Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaNewsMetropolitanBamsoet Ajak Kelompok Cipayung Plus Bertemu Menteri Investasi Dorong Kewirausahaan Kalangan Muda

Bamsoet Ajak Kelompok Cipayung Plus Bertemu Menteri Investasi Dorong Kewirausahaan Kalangan Muda

NUSADAILY.COM – JAKARTA -Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama mantan Anggota DPR RI 2004-2019 Mauarar Sirait, mengajak para pimpinan mahasiswa dari berbagai organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung plus bertemu Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Pertemuan tersebut, guna mendorong generasi muda, khususnya organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus untuk mentransformasikan gerakan mahasiswa agar tidak hanya menjadi kekuatan sosial, melainkan juga akan  menjadi kekuatan ekonomi, salah satunya dengan turut terlibat dalam berbagai kewirausahaan dan pengembangan UMKM.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dalam keterangan resminya kepada wartawan, Sabtu  (22/1/2022) politisi yang akrab disapa Bamsoet itu menegaskan, kelompok Cipayung plus bisa memanfaatkan program Reforma Agraria dan Redistribusi Aset yang sedang digalakan Presiden Jokowi.

Bahkan, kata Bamsoet, Presiden Joko Widodo secara terbuka terus menerus mengajak siapapun untuk menyiapkan proposal yang jelas, yang bisa memanfaatkan hutan dan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat. “Kelompok Cipayung Plus harus bisa memanfaatkan momentum ini,” tegasnya.

Bamsoet juga menjelaskan, jika Presiden Joko Widodo juga telah melakukan terobosan progresif dalam sejarah bangsa dengan mencabut 2.078 Izin usaha tambang, 192 sektor kehutanan seluas 3.126.439 hektare, serta hak guna usaha (HGU) perkebunan yang ditelantarkan seluas 34,448 hektare.

Sedangkan, untuk hak guna usaha (HGU) perkebunan yang ditelantarkan, amsoet menambahkan ada  seluas 34,448 hektare. 

Sehingga ia menilai, hal ini Menunjukan betapa banyaknya peluang usaha yang bisa digarap dari berbagai izin usaha yang sudah dicabut lantaran tidak dimanfaatkan dengan baik.

“Mahasiswa sebagai kaum terpelajar yang memiliki kreatifitas dan inovasi tanpa batas, harus bisa merumuskan program usaha yang baik dalam pemanfaatan hutan dan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat. Tidak perlu membuat korporasi atau perusahaan yang besar, kalangan mahasiswa bisa memulainya dengan membentuk koperasi, UMKM, maupun kelompok usaha bersama,” jelas Bamsoet.

Ia juga mengungkapkan, bahwa Indonesia tercatat masih memiliki tingkat kewirausahaan yang rendah, hal tersebut berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, pada tahun 2020 lalu tercatat tingkat kewirausahaan di Indonesia baru mencapai 3,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia. 

Sehingga hal itu, lanjut Bamsoet lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia yang mampu mencapai 5 persen dan Singapura 7 persen. Atau negara Asia lainnya seperti China yang mencapai 10 persen dan Jepang dengan 11 persen.

“Dengan terlibat aktif di berbagai kegiatan kewirausahaan, mahasiswa telah turut menyiapkan masa depan yang cerah bagi Indonesia. Sehingga kelak ketika lulus kuliah, mereka semakin matang untuk menghadapi perekonomian global. Sekaligus siap mewujudkan kedaulatan ekonomi bangsa melalui berbagai kegiatan usaha yang semakin maju dan berkembang,” pungkas Bamsoet.

Kelompok Cipayung Plus yang hadir antara lain Ketua Umum GMKI Jefri Gultom, Ketua Umum PB HMI Raihan Ariatama, Ketua Umum PB PMII Abdullah Syukri, Ketua Umum PP PMKRI Benediktus Papa, Ketua Umum PP HIKMAHBUDHI Wiryawan, Ketua Umum PP KAMMI Zaky Ahmad Rifai, Ketua Umum HIMA PERSIS Iqbal Muh Dzilal, Ketua Umum PII Rafani Tuahuns, Ketua Umum LMND Muhammad Asrul, Ketua Umum KMHDI Yoga, dan Sekjen IMM Zaky Nugraha.(sir/wan)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Sepucuk Surat untuk Ibu dan Bapak dari Syifa

NUSADAILY.COM – NGAWI – Hati orang tua mana yang rela kehilangan anak kandungnya.Seorang ayah di Ngawi mengalami hal yang menyayat hati itu. Pikiran kalut menimpa...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - JAKARTA -Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama mantan Anggota DPR RI 2004-2019 Mauarar Sirait, mengajak para pimpinan mahasiswa dari berbagai organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung plus bertemu Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Pertemuan tersebut, guna mendorong generasi muda, khususnya organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus untuk mentransformasikan gerakan mahasiswa agar tidak hanya menjadi kekuatan sosial, melainkan juga akan  menjadi kekuatan ekonomi, salah satunya dengan turut terlibat dalam berbagai kewirausahaan dan pengembangan UMKM.

Dalam keterangan resminya kepada wartawan, Sabtu  (22/1/2022) politisi yang akrab disapa Bamsoet itu menegaskan, kelompok Cipayung plus bisa memanfaatkan program Reforma Agraria dan Redistribusi Aset yang sedang digalakan Presiden Jokowi.

Bahkan, kata Bamsoet, Presiden Joko Widodo secara terbuka terus menerus mengajak siapapun untuk menyiapkan proposal yang jelas, yang bisa memanfaatkan hutan dan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat. "Kelompok Cipayung Plus harus bisa memanfaatkan momentum ini," tegasnya.

Bamsoet juga menjelaskan, jika Presiden Joko Widodo juga telah melakukan terobosan progresif dalam sejarah bangsa dengan mencabut 2.078 Izin usaha tambang, 192 sektor kehutanan seluas 3.126.439 hektare, serta hak guna usaha (HGU) perkebunan yang ditelantarkan seluas 34,448 hektare.

Sedangkan, untuk hak guna usaha (HGU) perkebunan yang ditelantarkan, amsoet menambahkan ada  seluas 34,448 hektare. 

Sehingga ia menilai, hal ini Menunjukan betapa banyaknya peluang usaha yang bisa digarap dari berbagai izin usaha yang sudah dicabut lantaran tidak dimanfaatkan dengan baik.

"Mahasiswa sebagai kaum terpelajar yang memiliki kreatifitas dan inovasi tanpa batas, harus bisa merumuskan program usaha yang baik dalam pemanfaatan hutan dan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat. Tidak perlu membuat korporasi atau perusahaan yang besar, kalangan mahasiswa bisa memulainya dengan membentuk koperasi, UMKM, maupun kelompok usaha bersama," jelas Bamsoet.

Ia juga mengungkapkan, bahwa Indonesia tercatat masih memiliki tingkat kewirausahaan yang rendah, hal tersebut berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, pada tahun 2020 lalu tercatat tingkat kewirausahaan di Indonesia baru mencapai 3,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia. 

Sehingga hal itu, lanjut Bamsoet lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia yang mampu mencapai 5 persen dan Singapura 7 persen. Atau negara Asia lainnya seperti China yang mencapai 10 persen dan Jepang dengan 11 persen.

"Dengan terlibat aktif di berbagai kegiatan kewirausahaan, mahasiswa telah turut menyiapkan masa depan yang cerah bagi Indonesia. Sehingga kelak ketika lulus kuliah, mereka semakin matang untuk menghadapi perekonomian global. Sekaligus siap mewujudkan kedaulatan ekonomi bangsa melalui berbagai kegiatan usaha yang semakin maju dan berkembang," pungkas Bamsoet.

Kelompok Cipayung Plus yang hadir antara lain Ketua Umum GMKI Jefri Gultom, Ketua Umum PB HMI Raihan Ariatama, Ketua Umum PB PMII Abdullah Syukri, Ketua Umum PP PMKRI Benediktus Papa, Ketua Umum PP HIKMAHBUDHI Wiryawan, Ketua Umum PP KAMMI Zaky Ahmad Rifai, Ketua Umum HIMA PERSIS Iqbal Muh Dzilal, Ketua Umum PII Rafani Tuahuns, Ketua Umum LMND Muhammad Asrul, Ketua Umum KMHDI Yoga, dan Sekjen IMM Zaky Nugraha.(sir/wan)