itu maju sebagai pasangan capres-cawapres Pemilu 2024. Mereka ingin Prabowo-Jokowi melanjutkan pembangunan Indonesia.

"Mendorong Prabowo Subianto, calon presiden, dan Joko Widodo, calon wakil presiden, sebagai bagian dari Kabinet Indonesia Maju Jilid II untuk maju dalam Pemilu 2024," demikian bunyi deklarasi Sekber Prabowo-Jokowi yang disampaikan oleh Sekber lewat keterangan tertulis.(jib)