Menteri Trenggono Minta Jajarannya Wujudkan Tiga Program Terobosan KKP

  • Whatsapp
Menteri Kelautan dan Perikanan ( KKP) Sakti Wahyu Trenggono dalam kegiatan penutupan Rapat Kerja Nasional KKP di Bandung
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengajak seluruh stakeholder sektor KP untuk ikut mewujudkan kelautan dan perikanan yang maju dan berkelanjutan melalui tiga program terobosan KKP.

Disebutkan, yang pertama adalah peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan, dengan memakai skema pasca produksi dan skema konsesi bagi hasil.

“Peningkatan PNBP kita arahkan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, diantaranya melalui asuransi kesehatan dan jiwa, serta tabungan hari tua,” ujar Menteri KKP saat menutup kegiatan rapat kerja Nasional KKP 2021 di Bandung Selasa 6 April 2021.

Selanjutnya, untuk terobosan yang kedua kata Menteri KKP adalah pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung oleh riset kelautan dan perikanan. Hal tersebut dilakukan dengan fokus pada komoditas bernilai ekspor tinggi.

“Kita akan fokus untuk mengembangkan perikanan budidaya pada komoditas yang bernilai ekspor tinggi, yaitu udang, lobster tropis dan rumput laut. Namun KKP juga akan tetap memperhatikan komoditas ekonomis lainnya, seperti kerapu, kepiting, nila dan bawal bintang,” ujarnya.

Sedangkan untuk pengembangan komoditas utama, lanjut Menteri Trenggono akan dilakukan melalui pengembangan shrimp estate dengan tata kelola lahan dan pemanfaatan teknologi demi menjamin kelangsungan usaha serta menjaga kualitas lingkungan.

Untuk pengembangan budidaya lobster tropis, terbuka bagi seluruh provinsi yang memiliki potensi teknis dan daya dukung lingkungan.

“Saya menegaskan, bahwa ekspor benih bening lobster (BBL) dihentikan, dan kita alihkan untuk budidaya. Sementara, untuk pengembangan rumput laut dilakukan secara hulu hingga hilir, termasuk diversifikasi produk turunannya,” tuturnya.

Terakhir, tambah menteri Trenggono adalah program membangun kampung-kampung perikanan budidaya tawar, payau dan laut yang berbasis kearifan lokal. Hal itu dilakukan secara terpadu mulai dari penyediaan benih, induk, pakan, vaksin, dan pengolahan pasca panen.

“Saya mengajak seluruh pihak untuk mendukung upaya pemerintah untuk mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekaligus menciptakan iklim usaha dan investasi yang lebih baik di sektor kelautan dan perikanan. Hal itu dilakukan melalui implementasi Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta aturan-aturan turunannya yang akan segera kami selesaikan,” tandas Menteri Trenggono.

Selain tiga program prioritas yang dijalankan KKP, terdapat sejumlah hal yang juga perlu dilakukan dan ditindaklanjuti oleh KKP kedepan. Hal itu tercantum dalam Rumusan Rakernas Tahun 2021.

Penutupan Rakernas juga sekaligus membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) yang akan diselenggarakan oleh masing-masing Unit Eselon I KKP. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil kesepakatan Rakernas KKP tahun 2021.(sir/kal)