Kamis, Desember 2, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaNewsMA Vonis Bersalah Rekanan Pasar Manggisan yang Berkawan Karib dengan Mantan Bupati...

MA Vonis Bersalah Rekanan Pasar Manggisan yang Berkawan Karib dengan Mantan Bupati Jember

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JEMBER – Mahkamah Agung (MA) memvonis hukuman 1 tahun 6 bulan penjara terhadap Direktur Utama PT Maksi Solusi Enjineering, Irawan Sugeng Widodo alias Dodik atas keterlibatannya dalam korupsi proyek rehab Pasar Manggisan di Kecamatan Tanggul.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hal tersebut dibenarkan oleh Hakim Juru Bicara Pengadilan Negeri Jember, Sigit Triatmojo maupun Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember, Isa Ulin Nuha. Keduanya mengaku belum dapat mengeksekusi Dodik untuk dijebloskan ke dalam penjara.

“Jadi, perintah eksekusi itu bisa kisaran satu bulanan lebih dari semenjak diputuskan,” sergah Hakim Sigit.

Baca Juga: Penggelembungan Insentif yang Jadi Kerugian Negara Mantan Bupati Jember Dicicil

“Nanti akan kami infokan pada saatnya pelaksanaan eksekusi,” sahut Jaksa Isa, Selasa, 26 Oktober 2021.

Putusan MA merupakan buntut atas pengajuan kasasi oleh jaksa yang tidak terima dengan putusan Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya karena membebaskan Dodik dari jeratan kasus rasuah Pasar Manggisan dengan kerugian uang negara sebanyak Rp1,3 miliar.

Baca Juga: Kejari Periksa Dugaan Korupsi Mantan Bupati Jember Faida

Pasca MA memvonis Dodik bersalah, berarti kasus korupsi Pasar Manggisan melengkapi jeratan orang-orang yang terlibat. Seperti mantan Kepala Disperindag Jember Anas Ma’ruf, eks pegawai PT Maksi Solusi Enjineering Muhamad Fariz Nurhidayat, dan sekelompok pengusaha dalam PT Dita Putri Waranama yakni Edhy Sandy Abdurrahman, Hadi Sakti, serta Agus Salim.

Baca Juga: Ratusan Orang Joget Bareng di Halaman Rumah Kades di Jember

Kilasan tentang terpidana Dodik adalah sosoknya sebagai pengusaha asal Kota Semarang, Jawa Tengah yang berkecimpung mengurusi banyak proyek di Kabupaten Jember. Sempat mengontrak rumah di Perumahan Gunung Batu, Kecamatan Sumbersari sebagai kantor interim PT Maksi Solusi Enjineering dalam rentang waktu 2017 – 2019 silam.

Dodik memiliki akses mengerjakan proyek-proyek di Jember lantaran kolega dekat mantan Bupati Jember Faida. Dodik berlatar belakang konsultan proyek yang mengurus pembangunan rumah sakit Bina Sehat dan Al Huda hingga berlanjut ke proyek pemerintah saat Faida menjadi Bupati Jember periode 2016-2021.

Baca Juga: Iuran Rp500 Ribu untuk Ucapan Tali Asih ke Mantan Bupati Jember Beredar, Camat Ini Klarifikasi

“Ya, klien kami berteman lama dengan Ibu Bupati Faida,” kata Christie HV Jacobus, pengacara Dodik kala nusadaily.com pada Kamis, 11 Juni 2020 silam menunjukkan foto kedekatan antara Dodik dengan Faida selagi makan durian bersama di Pendopo Wahya Wibawa Graha.

Mantan pegawai PT Maksi Solusi Enjineering, Muhamad Fariz Nurhidayat lebih dulu terjerat masalah Pasar Manggisan adalah orang yang pertama kali mengungkap kedekatan antara Dodik dengan Faida.

Baca Juga: Inikah Kunci ‘Kesaktian’ Mantan Koruptor yang Tidak Dipecat oleh Bupati Jember?

“Fariz hanya korban ketidaktahuan. Dia sudah terbuka, sehingga saya tahu bagaimana memperjuangkan keadilan untuknya,” tegas kuasa hukum Fariz, Lutfiah HM, Jumat, 7 Pebruari 2020 silam.

Fariz bercerita bahwa dirinya selalu yang diminta Dodik mengoperasikan laptop tiap digelar rapat pejabat di rumah dinas Bupati untuk paparan rencana proyek konstruksi. Dia juga yang disuruh menggambar proyek, meminjam berbagai perusahaan, mengumpulkan uang hasil proyek jasa konsultan, dan mengirim uangnya ke rekening Dodik.

Duit asal proyek Pasar Manggisan sekitar Rp90 juta. Namun, Fariz secara utuh menjelaskan dalam eksepsi setelah 18 halaman menyebut dari puluhan paket jasa konsultan rehab pasar tradisional, rehab puskesmas, rehab kantor kecamatan, dan ruang terbuka hijau terkumpul uang dan dikirim ke Dodik sebanyak Rp3 miliar.

Menurut Fariz, secara lisan Dodik pernah berucap kepadanya ada jatah 10 persen fee kepada Faida. Fariz mengutarakan hal tersebut ke anggota Panitia Khusus Hak Angket DPRD Jember David Handoko Seto di Lapas Kelas II A Jember.

Tanggal 20 Pebruari 2020, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi Pasaribu bertandang ke Jember guna merespon upaya Fariz menjadi justice collaborator (JC) yang bersedia membeber bukan hanya Pasar Manggisan, melainkan seluruh yang diketahuinya.

Faida tidak pernah secara terang-terangan mengakui kedekatan hubungannya dengan Dodik. Melalui keterangan tertulis, Faida hanya menargetkan ungkapan dirinya sama sekali tidak menerima gratifikasi.

“Seakan-akan saya menerima sesuatu atau hadiah yang melawan hukum dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. Saya tidak perlu merespons secara berlebihan segala tuduhan di luar proses hukum atau di luar putusan pengadilan karena hal semacam itu tidak punya kekuatan hukum apapun,” tulis Faida. (sut)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR