Langgar UU ITE, Aktivis Antimasker Banyuwangi Ditetapkan Sebagai Tersangka

  • Whatsapp
M. Yunus Wahyudi, Aktifis Antimasker Banyuwangi ditetapkan sebagai tersangka
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi menetapkan M. Yunus Wahyudi, oknum LSM sebagai tersangka.

Baca Juga

Aktifis antimasker ini disangkakan telah melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Terkait unggahan video viralnya yang dianggap membuat gaduh dan resah masyarakat di tengah Pandemi COVID-19. 

Yunus sebelumnya dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Atas laporan warga perihal dua videonya yang viral dan membuat gaduh masyarakat. 

Video itu berkaitan dengan rekaman aksi nekat Yunus yang mengambil paksa jenazah pasien COVID-19. Di salah satu rumah sakit. Video selanjutnya yakni ajakan Yunus agar masyarakat yang sehat tidak mengenakan masker. 

Yunus mulai menjalani pemeriksaan sebagai saksi sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah menjalani pemeriksaan dan dilakukan gelar perkara hasil pemeriksaan sebagai saksi, statusnya dinaikkan menjadi tersangka. 

“Per hari ini kita sudah lakukan pemeriksaan. Awalnya saksi. Sekarang sudah terdangka,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Selasa malam 13 Oktober 2020.

Penetapan status tersangka pada Yunus ini, kata Kapolresta, merupakan hasil gelar perkara atas hasil pemeriksaan yang bersangkutan sebagai saksi. “Yang bersangkutan menyampaikan semuanya dalam pemeriksaan,” ungkap Kapolresta.

Sebelum menetapkan Yunus sebagai tersangka, penyidik juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Termasuk empat saksi ahli yang berkaitan dengan kasus ini. 

“Ada ahli Bahasa, ahli ITE (Inforrmasi dan Transaksi Elektronik), ahli kekarantinaan Kesehatan dan ahli penyakit paru. Kita juga sudah mengamankan barang bukti,” kata Arman.

Polisi Lakukan Penahanan Badan

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Yunus dijerat pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-undang (UU) nomor 1 tahun 1946. Tentang peraturan hukum pidana dan pasal 45 huruf a Jo pasal 28 UU Nomor 19 tahun 2016 ITE dan pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan Kesehatan.

Bahkan setelah menjalani pemeriksaan 8 jam dan ditetapkan sebagai tersangka. Polisi langsung melakukan penahanan badan kepada Yunus. “Memang benar sudah kami tahan. Karena ancaman diatas 5 tahun makanya kita tahan,” ujar Arman.

Yunus dibawa oleh aparat dari ruang Unit V Satuan Reserse Kriminal ke rumah tahanan Mapolresta sekitar pukul 20.45 WIB. 

Dia sempat melempar senyum dan memberikan statemen kepada wartawan terkait penahanan dirinya. Atas kasus pengambilan jenazah secara paksa di salah satu rumah sakit di Banyuwangi beberapa waktu yang lalu. 

“Hari ini saya disel oleh aparat kepolisian karena penjemputan jenazah COVID-19 di Banyuwangi. Saya telah menginspirasi rasa ketakutan pada rakyat Banyuwangi, selamat untuk rakyat semoga selamat,” ujarnya. 

Yunus kemudian dibawa masuk ke sel tahanan Mapolresta Banyuwangi dengan kawalan ketat dari aparat kepolisian. (ozi/aka)