Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaNewsMetropolitanDesak Munaslub, Kader Golkar Tolitoli Anggap Kepemimpinan Airlangga Gagal Total

Desak Munaslub, Kader Golkar Tolitoli Anggap Kepemimpinan Airlangga Gagal Total

NUSADAILY COM – JAKARTA – Kader Partai Golkar Kasir Munding menilai, Airlangga Hartarto gagal dalam membesarkan dan menjalankan visi serta misi partai. Hal ini, menurutnya dapat dibuktikan dengan Golkar yang merupakan partai merah putih dan berkali-kali jawara, kini justru kian tenggelam.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Janji-janji Airlangga hanya Fatamorgana, retorika belaka. Kian kemari elektabilitas Golkar justru terus tergerus,” ujar Kasir Munding yang juga ketua Golkar Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah itu, kepada Awak media Minggu (23/1/2022).

Baca Juga: Tebar Baliho Rp243 M, Pengamat Bilang Airlangga Tak Laku Dijual

Selain itu, kata Kasir Munding Jargon “Suara Golkar suara Rakyat” yang diaktualisasikan dalam Visi terwujudnya masyarakat bersatu, berdaulat, modern, damai, sejahtera adil makmur, beriman dan berakhlak serta berkesadaran hukum, tidak terwujud di era kepemimpinan dirinya.

“Saat Munaslub pada tahun 2017 silam, dimana Airlangga Hartarto didaulat mempimpin Golkar menggantikan Setya Novanto perintahnya jelas. Yakni untuk memelihara dan merealisasikan jargon serta Visi Misi Golkar tersebut,” ucapnya.

Namun, sambung kasir Munding, suara rakyat dan perintah Visi Misi Golkar yang dipanggulkan dipundak Airlangga itu hanyalah sebatas fatamorgana, retorika belaka.

Baca Juga: Bantu Petani Sumenep Dapatkan Pupuk Subsidi, Ini Langkah Cepat Bupati Fauzi

Bahkan, dia menilai sejumlah kebijakan Airlangga juga kerap keluar dari cita-cita. Tak kecuali pemberantasan tabiat KKN. Lantaran terjerumus dalam kerja-kerja oligarki asing yang terbiarkan mengangkangi, mengeksploitasi, mengeruk kekayaan alam sebagai sumber kehidupan Rakyat, hingga ke pelosok Desa.

“Contoh kecilnya ialah pemaksaan jualan vaksin produk luar yang sudah tidak sedikit menelan korban jiwa masyarakat. Dimana Golkar dibawa nakoda Airlangga, sekaligus ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), hanya diam seribu basa,” tandasnya.

Baca Juga: Ketika Para ‘Penggede’ Negara Seperti Airlangga-Erick-Anies-Ahok dan Ganjar Dilaporkan ke KPK

Melihat realitas ini, Kasir Munding mengaku sangat risau dengan elektabilitas Golkar dan kepemimpinan ketum Airlangga. Yang kian hari semakin terjun bebas, bahkan semakin memburuk.

“Oleh karena itu, demi keselamatan bangsa. Khususnya Kabupaten Tolitoli, saya berharap Golkar Tolitoli segera mendorong Munaslub guna kembalikan suara rakyat dari belenggu oligarki itu, ” pintanya.

Baca Juga: Petinggi Golkar Ngotot Capreskan Airlangga, Pengamat Politik Sebut Tidak Layak

Terlebih lagi dengan viralnya berita polemik GMPG (Generasi Muda Partai Golkar) yang menilai tujuh janji Golkar bersih telah dihianati Airlangga. Ketujuh janji itu ialah bersih KKN dan kasus hukum lainnya, bersih dari konflik internal yang berlarut-larut.

Selanjutnya, pembersihan isu yang menukik dan kian menyandera Visi Misi Golkar. Yang sejatinya diperuntukan bagi kesejahteraan Masyarakat. Termasuk bersih dari persoalan etika dan moral, namun semua itu jauh panggang dari api.

Baca Juga: Para ‘Penggede’ Negara Seperti Airlangga-Erick-Anies-Ahok dan Ganjar Dilaporkan ke KPK

“Ada sejumlah cacatan buruk dalam Visi Misi Golkar yang dihianati Airlangga Hartarto, yakni enam janji Golkar Bersih. Salah satu janji yang diingkari itu adalah komitmen memulihkan citra Golkar yang mulai “membusuk”akibat kasus yang menimpa ketua sebelumnya, serta konflik internal yang tak kunjung berkesudahan,” tegasnya.

Ia memprediksi, bahwa dua tahun terakhir citra “bau”Golkar tidak ada penyembuhan, malah eksistensinya tambah rusak.

Baca Juga: Mekeng Prihatin Elektabilitas Airlangga, Paskalis Ajak Elite Bersuara

Belum lagi, partai ini masih distigmakan sebagai partai korup, karena terindikasi dikendalikan para oligarki yang memanfaatkan legitimasi partai bagi syahwat pundi mereka, bukan untuk kesejahteraan masyarakat seperti diamanatkan Visi Misi Golkar.

“Slogan Golkar bersih hanya Fatamorgana, retoris belaka. Padahal publik menunggu kebijakan dan manuver radikal, paling tidak tampakkan bahwa era kepemimpinan hasil Munaslub 2017 itu beda dengan pendahulunya,”pungkasnya. (sir/ark)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Usung Pembelajaran Bahasa, Sosial dan Budaya dalam MBKM, UM Gelar Seminar Nasional

NUSADAILY.COM – MALANG – Dalam rangka menyukseskan gerakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) khususnya bidang pembelajaran bahasa, sastra dan budaya. Departemen Sastra Jerman Universitas...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY COM – JAKARTA – Kader Partai Golkar Kasir Munding menilai, Airlangga Hartarto gagal dalam membesarkan dan menjalankan visi serta misi partai. Hal ini, menurutnya dapat dibuktikan dengan Golkar yang merupakan partai merah putih dan berkali-kali jawara, kini justru kian tenggelam.

"Janji-janji Airlangga hanya Fatamorgana, retorika belaka. Kian kemari elektabilitas Golkar justru terus tergerus,” ujar Kasir Munding yang juga ketua Golkar Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah itu, kepada Awak media Minggu (23/1/2022).

Baca Juga: Tebar Baliho Rp243 M, Pengamat Bilang Airlangga Tak Laku Dijual

Selain itu, kata Kasir Munding Jargon "Suara Golkar suara Rakyat” yang diaktualisasikan dalam Visi terwujudnya masyarakat bersatu, berdaulat, modern, damai, sejahtera adil makmur, beriman dan berakhlak serta berkesadaran hukum, tidak terwujud di era kepemimpinan dirinya.

"Saat Munaslub pada tahun 2017 silam, dimana Airlangga Hartarto didaulat mempimpin Golkar menggantikan Setya Novanto perintahnya jelas. Yakni untuk memelihara dan merealisasikan jargon serta Visi Misi Golkar tersebut,” ucapnya.

Namun, sambung kasir Munding, suara rakyat dan perintah Visi Misi Golkar yang dipanggulkan dipundak Airlangga itu hanyalah sebatas fatamorgana, retorika belaka.

Baca Juga: Bantu Petani Sumenep Dapatkan Pupuk Subsidi, Ini Langkah Cepat Bupati Fauzi

Bahkan, dia menilai sejumlah kebijakan Airlangga juga kerap keluar dari cita-cita. Tak kecuali pemberantasan tabiat KKN. Lantaran terjerumus dalam kerja-kerja oligarki asing yang terbiarkan mengangkangi, mengeksploitasi, mengeruk kekayaan alam sebagai sumber kehidupan Rakyat, hingga ke pelosok Desa.

"Contoh kecilnya ialah pemaksaan jualan vaksin produk luar yang sudah tidak sedikit menelan korban jiwa masyarakat. Dimana Golkar dibawa nakoda Airlangga, sekaligus ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), hanya diam seribu basa,” tandasnya.

Baca Juga: Ketika Para ‘Penggede’ Negara Seperti Airlangga-Erick-Anies-Ahok dan Ganjar Dilaporkan ke KPK

Melihat realitas ini, Kasir Munding mengaku sangat risau dengan elektabilitas Golkar dan kepemimpinan ketum Airlangga. Yang kian hari semakin terjun bebas, bahkan semakin memburuk.

"Oleh karena itu, demi keselamatan bangsa. Khususnya Kabupaten Tolitoli, saya berharap Golkar Tolitoli segera mendorong Munaslub guna kembalikan suara rakyat dari belenggu oligarki itu, ” pintanya.

Baca Juga: Petinggi Golkar Ngotot Capreskan Airlangga, Pengamat Politik Sebut Tidak Layak

Terlebih lagi dengan viralnya berita polemik GMPG (Generasi Muda Partai Golkar) yang menilai tujuh janji Golkar bersih telah dihianati Airlangga. Ketujuh janji itu ialah bersih KKN dan kasus hukum lainnya, bersih dari konflik internal yang berlarut-larut.

Selanjutnya, pembersihan isu yang menukik dan kian menyandera Visi Misi Golkar. Yang sejatinya diperuntukan bagi kesejahteraan Masyarakat. Termasuk bersih dari persoalan etika dan moral, namun semua itu jauh panggang dari api.

Baca Juga: Para ‘Penggede’ Negara Seperti Airlangga-Erick-Anies-Ahok dan Ganjar Dilaporkan ke KPK

"Ada sejumlah cacatan buruk dalam Visi Misi Golkar yang dihianati Airlangga Hartarto, yakni enam janji Golkar Bersih. Salah satu janji yang diingkari itu adalah komitmen memulihkan citra Golkar yang mulai “membusuk”akibat kasus yang menimpa ketua sebelumnya, serta konflik internal yang tak kunjung berkesudahan,” tegasnya.

Ia memprediksi, bahwa dua tahun terakhir citra “bau”Golkar tidak ada penyembuhan, malah eksistensinya tambah rusak.

Baca Juga: Mekeng Prihatin Elektabilitas Airlangga, Paskalis Ajak Elite Bersuara

Belum lagi, partai ini masih distigmakan sebagai partai korup, karena terindikasi dikendalikan para oligarki yang memanfaatkan legitimasi partai bagi syahwat pundi mereka, bukan untuk kesejahteraan masyarakat seperti diamanatkan Visi Misi Golkar.

"Slogan Golkar bersih hanya Fatamorgana, retoris belaka. Padahal publik menunggu kebijakan dan manuver radikal, paling tidak tampakkan bahwa era kepemimpinan hasil Munaslub 2017 itu beda dengan pendahulunya,”pungkasnya. (sir/ark)