Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaNewsMetropolitanDiskumdag Kota Batu Mulai Pikirkan Kebutuhan Air di Tempat Relokasi Pedagang

Diskumdag Kota Batu Mulai Pikirkan Kebutuhan Air di Tempat Relokasi Pedagang

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Diskumdag Kota Batu berkordinasi dengan Perumdam Among Tirto. Hal itu membahas penyediaan kebutuhan air bersih bagi pedagang Pasar Induk Kota Batu yang terdampak relokasi. Kepala Diskumdag Kota Batu, Eko Suhartono menyampaikan, para pedagang rencananya akan direlokasi pada akhir Oktober ke tempat penampungan sementara yang berada di sekitar Stadion Brantas.

Hingga saat pihak rekanan masih menggarap kios-kios semi permanen yang diperuntukkan bagi pedagang. Di tempat relokasi juga disediakan 25 kamar kecil. Untuk memenuhi kebutuhan air akan memanfaatkan tandon air di Taman Hutan Kota Bondas. 

“Terpenting memenuhi kebutuhan air. Secara teknis ranahnya di PDAM. Selain air juga penyediaan instalasi listrik,” ujar Eko.

Direktur Perumdam Among Tirto Kota Batu, Edi Sunaedi menyampaikan, pemenuhan kebutuhan air yang paling memungkinkan dengan penempatan tandon di sekitar relokasi. Tarif pengisian air tersebut Rp 200 ribu per tandon air yang dibawa kendaraan Perumdam Among Tirto. 

Cara ini lebih menyingkat waktu dibandingkan dua opsi lainnya seperti pemasangan pipa baru yang didistribusikan dari Sumber Banyuning. Maupun opsi lainnya seperti penggunaan alat pompa. “Yang paling memungkinkan menggunakan tandon air. Namun kami menunggu keputusan dari pihak Pemkot Batu,” ujar Edi.

Edi menjelaskan, perlu penyambungan pipa jika mengambil air dari Sumber Banyuning. Pipa tambahan nantinya akan disambungkan ke jaringan pipa 8 dim berkapasitas 30 liter per detik. Jaringan pipa itu melintasi aliran anak Kali Brantas. “Kami butuh pipa baru lagi, maka solusi jangka panjang menanam pipa dari Banyuning sampai rest area Sidomulyo. Lalu ke tempat relokasi,” terang dia.

Hanya saja cara ini cukup memakan waktu untuk pemasangan pipa tambahan serta dihadapkan pada kendala elevasi tempat relokasi yang tergolong tinggi. Perumdam Among Tirto menegaskan belum mampu untuk melayani daerah Sultan Agung, di samping pipa yang kecil, elevasinya tinggi. Sebetulnya, ada saluran dari kawasan Jl Abdul Gani atas gang 4, namun ukuran pipanya 1 dim.

“Saat ini, saluran itu banyak digunakan oleh niaga, kalau ditambah 3000-an orang, tidak mampu. Dari beberapa opsi, maka yang memungkinkan memanfaatkan tandon, kami isi setiap hari untuk kebutuhan air,” ujarnya. (wok/wan)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

PCR

Aturan Terbaru Perjalanan Udara Jawa-Bali, Wajib Tes PCR!

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Satuan Tugas COVID-19  menyampaikan pelaku perjalanan udara dari dan ke Pulau Jawa-Bali serta daerah PPKM level 3 dan 4 wajib menyertakan...