Menteri LHK Lantik 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama KLHK

  • Whatsapp
Menteri LHK Siti Nurbaya
Menteri LHK Siti Nurbaya melantik tiga pejabat Pimpinan Tinggi Pratama KLHK. (sir/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya melantik 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II lingkup KLHK di Jakarta, Senin 3 Agustus 2020.

Mereka yang di Lantik adalah
  1. Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL)
  2. Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum., sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL)
  3. Drs. Ade Palguna Ruteka, menjabat sebagai Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM).

Dalam sambutannya Menteri Siti mengungkapkan, pelantikan kali ini untuk mengisi kekosongan karena pejabat sebelumnya telah pensiun.

"
"

Baca Juga

"
"

“Ketiga jabatan ini adalah posisi sekretaris direktorat jenderal dan badan yang sangat strategis. Paling lama kosong adalah Direktorat Jenderal (Ditjen) PKTL. Pada saat itu kita ada keterbatasan dikarenakan penyesuaian organisasi, namun berdasarkan kebutuhan kita tidak dapat menunggu lagi,” terang Menteri Siti.

Siti juga memberikan arahan kepada para Pimpinan Tinggi Pratama yang baru saja dilantik untuk bekerja keras untuk mendukung pemulihan perekonomian.

BACA JUGA: Menteri LHK Siti Nurbaya Hadiri Launching Kampung Tangguh Nusantara

“Saya menggarisbawahi soal tugas-tugas yang sedang kita hadapi. Berkenaan dengan perintah yang terhormat Bapak Presiden Joko Widodo. Bahwa kita harus sekuat tenaga sebisa-bisanya memperkuat dukungan bagi ekonomi masyarakat. Untuk itu semua kegiatan di direktorat jenderal dan badan yang relevan. Harus dikerjakan dengan cepat, sebaik-baiknya dan sebesar-besarnya bersama masyarakat,” jelas Menteri LHK.

Menindaklanjuti perintah kepala Negara tersebut, Siti telah membentuk tim, dan dalam pelaksanaannya akan dipimpin langsung oleh Menteri LHK, Siti dan Wakil Menteri LHK, Alue Dohong.

Siti melanjutkan, Kementerian LHK mempunyai tanggung jawab untuk bersama-sama dalam upaya pemulihan ekonomi nasional sebagai dampak dari COVID-19. Beberapa unit di KLHK yang terlibat langsung untuk upaya pemulihan ekonomi masyarakat adalah Ditjen PKTL, Ditjen PDASHL, Ditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL), Ditjen Pengendalian Pencemaran Dan Pemulihan Lingkungan (PPKL), serta BP2SDM dan Badan Litbang Inovasi yang ada di KLHK.

“Unit-unit tersebut merupakan kunci dari upaya untuk pemulihan ekonomi nasional. Oleh karenanya saya minta tolong untuk kawan-kawan bisa bekerja langsung,” ujar orang nomer satu di kementerian LHK ini

Penyelesaian RUU Cipta Kerja

Arahan selanjutnya Menteri Siti menyampaikan penyelesaian Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja.

“Saya mau minta tolong kita semua cukup sensitif untuk mengikuti perkembangan ini dan s luedapat mungkin memberikan jawaban dan penjelasan yang tepat apalagi Kementerian LHK sudah punya kertas posisi,” pinta Menteri Siti.

Dirinya berharap pembahasan yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu yang cukup panjang dapat menginternalisasikan poin-poin penting dari posisi Kementerian LHK pada RUU Cipta Kerja.

BACA JUGA: Menteri LHK Jadi Peserta Pengukuhan Insinyur Program Profesi Angkatan I IPB

“Saya juga sudah mencoba minta tolong kepada rekan-rekan di daerah untuk berada dalam satu derap langkah untuk memproyeksikan dan mengartikulasikan konsensus bangsa untuk maju dengan berbagai perkembangan, terutama pada konteks ini adalah kemudahan perizinan dan penyederhanaan langkah-langkah birokratis,” terang Menteri Siti.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh jajarannya akan kewajiban yang ditugaskan oleh Undang-undang Dasar (UUD) tahun 1945. Pasal 28 huruf H menyebutkan bahwa adalah hak warga negara Indonesia untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik. Demikian juga pada Pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dipergunakan untuk kemakmuran rakyat.

“Itulah pegangan kita yang sangat mendasar dan memang tidak bisa hanya sampai disitu kalimatnya, tetapi di dalam penerapannya dalam artikulasinya harus kita cermati dan kita siapkan tetap kita lakukan dengan sebaik-baiknya,” Ucap Menteri Siti Nurbaya kepada jajarannya. (sir)

Post Terkait

banner 468x60