Kamis, September 29, 2022
BerandaNewsMetropolitanDPD RI Usul Tes PCR Dihapus, Sri Mulyani: Hidung Saya Bolongnya Lebih...

DPD RI Usul Tes PCR Dihapus, Sri Mulyani: Hidung Saya Bolongnya Lebih Gede

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berkelakar bahwa lubang hidungnya kemungkinan lebih besar karena sering dicolok buat keperluan tes PCR COVID-19. Hal itu untuk menjawab DPD RI yang meminta agar tes PCR dihapus.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Begini Kata Sri Mulyani soal Nasib Gedung Pemerintah di Jakarta Setelah Ibu Kota Pindah

“Cukup rapid aja gitu Bu karena kami besok mau ke Bengkulu nih Bu, nggak sampai 2 hari lah ditusuk lagi hidung, itu aja udah sakit gitu Bu,” kata Ketua Komite IV DPD RI Elviana dalam rapat kerja, Senin (24/1/2022).

“Saya ngerti banget orang saya hampir tiap hari ditusuk hidungnya juga. Jadi kalau mau ke DPR, DPD, ke presiden, saya tiap hari (ditusuk hidungnya). Jadi hidung saya bolongnya udah agak lebih gede kali hahaha,” kata Sri Mulyani diikuti ketawa peserta rapat.

BACA JUGA: Bambang Trihatmodjo Vs Sri Mulyani soal Utang Sea-Games, Siapa Paling Sakti?

Sri Mulyani menjelaskan tes PCR COVID-19 merupakan persoalan dalam pandemi global yang harus ada namanya minimum testing. Hal itu mengikuti standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

BACA JUGA: Melongok Skenario Luhut-Sri Mulyani Jika Corona Mengganas

“Jadi kita nggak boleh mengatakan Indonesia baik-baik aja, udah nggak ada COVID. Atau kalau sudah ada COVID kita cuma flu 2 hari nggak masuk rumah sakit. Karena ini adalah pandemi menyangkut kriteria global, maka memang penanganannya ada standar WHO,” jelasnya.

Meskipun ada yang diuntungkan dari situasi ini, dalam menangani pandemi COVID-19 disebut harus ada minimum testing, tracing, dan treatment agar Indonesia sebagai negara besar dipercaya oleh negara lain.

BACA JUGA: Aktor Cilik Matthew White Meninggal Dunia di Usia 12 Tahun

“Kalau negara Indonesia segede ini nggak punya sistem dan nggak mengikuti, nanti kredibilitas dan orang nggak percaya sama Indonesia bahwa data Indonesia yang kena cuma 1.000, belum tentu juga barangkali ada jutaan, kan kayak gitu,” imbuhnya seperti dikutip dari detikcom.(eky)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Kalau Pandemi Sudah Tidak Ada, Biaya Pasien COVID Ditanggung Siapa?

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Dunia diyakini tengah menghitung waktu menuju akhir pandemi COVID-19. Kementerian Kesehatan RI menyebut, kelak pandemi COVID-19 telah dinyatakan selesai dan...