Senin, September 26, 2022
BerandaNewsMetropolitanAlasan Kemenhub Tunda Kenaikan Tarif Ojol

Alasan Kemenhub Tunda Kenaikan Tarif Ojol

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunda kenaikan tarif ojek online yang awalnya direncanakan diberlakukan mulai hari ini. Kemenhub mengatakan bahwa penundaan dilakukan untuk memaksimalkan sosialisasi terkait tarif baru itu.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kenaikan tarif ojek online itu tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan (KM) Nomor 564 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. Aturan itu awalnya akan diberlakukan hari ini, 14 Agustus, namun Kemenhub memutuskan menunda dan akan diberlakukan mulai 29 Agustus mendatang.

BACA JUGA: BBM Makin Mahal Jadi Salah Satu Alasan Tarif Ojol Naik!

“Oleh karena itu diharapkan 25 hari kalender dari 4 Agustus 2022 (waktu terbitnya KM Nomor KP 564 Tahun 2022) dapat dilaksanakan dan dipedomani oleh aplikator juga sesuai Ketentuan PM 12 tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat,” ucap Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Hendro Sugiatno, seperti dikutip dari detikcom, Minggu (14/8/2022).

Hendro menyebut perlu dilakukan sosialisasi lebih panjang mengenai aturan ini. Sebab, kata dia, aturan ini baru bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Kemudian, berdasarkan hasil peninjauan kembali diperlukan waktu yang lebih panjang untuk melakukan sosialisasi terhadap tarif baru ini bagi seluruh pemangku kepentingan, mengingat moda angkutan ojol berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas. Karena itu, pemberlakuan efektif aturan ini ditambah menjadi paling lambat 25 hari kalender,” ujarnya.

Hendro berharap terkait waktu penyesuaian tarif di aplikasi, maka aplikator juga dapat segera menerapkan tarif baru serta meningkatkan pelayanan bagi penumpang, termasuk menjamin keselamatan penumpang.

Kenaikan Tarif Ojek Online

Aturan perubahan tarif ojol ini menggantikan aturan sebelumnya, yaitu KM Nomor KP 348 Tahun 2019. Lebih lanjut, aturan baru ini akan menjadi pedoman sementara bagi penetapan batas tarif atas dan tarif bawah ojek online.

BERITA KHUSUS

Unipma Lakukan Pengabdian Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi Pasar Desa Klumutan Saradan Madiun

NUSADAILY.COM – MADIUN - Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sebagian besar masyarakat kita, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan....

BERITA TERBARU

Wow! Baby L Pakai Selimut Hermes yang Harganya Capai Rp14 Juta

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Menjadi Baby L mungkin merupakan keinginan dari banyak orang. Apalagi sejak kecil, Baby Leslar kerap mengenakan pakaian dan aksesoris yang tak kalah mahal dari...