Mahfud MD: Operasi Penangkapan Djoko Tjandra Sudah Dirancang Sejak 20 Juli 2020

  • Whatsapp
Mahfud MD soal Penangkapan Djoko Tjandra
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Tim Mabes Polri berhasil menangkap buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (Cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra. Penangkapan langsung dipimpin Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Listyo Sigit.

Lebih lanjut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengaku, tidak kaget saat mengetahui buronan kasus Cessie Bank Bali, Djoko Tjandra ditangkap oleh Kepolisian RI di Malaysia.

Baca Juga

BACA JUGA: Bareskrim Polri Tangkap Djoko Tjandra

Mahfud mengaku, bersyukur atas keberhasilan penangkapan tersebut.

“Saya tidak kaget karena operasi ini dirancang sejak tanggal 20 Juli. Jadi 20 Juli lalu, saya mau mengadakan rapat lintas kementerian dan aparat penegak hukum, untuk buat rencana operasi penangkapan,” ungkap Mahfud, dalam press update yang diberikan oleh Humas Kemenko Polhukam, di Jakarta, Jumat 31 Juli 2020.

Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu, Kabareskrim Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo datang ke kantornya, menyatakan kepolisian sudah menyiapkan sebuah operasi penangkapan.

BACA JUGA: Kisah Buron Djoko Tjandra hingga Ditangkap di Malam Takbiran Idul Adha (1)

Pada waktu itu, kata Mahfud, Indonesia Police Watch (IPW) dan banyak pihak mengusulkan, agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghubungi Pemerintah Malaysia untuk menyerahkan Djoko Tjandra.

“Waktu itu, Pak Listyo meyakinkan kami tidak usah G to G. Namun, cukup police to police. Kabareskrim pun berangkat pada malam itu,” beber Mahfud.

Dia juga menjelaskan, skenario itu hanya diketahui dua orang lain selain dirinya, yaitu Kapolri Jenderal Idham Azis dan Presiden Jokowi.

Proses selanjutnya, Mahfud menyerahkan ke Mahkamah Agung (MA), sehingga dirinya, termasuk Presiden Jokowi, polisi, serta jaksa tidak bisa ikut campur dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

“Ini sudah ranah MA. Polisi, jaksa tidak bisa ikut campur. Pengawasan masyarakat, pelototan masyarakat sekarang sangat efektif, untuk awasi dunia peradilan,” jelasnya.

Djoko Tjandra kini akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mabes Polri. Keberhasilan penangkapannya berkat kerja sama police to police bersama Polis Diraja Malaysia. (via)

Post Terkait

banner 468x60