Selasa, Oktober 26, 2021
BerandaNewsMenanti Akhir ‘Drama’ Mantan Bupati Jember Faida di Kerugian Uang Negara Rp171,...

Menanti Akhir ‘Drama’ Mantan Bupati Jember Faida di Kerugian Uang Negara Rp171, 4 Miliar

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Semasa masih menjabat sebagai Bupati Jember, Faida, selalu menepis tudingan bahwa ada kerugian negara ratusan miliar yang harus dipertanggungjawabkannya.

BACA JUGA : Faida, Bekas Bupati Jember Berhutang Kerugian Uang Negara Rp428 Juta

Faida, selalu membuat ‘drama’ dan berlindung dibalik tahun politik, sehingga beralasan lawan-lawan politiknya menggoreng berita yang tak pernah dilakoninya.

Namun saat rezim sudah berubah, dan ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ternyata tengara para lawan politiknya benar adanya, bahwa ada uang raib sebesar Rp 171,4 miliar, yang mengakibatkan Pemkab Jember tak bisa terangkis dari predikat disclaimer.

Kasus mencuat raibnya uang negara ratusan miliar ketika DPRD jember, mendapat pemberitahuan resmi dari BPK.

Dalam suratnya, BPK menyebut dalam penggunaan anggaran Pemkab Jember rentang tahun 2019-2020 terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp200,5 miliar yang tersebar dalam 1.361 kasus.

BACA JUGA : Pansus COVID-19 Rekomendasikan DPRD Jember Laporkan “Kasus Honor” yang Libatkan Bupati Faida Maupun Hendy ke APH

Rinciannya terdiri atas:

  1. 246 kasus yang melibatkan pegawai negeri sipil bukan bendahara dengan kerugian keuangan daerah senilai Rp9,6 miliar;
  2. 559 kasus yang berdasarkan hasil pemeriksaan dengan kerugian keuangan daerah senilai Rp187,4 miliar; dan
  3. 556 kasus yang melibatkan aparat fungsional dengan kerugian keuangan daerah senilai Rp3,4 miliar.

Dari total kerugian uang negara sebesar Rp200,5 miliar itu, ternyata hanya terjadi pengembalian senilai Rp29 miliar. Sehingga, masih tersisa tunggakan kerugian uang negara sebanyak Rp171,4 miliar.

Celakanya, berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terdapat nama mantan Bupati Jember, yakni Faida yang masuk dalam daftar 1.361 kasus dengan kerugian keuangan negara sebesar Rp200,5 miliar.

Kerugian Uang Negara

Faida dinyatakan masih berhutang kerugian uang negara sebanyak Rp428 juta. Sebab, ia baru membayarkan Rp119 juta dari seharusnya mengembalikan uang sebesar Rp547,8 juta.

BACA JUGA : Bekas Pejabat Satgas COVID-19 Era Bupati Faida Kompak Mangkir dari Rapat Konfrontasi Temuan Audit

Hutang itu adalah buntut insentif untuk Bupati Jember atas jasa pungut pajak dan retribusi daerah tahun 2019 silam yang pernah mengalir ke rekening Faida sebanyak Rp931,9 juta.

Padahal seharusnya, Faida tidak mendapat insentif sebanyak itu, melainkan hanya senilai Rp374, 1 juta. Sehingga, terdapat kelebihan pembayaran yang mencapai nominal Rp547,8 juta.

 “Kami lihat temuan BPK diantaranya menyebut kelebihan bayar insentif untuk kepala daerah kepada Faida belum dilunasi,” beber Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi kepada wartawan, Kamis, 23 September 2021.

BACA JUGA : Bupati Hendy Ketiban Beban Laporan Keuangan Zaman Bekas Bupati Faida

Sedangkan, mantan Wakil Bupati Jember KH Muqit Arief tidak tercantum dalam daftar yang berhutang atas kerugian keuangan negara. Pasalnya, Muqit sebelum masa jabatannya berakhir telah lunas membayar kelebihan insentif Rp255,8 juta.

Sementara Hendy Siswanto, Bupati Jember, menyatakan bakal menindaklanjuti rekomendasi BPK untuk proses penyelesaian secara administrasi maupun jalur hukum.

“Opini audit kita akan jelek terus, karena dua tahun dapat predikat disclaimer dan predikat tidak wajar. Kalau tidak diselesaikan, tentu jelek terus opini audit kita. Kedepan tetap saya kejar, supaya opini audit kita naik. Langkah hukumnya, saya tergantung BPK,”tuturnya.

Diakui Hendy bahwa problem paling parah menyangkut pemakaian anggaran penanganan Covid-19 tahun anggaran 2020 yang tidak dapat dipertanggung jawabkan sebanyak Rp107 miliar.

“Terus terang saja, anggaran itu harus beralih ke siapa yang bertanggung jawab. Seolah-olah nyantol Rp107 miliar itu. Siapa yang terlibat, saya minta bertanggung jawab,” tegas Hendy.

Besok, (hari ini red) dia mendatangi kantor perwakilan BPK Jawa Timur di Sidoarjo untuk menjelaskan masalah audit penggunaan anggaran dua tahun sebelumnya yang dapat dibenahi maupun yang tidak jelas jeluntrungannya. (Sut)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu