Jumat, Mei 27, 2022
BerandaNewsLanggar Kode Etik, DKPP Pecat Ketua KPU Sumbar

Langgar Kode Etik, DKPP Pecat Ketua KPU Sumbar

NUSADAILY.COM – PADANG – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memecat atau memberhentikan Amnasmen dari jabatan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat dan diberikan peringatan keras terkait aduan bakal calon gubermur dan wakil gubernur dari jalur perseorangan Fakhrizal-Genius Umar

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Sekretaris DKPP Bernard Dermawan Sutrisno melalui keterangan pers yang diterima di Padang, Rabu. Mengatakan peringatan keras dan pemberhentian tersebut diputuskan dalam sidang kode etik penyelenggara Pemilu dengan agenda pembacaan terhadap 11 perkara di ruang sidang DKPP, Jakarta Pusat, Rabu (4/11).

Selain diberhentikan dari jabatan Ketua KPU Sumatera Barat Amnasmen juga diberikan peringatan keras oleh DKPP.

Sanksi peringatan keras dan pemberhentian dari Jabatan Ketua saat Amnasmen menjadi Teradu II dalam perkara 86-PKE-DKPP/IX/2020 yang merupakan laporan dari bakal calon perseorangan Fakhrizal-Genius Umar tentang hasil verifikasi faktual yang menyatakan pasangan ini tidak lolos dalam verifikasi tersebut.

Sidang dugaan pelanggaran etik itu digelar pada 29 September 2020 lalu di Kantor KPU Sumbar.

Baca juga : Realisasi Restrukturisasi Kredit Capai 122 Triliun di Era Pandemi

Selain itu DKPP juga menjatuhkan sanksi peringatan keras dan pemberhentian dari jabatan Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan kepada Anggota KPU Sumbar Izwaryani.

Sementara itu, tiga anggota KPU Sumbar lainnya yakni Yanuk Sri Mulyani, Gebriel Daulay dan Nova Indra diberikan peringatan.

Ia mengatakan dari 11 perkara yang dibacakan putusannya ini melibatkan 49 penyelenggara pemilu sebagai teradu.

Ia menambahkan jenis sanksi yang dijatuhkan DKPP kepada seluruh teradu adalah peringatan (6), peringatan Keras (5), pemberhentian dari jabatan Kordiv (1), pemberhentian dari jabatan Ketua (2), Pemberhentian Sementara (1), dan Pemberhentian Tetap (6).

“Sementara itu, 32 penyelenggara pemilu mendapat rehabilitasi atau pemulihan nama baik dari DKPP. Karena tidak terbukti melanggar kode etik penyelenggara pemilu,” ujarnya.

Baca juga : MBR Dipermudah Dapat Air Bersih, Perumdam Kota Batu Siapkan 750 Sambungan

Sidang ini dipimpin oleh Anggota DKPP Alfitra Salamm selaku Ketua Majelis. Sedangkan posisi Anggota Majelis diisi oleh Teguh Prasetyo, Didik Supriyanto, dan Ida Budhiati.

Sementara itu ketika dikonfirmasi kepada Amnasmen dirinya mengaku belum melihat putusan tersebut. Karena masih dalam perjalanan dinas dari Kabupaten Dharmasraya menuju Kota Padang.(han)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Ditanya soal Raffi Ahmad Jika Beneran Selingkuh, Ini Jawaban Nagita Slavina

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Raffi Ahmad kembali menjadi pembicaraan hangat karena isu perselingkuhan dengan salah seorang karyawan RANS Entertainment, Mimi Bayuh. Keduanya tertangkap kamera...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily