Senin, Juni 27, 2022
BerandaNewsMetropolitanDigarap 2022, SMPN 7 Kota Batu Dapat Dinikmati 2023

Digarap 2022, SMPN 7 Kota Batu Dapat Dinikmati 2023

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Pembangunan gedung SMPN 7 Kota Batu ditetapkan sebagai program prioritas yang dituangkan dalam RPJMD kepala daerah masa 2017-2022. Penambahan fasilitas pendidikan formal tingkat menengah pertama ini bukan tanpa alasan. 

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Wacana pembangunan ini menggelinding sejak 2019 lalu. Hal ini merespon keluhan wali murid yang kesulitan mendaftarkan anaknya melanjutkan ke SMP negeri karena sistem zonasi. Sehingga dapat mengakomodir akses pendidikan bagi desa/kelurahan di Kecamatan Junrejo. Lantaran terjadi kekurangan jumlah SMP negeri di Kota Batu. Rasio antara lulusan SD dan daya tampung SMP Negeri masih terpaut cukup lebar. 

Pemkot Batu telah menetapkan lahan pembangunan gedung sekolah itu di Kelurahan Dadaprejo, Junrejo, Kota Batu. Diperkirakan pada tahun 2023 nanti fasilitas pendidikan itu bisa dinikmati.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih menyatakan, target pembangunan SMPN 7 ditargetkan berdiri di Kecamatan Junrejo. Ada tiga alternatif tempat pembangunan setelah dilakukan studi kelayakan.

“Tiga alternatif itu berada di Desa Pendem, Tlekung dan Kelurahan Dadaprejo. Namun di dua desa tersebut terkendala tanah. Sehingga kami menetapkan pilihan di Kelurahan Dadaprejo,” ujar Eny.

Dia menjabarkan, pemilihan lokasi di Kelurahan Dadaprejo karena status tanah yang akan dibangun SMPN 7 merupakan aset milik Pemkot Batu. Sehingga tak perlu dilakukan penyesuaian lagi dan bisa langsung didirikan bangunan.

“SMPN 7 akan dibangun di atas lahan seluas 5016 meter persegi. Pada tahun ini, setelah PAK akan disusun Detail Enginering Design (DED). Setelah DED selesai tahun 2022 akan dilakukan pembangunan dan 2023 mulai menerima siswa,” jelas dia.

Diawal buka, pihaknya hanya akan menerima siswa sebanyak dua rombongan belajar (rombel) saja. Setiap rombelnya akan diisi maksimal 32 siswa. Keputusan itu dia buat agar pertumbuhan sekolah swasta di Kecamatan Junrejo tetap terjaga.

“Meski hanya menerima dua rombel kami akan menyiapkan enam kelas. Sehingga ketika siswa kelas 7 naik ke kelas 8 tidak perlu membangun gedung lagi karena sudah siap,” katanya.

Lebih lanjut, mengenai fasilitas penunjang pendidikan. Pihaknya akan menyesuaikan Permendikbud Nomor 36 tahun 2014 tentang pedoman pendirian, perubahan dan penutupan satuan pendidikan dasar dan menengah.

“Dalam Permendikbud itu segala peraturan pendirian sekolah sudah ada. Mulai dari luasan minimal, ketersediaan ruang kelas, ruang laboratorium, perpustakaan, tempat ibadah, lapangan olahraga dan lain sebagainya,” beber dia.

Sementara itu, untuk guru dan tenaga pendidik, pihaknya akan menyiapkan sebaik mungkin. Dengan berkonsultasi dengan Kemendikbud. Sehingga kualitas pendidikan tetap terjaga.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Thohari menekankan, untuk rancangan DED pihaknya menyarankan agar bangunan SMPN 7 bisa mundur lima meter dari tempat semula. Bertujuan ketika ada wali murid yang mengantar/menjemput anaknya tidak mengganggu pengguna jalan raya. “Kami sarankan mundur lima meter dari tempat semula. Selain itu tulisan SMPN 7 juga harus diperbesar sehingga lebih monumental,” sarannya.

Tak berhenti disitu, pihaknya juga menyarankan agar pemilihan guru dan tenaga pendidik dilakukan sebaik mungkin. Sehingga walaupun sekolah ini baru, namun kualitas pendidikan tetap terjaga. “Untuk petugas keamanan, cleaning servis dan semacamnya kami menyarankan untuk melibatkan warga setempat,” tandasnya. (wok/wan)

BERITA KHUSUS

Ada Penampakan Kuntilanak di Acara Gowes HUT ke-104 Kota Mojokerto

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Masih dalam rentetan HUT ke 104 Kota Mojokerto, kali ini ribuan masyarakat berpartisipasi ramaikan gowes bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah...

BERITA TERBARU

Urai Tumpukan Sampah di TPA Tlekung, DLH Kota Batu Libatkan Pihak Ketiga

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu menargetkan pengurangan sampah di TPA Tlekung hingga 26 persen. Setiap harinya volume sampah...

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Pembangunan gedung SMPN 7 Kota Batu ditetapkan sebagai program prioritas yang dituangkan dalam RPJMD kepala daerah masa 2017-2022. Penambahan fasilitas pendidikan formal tingkat menengah pertama ini bukan tanpa alasan. 

Wacana pembangunan ini menggelinding sejak 2019 lalu. Hal ini merespon keluhan wali murid yang kesulitan mendaftarkan anaknya melanjutkan ke SMP negeri karena sistem zonasi. Sehingga dapat mengakomodir akses pendidikan bagi desa/kelurahan di Kecamatan Junrejo. Lantaran terjadi kekurangan jumlah SMP negeri di Kota Batu. Rasio antara lulusan SD dan daya tampung SMP Negeri masih terpaut cukup lebar. 

Pemkot Batu telah menetapkan lahan pembangunan gedung sekolah itu di Kelurahan Dadaprejo, Junrejo, Kota Batu. Diperkirakan pada tahun 2023 nanti fasilitas pendidikan itu bisa dinikmati.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih menyatakan, target pembangunan SMPN 7 ditargetkan berdiri di Kecamatan Junrejo. Ada tiga alternatif tempat pembangunan setelah dilakukan studi kelayakan.

“Tiga alternatif itu berada di Desa Pendem, Tlekung dan Kelurahan Dadaprejo. Namun di dua desa tersebut terkendala tanah. Sehingga kami menetapkan pilihan di Kelurahan Dadaprejo,” ujar Eny.

Dia menjabarkan, pemilihan lokasi di Kelurahan Dadaprejo karena status tanah yang akan dibangun SMPN 7 merupakan aset milik Pemkot Batu. Sehingga tak perlu dilakukan penyesuaian lagi dan bisa langsung didirikan bangunan.

“SMPN 7 akan dibangun di atas lahan seluas 5016 meter persegi. Pada tahun ini, setelah PAK akan disusun Detail Enginering Design (DED). Setelah DED selesai tahun 2022 akan dilakukan pembangunan dan 2023 mulai menerima siswa,” jelas dia.

Diawal buka, pihaknya hanya akan menerima siswa sebanyak dua rombongan belajar (rombel) saja. Setiap rombelnya akan diisi maksimal 32 siswa. Keputusan itu dia buat agar pertumbuhan sekolah swasta di Kecamatan Junrejo tetap terjaga.

“Meski hanya menerima dua rombel kami akan menyiapkan enam kelas. Sehingga ketika siswa kelas 7 naik ke kelas 8 tidak perlu membangun gedung lagi karena sudah siap,” katanya.

Lebih lanjut, mengenai fasilitas penunjang pendidikan. Pihaknya akan menyesuaikan Permendikbud Nomor 36 tahun 2014 tentang pedoman pendirian, perubahan dan penutupan satuan pendidikan dasar dan menengah.

“Dalam Permendikbud itu segala peraturan pendirian sekolah sudah ada. Mulai dari luasan minimal, ketersediaan ruang kelas, ruang laboratorium, perpustakaan, tempat ibadah, lapangan olahraga dan lain sebagainya,” beber dia.

Sementara itu, untuk guru dan tenaga pendidik, pihaknya akan menyiapkan sebaik mungkin. Dengan berkonsultasi dengan Kemendikbud. Sehingga kualitas pendidikan tetap terjaga.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Thohari menekankan, untuk rancangan DED pihaknya menyarankan agar bangunan SMPN 7 bisa mundur lima meter dari tempat semula. Bertujuan ketika ada wali murid yang mengantar/menjemput anaknya tidak mengganggu pengguna jalan raya. “Kami sarankan mundur lima meter dari tempat semula. Selain itu tulisan SMPN 7 juga harus diperbesar sehingga lebih monumental,” sarannya.

Tak berhenti disitu, pihaknya juga menyarankan agar pemilihan guru dan tenaga pendidik dilakukan sebaik mungkin. Sehingga walaupun sekolah ini baru, namun kualitas pendidikan tetap terjaga. “Untuk petugas keamanan, cleaning servis dan semacamnya kami menyarankan untuk melibatkan warga setempat,” tandasnya. (wok/wan)