Minggu, Mei 29, 2022
BerandaNewsMetropolitanBejat! Penjaga RPTRA Puluhan kali Cabuli Bocah 14 Tahun di Jakarta Barat

Bejat! Penjaga RPTRA Puluhan kali Cabuli Bocah 14 Tahun di Jakarta Barat

NUSADAILY.COM – JAKARTA – ML(49) ditangkap Polisi di Kembangan, Jakarta Barat, karena diduga melakukan pencabulan terhadap bocah laki-laki berusia 14 tahun. Pelaku merupakan penjaga Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, itu mengaku sudah 20 kali melakukan perbuatannya.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kapolsek Kembangan Kompol Imam Irawan mengatakan, kasus ini mulanya diketahui ibu korban pada 17 Oktober 2020. Saat itu, sang ibu mendapatkan pesan via WhatsApp yang masuk ke nomor ponselnya yang biasa dipakai anaknya untuk main game.

BACA JUGA : Paman Bejat, Cabuli Keponakan hingga Berbadan Dua

“Pada saat itu ibu korban melihat isi pesan WhatsApp di handphone miliknya yang sering dimainkan anak korban untuk bermain game,” kata Imam kepada wartawan, Rabu (18/11/2020).

Imam mengungkap, isi pesan itu berisi kata-kata tidak senonoh. Nomor WA pelaku diberi nama ‘Tomlol’ itu, mengajak korban untuk melakukan perbuatan asusila.

“Setelah melihat isi pesan tersebut, kemudian ibu korban menanyakan langsung kepada anaknya,” katanya.

Korban pun kemudian mengaku telah dicabuli oleh pelaku. Korban mengaku sudah dicabuli puluhan kali oleh pelaku.

“Pelaku sudah melakukan aksi bejatnya tersebut kepada korban sebanyak 20 kali,” imbuhnya.

Diduga Kelainan Seks

Kasus ini terungkap setelah ibu korban melaporkan kejadian itu ke polisi. Pelaku kemudian ditangkap polisi pada 3 November 2020 di rumahnya di Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.

BACA JUGA : Rotasi Besar-besaran di Tubuh Polri, Ini Daftar Lengkapnya

Pelaku tidak melawan saat ditangkap polisi. Lebih lanjut Imam mengatakan bahwa pelaku diduga mengalami kelainan seksual.

“Motifnya kelainan seksual,” kata Imam.

Pencabulan di Kantor RPTRA

Dihubungi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Niko Purba menyampaikan pelaku adalah penjaga di RPTRA Meruya. Pencabulan itu juga terjadi di kantor RPTRA.

“Iya, RPTRA itu kan ada pengelolanya, jadi dia di situ yang ngurusin RPTRA itu, bisa disebut penjagalah,” kata Niko.

“Pencabulannya di kantor RPTRA juga,” katanya lagi.

Pelaku dan Korban Saling Kenal

Niko menyampaikan pelaku dan korban saling kenal. Korban sering bermain ke situ bersama teman-temannya.

“Singkat cerita, korban dicabulilah oleh pelaku di situ,” kata Niko.

Niko menyebut pelaku mengiming-imingi korban dengan uang. Setelah melakukan perbuatannya, pelaku mengancam korban agar tidak melapor.

“Korban selama ini nggak melapor karena dia ketakutan diancam sama pelaku,” tutur Niko.

Saat ini pelaku ditahan di Polsek Kembangan. Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat Pasal 82 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Ke-2 UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Rekan Kerja Kaget

Rekan kerja pelaku, Yuli (38), mengaku kaget dan tidak menyangka ML tersandung kasus pelecehan seksual. Yuli menyebut, pelaku adalah pengelola yang bertugas mengurus tanaman.

“Kalau disuruh ceritain, saya nggak bisa, karena kita pengelola sekaligus temannya memang nggak tahu kejadian itu. Tahu-tahu kita tahunya dia ditangkap polisi dengan dugaan kasus pelecehan seksual, kita baru tahu seperti itu. Untuk kelanjutannya saya nggak tahu,” kata Yuli saat ditemui di RPTRA Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (18/11/2020).

Yuli sama sekali tidak menaruh curiga bahwa ML melakukan tindakan tak senonoh. Menurutnya, ML merupakan sosok yang baik.

“Orangnya ya biasa saja sih, baik layaknya orang laki-laki pada umumnya. Karena kan di sini pengelola ada 2 cowok, 4 cewek. Ya biasa saja sih normal, nggak ada kelainan, menunjukkan sikap-sikap yang kayak gitu ndak, makanya kita dengar kabar ada dugaan pelecehan seksual terhadap anak kita juga syok, benar-benar kaget,” ungkap Yuli.

Pengakuan yang sama turut diungkap Monik (24). Dia hanya mengenal sosok ML sebagai pria yang gemar menyapa.

“Kalau ketemu ya biasa saja, dia orangnya ramah, kalau ketemu ya suka manggil, ramah saja biasa. Nggak ada dia nunjukin punya pribadinya yang gimana-gimana,” kata Monik.

Saat ini pelaku telah ditahan di Polsek Kembangan. Polisi masih akan mendalami kemungkinan adanya korban lain dari pelaku.(han)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM – JAKARTA – ML(49) ditangkap Polisi di Kembangan, Jakarta Barat, karena diduga melakukan pencabulan terhadap bocah laki-laki berusia 14 tahun. Pelaku merupakan penjaga Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, itu mengaku sudah 20 kali melakukan perbuatannya.

Kapolsek Kembangan Kompol Imam Irawan mengatakan, kasus ini mulanya diketahui ibu korban pada 17 Oktober 2020. Saat itu, sang ibu mendapatkan pesan via WhatsApp yang masuk ke nomor ponselnya yang biasa dipakai anaknya untuk main game.

BACA JUGA : Paman Bejat, Cabuli Keponakan hingga Berbadan Dua

"Pada saat itu ibu korban melihat isi pesan WhatsApp di handphone miliknya yang sering dimainkan anak korban untuk bermain game," kata Imam kepada wartawan, Rabu (18/11/2020).

Imam mengungkap, isi pesan itu berisi kata-kata tidak senonoh. Nomor WA pelaku diberi nama 'Tomlol' itu, mengajak korban untuk melakukan perbuatan asusila.

"Setelah melihat isi pesan tersebut, kemudian ibu korban menanyakan langsung kepada anaknya," katanya.

Korban pun kemudian mengaku telah dicabuli oleh pelaku. Korban mengaku sudah dicabuli puluhan kali oleh pelaku.

"Pelaku sudah melakukan aksi bejatnya tersebut kepada korban sebanyak 20 kali," imbuhnya.

Diduga Kelainan Seks

Kasus ini terungkap setelah ibu korban melaporkan kejadian itu ke polisi. Pelaku kemudian ditangkap polisi pada 3 November 2020 di rumahnya di Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.

BACA JUGA : Rotasi Besar-besaran di Tubuh Polri, Ini Daftar Lengkapnya

Pelaku tidak melawan saat ditangkap polisi. Lebih lanjut Imam mengatakan bahwa pelaku diduga mengalami kelainan seksual.

"Motifnya kelainan seksual," kata Imam.

Pencabulan di Kantor RPTRA

Dihubungi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Niko Purba menyampaikan pelaku adalah penjaga di RPTRA Meruya. Pencabulan itu juga terjadi di kantor RPTRA.

"Iya, RPTRA itu kan ada pengelolanya, jadi dia di situ yang ngurusin RPTRA itu, bisa disebut penjagalah," kata Niko.

"Pencabulannya di kantor RPTRA juga," katanya lagi.

Pelaku dan Korban Saling Kenal

Niko menyampaikan pelaku dan korban saling kenal. Korban sering bermain ke situ bersama teman-temannya.

"Singkat cerita, korban dicabulilah oleh pelaku di situ," kata Niko.

Niko menyebut pelaku mengiming-imingi korban dengan uang. Setelah melakukan perbuatannya, pelaku mengancam korban agar tidak melapor.

"Korban selama ini nggak melapor karena dia ketakutan diancam sama pelaku," tutur Niko.

Saat ini pelaku ditahan di Polsek Kembangan. Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat Pasal 82 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Ke-2 UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Rekan Kerja Kaget

Rekan kerja pelaku, Yuli (38), mengaku kaget dan tidak menyangka ML tersandung kasus pelecehan seksual. Yuli menyebut, pelaku adalah pengelola yang bertugas mengurus tanaman.

"Kalau disuruh ceritain, saya nggak bisa, karena kita pengelola sekaligus temannya memang nggak tahu kejadian itu. Tahu-tahu kita tahunya dia ditangkap polisi dengan dugaan kasus pelecehan seksual, kita baru tahu seperti itu. Untuk kelanjutannya saya nggak tahu," kata Yuli saat ditemui di RPTRA Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (18/11/2020).

Yuli sama sekali tidak menaruh curiga bahwa ML melakukan tindakan tak senonoh. Menurutnya, ML merupakan sosok yang baik.

"Orangnya ya biasa saja sih, baik layaknya orang laki-laki pada umumnya. Karena kan di sini pengelola ada 2 cowok, 4 cewek. Ya biasa saja sih normal, nggak ada kelainan, menunjukkan sikap-sikap yang kayak gitu ndak, makanya kita dengar kabar ada dugaan pelecehan seksual terhadap anak kita juga syok, benar-benar kaget," ungkap Yuli.

Pengakuan yang sama turut diungkap Monik (24). Dia hanya mengenal sosok ML sebagai pria yang gemar menyapa.

"Kalau ketemu ya biasa saja, dia orangnya ramah, kalau ketemu ya suka manggil, ramah saja biasa. Nggak ada dia nunjukin punya pribadinya yang gimana-gimana," kata Monik.

Saat ini pelaku telah ditahan di Polsek Kembangan. Polisi masih akan mendalami kemungkinan adanya korban lain dari pelaku.(han)