Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaNewsMetropolitanDittipideksus Polri Buru Pembuat Dolar Amerika Palsu

Dittipideksus Polri Buru Pembuat Dolar Amerika Palsu

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri memburu pelaku dan tempat pembuatan dolar Amerika palsu. Setelah menangkap 16 tersangka pengedar┬ádi wilayah Jawa Barat dan Jabodetabek.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) Bareskrim Polri Kombes Pol Whisnu Hermawan, saat terkonfirmasi di Jakarta, Jumat (24/9). Mengatakan jaringan pengedar uang dolar Amerika palsu yang berhasil tertangkap pihaknya telah beroperasi selama kurang lebih satu tahun.

BACA JUGA:Kapolda Jatim: Mutasi Jabatan, Penyegaran Tubuh Organisasi Polri

“Kami dalami tempat pembuatnya, terduga tempatnya berada di Jawa Barat, anggota masih mendalami,” kata Hermawan.

Sebanyak sembilan orang tersangka pengedar uang dolar Amerika palsu tertangkap Dittipideksus Bareskrim Polri.

Jaringan pemalsuan mata uang asing ini kebanyakan mengedarkan uang palsunya di wilayah Jakarta-Bogor, dan Tangerang.

Dalam penangkapan tersebut, penyidik mengamankan barang bukti uang palsu sebanyak 28 lak. Dengan pecahan 100 dolar Amerika emisi 2009 dan emisi 2006.

Kasubdit MUSP (Uang Palsu) Dittipideksus Bareksrim Polri Kombes Pol Andri Sudarmadi menyebutkan pelaku pengedar uang asing palsu ini menggunakan beragam modus, salah satunya penggandaan uang.

Dalam mengungkap jaringan peredaran uang palsu ini, kata Andri, pihaknya berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Amerika.

“Selain itu, uang dolar Amerika palsu ini juga kita bawa ke Puslabfor Polri untuk mengetahui asli atau tidaknya, jelas terlihat ini palsu,” kata Andri.

BACA JUGA:Dolar AS Melemah Sementara Save Haven Yen Menguat

Menurut Andri, kendala untuk mengungkap tempat pembuatan mata uang asing palsu ini adalah pelaku yang tertangkap ‘pasang badan’ tidak membuka informasi kepada petugas.

Dalam pemeriksaan, tersangka memberikan keterangan ‘ngalor ngidul’, salah satunya menyebutkan mendapat dari neneknya yang datang.

“Itulah kendalanya, tapi ini tidak jadi kendala penyidik. Tim tetap lakukan pendalaman suatu saat pasti ketemu,” ujar Andri.

Adapun 16 pelaku pengedar uang palsu tersebut terjerat dengan Pasal 245 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(int5)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Gerakan Gempur Rokok Ilegal yang Digalakkan Bea Cukai Sasar Desa Olean

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Gerakan gempur rokok ilegal (GGRI) yang digalakkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Situbondo Bea Cukai Jember serta Kejari menyasar...