Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaNewsMetropolitanBamsoet Ajak Generasi Milenial Optimalkan Bonus Demografi

Bamsoet Ajak Generasi Milenial Optimalkan Bonus Demografi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan saat ini bangsa Indonesia sudah menapakan kaki pada titik awal menuju periode puncak bonus demografi.

Dikatakan pula, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, rentang waktu antara tahun 2020 hingga 2035 adalah periode di mana jumlah penduduk usia produktif akan berada pada titik tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

“Generasi muda bangsa adalah sumber daya potensial yang mempunyai peran sentral untuk mengantarkan kita pada optimalisasi puncak bonus demografi. Tantangan adalah apakah bonus demografi ini akan dapat kita manfaatkan untuk memetik hasil pembangunan secara optimal. Atau malah menjadi sebuah kemubaziran, atau bahkan menjadi beban,” ujarnya usai Ngobras (ngobrol santai) sampai Ngompol (ngomong politik) dengan Presiden Eksekutif Mahasiswa Trisakti 2019-2020 Dinno Ardiansyah di Jakarta, Senin (26/7/2021).

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menambahkan, bahwa bonus demografi adalah sebuah momen langka dalam perjalanan hidup sebuah bangsa. Menurutnya sangat kecil kemungkinannya untuk dapat terulang kembali dalam periode waktu yang singkat, Karena itu, bonus demografi harus dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin.

Peningkatan Kompetensi Pemuda

“Peningkatan kompetensi pemuda sebagai sumberdaya pembangunan adalah prioritas utama. Mengingat seiring laju perkembangan zaman, tantangan ke depan akan semakin kompleks dan dinamis. Apalagi saat ini, di tengah upaya kita mengejar laju modernitas zaman pada era revolusi industri 4.0, dan menyongsong era society 5.0,” urai Bamsoet.

Wakil. ketua Umum Partai Golkar itu menuturkan, jika nilai kemanfaatan bonus demografi hanya dapat dioptimalkan apabila terpenuhi dua prasyarat. Pertama, jumlah usia produktif adalah sumber daya yang berkualitas. Kedua, adanya ketersediaan lapangan pekerjaan yang memadai dan mampu menyerap tenaga kerja yang berlimpah. 

“Dalam hal ini, program dan kebijakan pemberdayaan sumber daya manusia serta penciptaan iklim yang kondusif. Bagi terciptanya lapangan-lapangan kerja¬†baru, adalah suatu keniscayaan,” pungkas Bamsoet.(sir/aka)

- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Gerakan Gempur Rokok Ilegal yang Digalakkan Bea Cukai Sasar Desa Olean

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Gerakan gempur rokok ilegal (GGRI) yang digalakkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Situbondo Bea Cukai Jember serta Kejari menyasar...