Mahfud MD: Politik Uang Tidak Bisa Dihindari dalam Pilkada

  • Whatsapp
mahfud md menko polhukam
Mahfud MD
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud Md mengatakan, politik uang tidak bisa dihindari dalam pilkada langsung maupun tidak langsung. Yang membedakan, kata dia, hanya metodenya penyalurannya saja.

“Kalau pemilihan langsung money politic-nya eceran, kalau lewat DPRD itu borongan, kita bayar ke partai, selesai,” ujarnya, saat menyampaikan pidato kunci dalam webinar Pilkada dan Konsolidasi Demokrasi Lokal, Sabtu 5 September 2020.

Baca Juga

BACA JUGA : Mahfud MD Tanggapi Dinasti Politik, Tidak Ada Hukum yang Bisa Halangi Nepotisme

Lebih lanjut, Mahfud bercerita saat masih menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), berkaca pada Pilkada 2012, ia menuturkan, malaikat bisa menjadi iblis, jika masuk ke dalam pemerintahan, kalau sistemnya seperti saat itu. Dia pun mengusulkan, jika sistem pilkada diubah. Pemerintahan saat itu, kata dia, sudah sepakat mengembalikan pilkada ke DPRD

“Karena malaikat kalau jadi kepala daerah bisa jadi iblis. Karena modalnya besar, politik uangnya luar biasa. Gaji kepala daerah Rp 6 hingga Rp 7 juta, biayanya puluhan miliar, bahkan ratusan miliar,” ungkapnya.

Namun, Mahfud menjelaskan Pilkada langsung saat ini, sudah melewati proses evaluasi yang panas. Mulai dari usulan agar dikembalikan ke DPRD, hingga terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang membatalkan UU Pilkada pada 2014. Evaluasi pilkada langsung ini pun, tak lepas dari polarisasi masyarakat imbas pemilihan presiden 2014.

Untuk itu, dia meminta semua pihak agar memastikan, penyelenggaraan Pilkada 2020 berjalan jauh lebih baik dari sebelumnya.

BACA JUGA : Presiden Lantik Mahfud MD Jadi Ketua Kompolnas

“Karena kita tak bisa lagi memutar jarum sejarah. Karena perdebatan sudah selesai,” tuturnya.

Menurutnya, pilkada langsung juga memiliki sisi positif. Misalnya, tidak ada lagi koalisi partai politik yang linear dari pusat ke daerah.

“Terlebih, enggak ada lagi pengelompokan ideologis. Sekarang bercampur yang penting menang. Ini bagus bagi ideologi kita,” pungkasnya. (via)

Post Terkait

banner 468x60