Mandor Kapal Ikan China Jadi Tersangka Kematian ABK Indonesia

  • Whatsapp
tersangka china وفاة طاقم إندونيسي
Evakuasi jenazah Hasan Afriandi, ABK asal Lampung (republika.co.id)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-JAKARTA – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menetapkan seorang warga China sebagai tersangka kasus kematian Hasan Afriandi, ABK asal Lampung. Jenazah Hasan ditemukan di freezer kapal berbendera China, Lu Huang Yuan Yu 118.

Adapun warga China yang menjadi tersangka merupakan mandor di kapal Lu Huang Yuan Yu 118 tersebut.

Baca Juga

Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Arie Darmanto mengatakan, hingga saat ini proses penyidikan masih berlangsung. “Tersangkanya inisial S, WNA asal China yang merupakan mandor kapal Lu Huang Yuan Yu 118,” kata Arie dikutip nusadaily.com dari Kompas, Minggu 12 Juli 2020.

Saat ini tersangka masih berada di atas kapal yang bertambat di dermaga Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Batam.

“Untuk saat ini tersangka S masih di atas kapal. Nanti apabila sudah proses penahanan, kita tinggal berkoordinasi saja dengan personel Lanal Batam yang berjaga di atas kapal tersebut,” kata Arie.

Menurut Arie, berdasarkan keterangan beberapa saksi yang bekerja di kapal Lu Huang Yuan Yu 118, terutama ABK asal Indonesia, mereka kerap mendapatkan perlakuan kasar dan sasaran penganiayaan dari para ABK asal China.

Perlakuan kasar dan penganiayaan itu terjadi hanya karena masalah sepele dan sengaja dibuat-buat oleh ABK asal China.

“Yang sering memukul mereka yakni mandor dan nahkoda kapal Lu Huang Yuan Yu 118,” kata Arie.

Bahkan, menurut Arie, kekerasan fisik yang dialami para ABK asal Indonesia itu berlangsung hampir setiap hari.

Tidak saja dengan tangan kosong, terkadang mandor dan nahkoda kapal juga kerap menganiaya menggunakan besi, kayu dan peralatan lainnya yang ada di atas kapal.

“Menurut para ABK asal Indonesia, korban Hasan Afriadi tewas juga karena disiksa oleh mandor kapal China tersebut,” kata Arie.

Baca pula: TNI AL Tangkap Dua Kapal China, Temukan Jasad WNI Dalam Freezer

Sebelumnya, dua kapal ikan asing diamankan patroli gabungan di perairan Batu Cula, Selat Philip, Belakang Padang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) Rabu 8 Juli 2020.

Saat pemeriksaan oleh personel patroli gabungan, ditemukan jenazah pekerja WNI atas nama Hasan Afriadi asal Lampung. Jenazahnya disimpan di dalam peti pendingin ikan atau freezer.

Menurut pemeriksaan, terdapat 22 WNI yang bekerja di 2 kapal ikan asal China yang berasal dari perusahaan yang sama. (yos)

Post Terkait

banner 468x60