Kamis, Januari 20, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMetropolitanBintang Tsurayya “Pengusir” Virus Corona Berada di Horison Timur Jakarta

Bintang Tsurayya “Pengusir” Virus Corona Berada di Horison Timur Jakarta

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Terkait kemunculan bintang Tsurayya yang dipercaya sebagian orang akan mengusir virus corona, menurut Judhistira Aria Utama dari Laboratorium Bumi dan Antariksa Departemen Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengatakan, gugus bintang Pleiades ini berada di arah rasi Taurus. 

“Bila  Tsurayya yang dimaksud itu adalah Pleiades, maka gugus bintang ini berada di horison timur Jakarta pada saat fajar shadiq yang menandai awal waktu Subuh pada 9 Juni 2020, sebelum terbitnya matahari,” kata Aria seperti ditulis Republika.

Keesokan harinya, pada waktu yang sama, posisinya akan semakin meninggi. Selain Lintang Wuluh, Pleiades di masyarakat Nusantara juga disebut Lintang Kartika atau Tujuh Putri. Lintang Kartika ini menjadi penanda pergantian musim. 

Masyarakat agraris Nusantara, kata Aria, punya cara sendiri dalam menentukan awal masa tanam. Pada masa tertentu pascaterbenamnya matahari, mereka akan keluar rumah menghadap arah timur untuk mencari lokasi bersemayamnya gugus bintang Lintang Kartika ini.

Kapankah awal masa tanam yang ditandai dengan posisi Tujuh Putri ini pada ketinggian sekitar 45 derajat dari cakrawala? Perhitungan astronomis dengan perangkat trigonometri sferis yang bersandar pada informasi ketinggian objek pengamatan, koordinat ekuatorialnya, dan lokasi pengamat, ungkap Aria, didapati masa awal tanam musim bertepatan dengan akhir dari dasarian pertama pada awal Januari.

Berselang lima bulan berikutnya, ketika Tujuh Putri berada di kaki langit sebelah timur sebelum terbitnya matahari, adalah masa panen. Ini bertepatan dengan tanggal 10 Juni. 

“Momentum ini terjadi pada bulan ke-12 penanggalan pranatamangsa. Suku Batak mengenal penanggalan serupa dengan nama porhalaan, di Bali sebagai wariga, dan kertamangsa di Sunda,” katanya.

Bulan ke-12 dan pertama penanggalan ini, keduanya disebut sebagai mangsa terang, yang diapit dua bulan yang kontras. Yakni, bulan ke-11 adalah mangsa panen dan bulan kedua mangsa paceklik. “Ketika matahari hampir tiba kembali di posisi paling utara di bola langit yang jatuh pada 21-22 Juni, menjadi awal bulan pertama penanggalan pertanian ini,” jelas dia.(aka)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily