Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsMetropolitanDisdukcapil: Dua Persen Warga Bekasi Belum Rekam KTP Elektronik

Disdukcapil: Dua Persen Warga Bekasi Belum Rekam KTP Elektronik

NUSADAILY.COM – BEKASI – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyatakan dua persen warga di daerah itu belum melakukan perekaman kartu tanda penduduk (KTP) elektronik.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Masih ada puluhan ribu warga katagori wajib KTP belum melakukan perekaman tapi itu tinggal dua persen saja dari jumlah total wajib KTP,” kata Kepala Disdukcapil Kabupaten Bekasi Hudaya di Cikarang, Kamis.

BACA JUGA: KTP Digital Masuk Roadmap Dukcapil Kemendagri – Nusadaily.com

Hudaya mengatakan berdasarkan data hingga akhir tahun 2020 tercatat sebanyak 2.043.538 warga Kabupaten Bekasi sudah melakukan perekaman KTP elektronik.

“Dihitung ya sekira 40.871 orang yang belum melakukan perekaman. 98 persen wajib KTP sudah rekam,” katanya.

Dia menyebut para wajib KTP elektronik yang belum melakukan perekaman dikarenakan masih menganggap tidak membutuhkan KTP.

“Jadi sebetulnya mereka yang belum itu adalah warga yang tinggal di perkampungan dan rata-rata bekerja sebagai nelayan dan petani karena beranggapan tidak akan pergi kemana-mana,” katanya.

BACA JUGA: Penyitaan KTP Pelanggar Prokes di Jatim Bukan Solusi Menurunkan Kasus COVID-19 – Noktahmerah.com

Warga, katanya, baru mau membuat KTP elektronik jika ada keperluan administrasi seperti masuk ke rumah sakit, agar mendapat jaminan kesehatan harus memiliki identitas.

“Kalau ada kebutuhan baru bikin KTP padahal seharusnya penduduk berusia di atas 17 tahun sudah harus melakukan perekaman karena mereka katagori wajib KTP,” katanya.

Selama ini, kata dia, Disdukcapil Kabupaten Bekasi gencar melakukan sosialisasi bahkan jemput bola ke desa-desa hingga lingkungan masyarakat untuk memproses warga yang ingin membuat dokumen kependudukan termasuk KTP.

“Jemput bola ini juga kami lakukan ke sekolah-sekolah untuk menyasar pelajar di atas 17 tahun,” katanya.

BACA JUGA: Kasihan, Sudah Jauh-Jauh Datang Naik Angkot Habis Rp 150 Ribu, Gagal Urus KTP – Imperiumdaily.com

Selain itu pelayanan perekaman KTP elektronik kini juga telah tersedia di seluruh kantor kecamatan untuk mempermudah warga mengakses layanan tersebut.

“Tapi untuk saat ini pelayanan jemput bola sementara kami hentikan karena pandemi COVID-19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat,” kata dia.(KR-PRA).(eky)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - BEKASI - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyatakan dua persen warga di daerah itu belum melakukan perekaman kartu tanda penduduk (KTP) elektronik.

"Masih ada puluhan ribu warga katagori wajib KTP belum melakukan perekaman tapi itu tinggal dua persen saja dari jumlah total wajib KTP," kata Kepala Disdukcapil Kabupaten Bekasi Hudaya di Cikarang, Kamis.

BACA JUGA: KTP Digital Masuk Roadmap Dukcapil Kemendagri - Nusadaily.com

Hudaya mengatakan berdasarkan data hingga akhir tahun 2020 tercatat sebanyak 2.043.538 warga Kabupaten Bekasi sudah melakukan perekaman KTP elektronik.

"Dihitung ya sekira 40.871 orang yang belum melakukan perekaman. 98 persen wajib KTP sudah rekam," katanya.

Dia menyebut para wajib KTP elektronik yang belum melakukan perekaman dikarenakan masih menganggap tidak membutuhkan KTP.

"Jadi sebetulnya mereka yang belum itu adalah warga yang tinggal di perkampungan dan rata-rata bekerja sebagai nelayan dan petani karena beranggapan tidak akan pergi kemana-mana," katanya.

BACA JUGA: Penyitaan KTP Pelanggar Prokes di Jatim Bukan Solusi Menurunkan Kasus COVID-19 - Noktahmerah.com

Warga, katanya, baru mau membuat KTP elektronik jika ada keperluan administrasi seperti masuk ke rumah sakit, agar mendapat jaminan kesehatan harus memiliki identitas.

"Kalau ada kebutuhan baru bikin KTP padahal seharusnya penduduk berusia di atas 17 tahun sudah harus melakukan perekaman karena mereka katagori wajib KTP," katanya.

Selama ini, kata dia, Disdukcapil Kabupaten Bekasi gencar melakukan sosialisasi bahkan jemput bola ke desa-desa hingga lingkungan masyarakat untuk memproses warga yang ingin membuat dokumen kependudukan termasuk KTP.

"Jemput bola ini juga kami lakukan ke sekolah-sekolah untuk menyasar pelajar di atas 17 tahun," katanya.

BACA JUGA: Kasihan, Sudah Jauh-Jauh Datang Naik Angkot Habis Rp 150 Ribu, Gagal Urus KTP - Imperiumdaily.com

Selain itu pelayanan perekaman KTP elektronik kini juga telah tersedia di seluruh kantor kecamatan untuk mempermudah warga mengakses layanan tersebut.

"Tapi untuk saat ini pelayanan jemput bola sementara kami hentikan karena pandemi COVID-19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat," kata dia.(KR-PRA).(eky)