Kamis, Oktober 21, 2021
BerandaNewsMeski Sempat Mereda, Kini Massa BEM SI Kembali Dorong-Dorongan dengan Polisi

Meski Sempat Mereda, Kini Massa BEM SI Kembali Dorong-Dorongan dengan Polisi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi terkait pemberhentian 56 pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan (Jaksel). Massa aksi dorong-dorongan dengan polisi lagi usai sempat mereda.

Senin (27/9/2021) pukul 14.32 WIB, massa kembali dorong-dorongan dengan polisi. Dorong-dorongan itu terjadi usai penghalang berupa tali antara massa dengan polisi copot.

BACA JUGA : BEM SI Berencana Demo di Depan KPK Hari Ini

Kapolres Metro Jaksel Kombes Azis Andriansyah hingga Wakapolres Metro Jaksel AKBP Antonius Agus Rahmanto tampak berusaha melerai dorong-dorongan itu. Azis terlihat berteriak memerintahkan jajarannya agar tidak balas mendorong.

Mahasiswa dari atas mobil komando meminta massa aksi tidak terprovokasi. Mahasiswa itu terlihat berteriak sambil meminta seluruh massa aksi untuk mengangkat tangan agar terlihat siapa yang melakukan pendorongan.

“Hati-hati provokasi, semuanya angkat tangan,” teriak salah satu mahasiswa dengan pengeras suara.

BACA JUGA : Ratusan Personel Gabungan Siaga Kawal Demo BEM SI di KPK

Sontak, massa aksi pun mengangkat tangan mereka. Tidak lama berselang, dorong-dorongan itu selesai

Hanya, pada pukul 14.49 WIB, massa kembali terlibat dorong-dorongan dengan polisi.

“Satu komando, satu perjuangan. Hati-hati provokasi,” seru mahasiswa.

Sementara itu, massa aksi sempat bertambah usai dorong-dorongan dengan polisi mereda sekitar pukul 14.20 WIB. Massa aksi berpakaian almamater biru datang dari Jl HR Rasuna Said. Mereka juga tampak membawa sejumlah spanduk. Di antaranya bertuliskan ‘Firli Kamu Jahat’, ‘Aku Lebih Sayang KPK Daripada Mantan’, hingga ‘Koruptor Berkelakar’.

BACA JUGA : Tanggapan Pengamat Politik Jamiluddin Ritonga Soal Cuitan BEM Udayana The Guardian of Oligarch

Seperti diketahui, aliansi BEM SI menggelar aksi massa terkait polemik pemberhentian 56 pegawai KPK yang tidak lolos TWK. Aksi terpusat di Jakarta.

“Benar,” ujar Koordinator Pusat BEM SI Nofrian Fadil Akbar ketika dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (24/9). Nofrian menjawab pertanyaan betul-tidaknya ada aksi massa di Jakarta pada 27 September.

Ada sejumlah tuntutan yang bakal dilayangkan BEM SI. Pertama, BEM SI meminta Ketua KPK Firli Bahuri mencabut surat keterangan (SK) pemberhentian pegawai KPK.

“Kami mendesak Presiden juga, Bapak Jokowi, untuk bertanggung jawab dalam kasus upaya pelemahan terhadap KPK dengan mengangkat pegawai KPK untuk menjadi aparatur sipil negara,” kata Koordinator Media BEM SI Muhammad Rais ketika dihubungi, dilansir Nusadaily.com dari Detik.com

“Kami juga menuntut Ketua KPK Bapak Firli Bahuri mundur dari jabatannya dengan telah banyak gagal menjaga integritas dan marwah KPK dalam pemberantasan korupsi,” lanjut Rais.(ros)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Hari Ini

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya berencana memeriksa ​selebgram Rachel Vennya terkait dugaan kabur dari isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet...