Minggu, Januari 23, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanDPRD Nilai Pembatalan PPKM Level 3 Momentum Pemulihan Ekonomi

DPRD Nilai Pembatalan PPKM Level 3 Momentum Pemulihan Ekonomi

NUSADAILY.COM – KOTA BOGOR – Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Said Muhammad Mohan menilai dari sektor pemulihan ekonomi pembatalan PPKM level 3 serentak pada libur Natal dan Tahun Baru bisa menjadi momentum pemulihan ekonomi bagi para pengusaha hotel, restoran, tempat wisata dan tempat hiburan untuk kembali meraup pendapatan. 

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Ya ini harus bisa jadi momentum juga bagi pemulihan ekonomi dari sektor pariwisata ya. Karena kita ini kan Kota Bogor adalah kota jasa. Sehingga kami berharap pembatalan PPKM level 3 bisa mendongkrak pendapatan dari sektor pariwisata,” ungkap Mohan di Kota Bogor, Selasa. 

BACA JUGA : Luhut Ajak Pengusaha Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi

Menurut Mohan, sektor-sektor pajak pariwisata itu pun akan memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bogor, yang tentu bisa digunakan untuk pembangunan Kota Bogor. 

Pembatalan PPKM level 3 pada libur Natal dan Tahun Baru mulai tanggal 24 Desember hingga 2 Januari 2022 telah diumumkan pemerintah, Senin, melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan tertulis di Jakarta akan digantikan dengan memberlakukan sejumlah pengetatan. 

BACA JUGA : Pesantren Menjadi Garda Terdepan Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

Kebijakan PPKM di masa Natal dan Tahun Bar akan dibuat lebih seimbang dengan disertai aktivitas testing dan tracing yang tetap digencarkan. Juga dengan pertimbangan capaian vaksinasi dalam satu bulan terakhir. 

Vaksinasi dosis 1 di Jawa-Bali pun sudah mencapai 76 persen dan dosis 2 yang mendekati 56 persen. Vaksinasi lansia terus digenjot hingga saat ini mencapai 64 dan 42 persen untuk dosis 1 dan 2 di Jawa Bali. 

BACA JUGA : Musrenbang RPJMD Surabaya Fokus Upaya Pemulihan Ekonomi

Terpisah, Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Lia Kania Dewi mengungkapkan. Untuk realisasi sektor pajak restoran saat ini sudah menyentuh Rp98 miliar dan pajak hotel Rp57 miliar. 

Sedangkan untuk sektor pajak hiburan masih jauh dari realisasi. Dimana pajak yang didapat hanya sebesar Rp5 miliar atau 25 persen dari capaian target. 

BACA JUGA : Melalui Expo Pariwisata, Disparta Kota Batu Pacu Pemulihan Ekonomi

Rendahnya pajak dari sektor hiburan ini diungkapkan oleh Lia dikarenakan tempat hiburan seperti bioskop, tempat hiburan air dan karaoke tutup selama pelaksanaan PPKM dari awal tahun hingga pertengahan tahun lalu. 

“Pajak hiburan memang rendah, karena memang kondisi PPKM sepanjang 2021. Tempat-tempat hiburan bioskop, Water Park Jungle dan karoke banyak beberapa bulan tutup dan kondisi sekarang karaoke juga masih low pendapatannya. Sehingga pajak hiburan diprediksi tidak bisa tercapai,” ujar Lia. 

Namun, dengan adanya pembatalan penerapan PPKM level 3, Lia optimistis masih bisa mendapatkan kontribusi dari pajak hiburan di sisa akhir tahun ini. 

“Realisasi pajak hiburan di Desember, paling nanti ada masuk, sehingga mudah-mudahan bisa sampai tingkat ketercapaian 30 persen,” ujarnya.(lal)

@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed