Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanDemo Buruh Sampaikan Empat Tuntutan ke Pemerintah

Demo Buruh Sampaikan Empat Tuntutan ke Pemerintah

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Ratusan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK), dan serikat buruh lainnya menggelar unjuk rasa untuk menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA : Begini Kronologi Demo Buruh Ricuh Berujung Pembakaran Pabrik Nikel di Konawe

Unjuk rasa itu dilaksanakan pada dua titik, yakni depan Gedung Balai Kota di Jalan Merdeka Selatan, serta kawasan Bundaran Patung Kuda di Jalan Medan Merdeka Barat.

“Kami dari KSPI dan ASPEK, melaksanakan aksi unjuk rasa di seluruh provinsi kota dan kabupaten. Tuntutan kami kepada Pemerintah salah satunya menetapkan UMP Tahun 2022 sebesar 10 persen,” kata Presiden ASPEK Mirah Sumirat saat ditemui di depan Gedung Balai Kota Jakarta, Rabu.

BACA JUGA : Demo Buruh Tolak Omnibus Law di Gedung DPR, 2.295 Personel TNI-Polri Dikerahkan

Mirah menjelaskan salah satu tuntutan buruh, yakni meminta Pemerintah Daerah untuk menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022 sebesar 10 persen.

Selain itu, buruh juga mendesak pemerintah memberlakukan upah minimum sektoral, yaitu UMSK 2021 dan UMSK 2022.

BACA JUGA : Demo Buruh Tolak Omnibus Law, Massa Bergerak Kepung DPR

Ketiga, pemerintah diminta membatalkan atau mencabut Undang-Undang Cipta Kerja yang dalam waktu satu atau dua minggu ke depan akan diputuskan uji formil di sidang Mahkamah Konstitusi (MK).

Klaster Ketenagakerjaan

Dalam tuntutannya, buruh meminta pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja, khususnya klaster ketenagakerjaan.

Keempat, buruh meminta perjanjian kerja bersama (PKB) dilaksanakan tanpa ketentuan Undang-Undang Cipta Kerja.

BACA JUGA : Demo Buruh dan Ormas Islam Hari Ini, Polri Ingatkan Agar Tertib dan Damai

Berdasarkan pantauan, ratusan buruh di depan Gedung Balai Kota bergerak menuju Kawasan Bundaran Patung Kuda di Jalan Merdeka Barat.

Polisi juga telah melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sementara Jalan Merdeka Barat dua arah. Yakni menuju Bundaran HI dan Harmoni.

Sebanyak 2.114 personel gabungan dari Polri, TNI dan Pemprov DKI Jakarta. Dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa yang digelar bertepatan dengan Hari Pahlawan ini.(ros)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR