Melanggar Larangan Mudik, ASN Bakal Disanksi Penundaan Kenaikan Pangkat

  • Whatsapp
Larangan bepergian keluar kota mulai diberlakukan sejak 22 April-24 Mei bagi ASN Pemkot Batu.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Larangan mudik diberlakukan bagi seluruh ASN, tak terkecuali di lingkungan Pemkot Batu. Aturan dari pemerintah pusat itu ditindaklanjuti melalui SE Wali Kota Batu nomor 800/812/422.202/2021 tentang pembatasan bepergian ke luar daerah atau mudik.

Baca Juga

Sanksi berupa teguran hingga penundaaan kenaikan pangkat akan diberikan kepada ASN yang melanggar. Mereka diwajibkan untuk tetap berada di Kota Batu. Larangan untuk bepergian ke luar kota diberlakukan mulai 22 April hingga 24 Mei. Tak ada izin cuti sepanjang masa waktu itu, terkecuali cuti sakit atau melahirkan.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, untuk memantau keberadaan para ASN selama libur lebaran, mereka wajib membagikan lokasi dan informasi terkini melalui Whatsapp. Laporan itu harus dilakukan setiap pagi dan sore selama libur lebaran.

“Dispensasi ke luar kota diberikan kepada mereka yang berkepentingan dinas atau kepentingan mendesak. Misal anggota keluarganya mengalami musibah. Syaratnya harus melampirkan surat izin yang ditandatangani oleh pimpinan,” terang Punjul.

Punjul menjelaskan, larangan mudik ini diberlakukan untuk kebaikan bersama. Di sisi lain, ASN juga harus memberikan contoh kepada masyarakat terkait larangan mudik dan disiplin protokol kesehatan. Sehingga, ia meminta agar aturan ini tidak dianggap sesuatu yang memberatkan.

“Selama libur yang sudah ditentukan, ASN harus tetap di rumah masing-masing karena di dalam SE itu telah diterangkan, terutama pejabat eselon 3 dan 4 yang memiliki kendaraan dinas. Kendaraan harus dikandangkan di kantor,” kata Punjul.

Minta Lihat Aturan sebagai Kebaikan

Justru sebaliknya, ia berharap ASN melihat aturan itu sebagai suatu kebaikan untuk semuanya. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, prioritas kesehatan dan keselamatan bersama harus dipikirkan baik-baik. “Ini untuk kebaikan bersama. Saya juga tidak akan ke mana-mana di masa lebaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan pada libur panjang perayaan hari raya Idul Fitri nanti, para ASN akan dikenakan wajib piket bergilir. Dalam piket itu mereka akan melakukan kegiatan seperti melakukan perawatan mobil serta menyelesaikan permasalahan yang ada di dalam masing-masing OPD.

“Tak hanya itu saja, ketika momen libur panjang nanti. Masing-masing staf yang ada di setiap OPD Pemkot Batu, harus tetap melakukan komunikasi dengan pimpinannya,” pintanya.

Bahkan per 1 Mei 2021 ini, Pemkot Batu akan kembali menerapkan absensi elektronik. Karena semenjak awal pandemi Covid-19 lalu, Pemkot Batu hanya menerapkan absensi secara manual. Kembali diterapkannya absensi elektronik itu juga dikarenakan saat ini sudah tak diberlakukan lagi work form home (WFH). “Terkecuali jika pada salah satu OPD ada yang terjangkit Covid-19 baru dilaksanakan WFH. Sehingga absensinya untuk sementara waktu juga dilaksanakan secara manual,” timpal Punjul.

Dia juga menegaskan, dalam penerapan absensi elektronik ini para ASN dilarang datang terlambat. Lantaran dalam penerapan absensi elektronik itu terdapat pembatasan jam. Misalnya untuk absensi pagi para ASN sudah harus absen sebelum pukul 08.00 WIB dan absensi kepulangan setelah pukul 15.00 WIB.

“Absensi elektronik ini dimulai lagi, lantaran kondisi persebaran Covid-19 di Kota Batu sudah mulai berkurang. Selain itu, penerapan absensi elektronik ini juga bertujuan untuk mengontrol ASN agar tak ada alasan lagi,” katanya.(wok/aka)